
Sesampainya dirumah, Ifan langsung memilih pakaian Lia dan memasukkannya ke dalam tas bayi yang sudah diisi dengan kelengkapannya Al. Saat akan keluar tiba-tiba saja Ifan terjatuh dan tak sadarkan diri.
Saat Ifan sadar, ia sudah berada di rumah sakit.
Si X :"Bos, gimana rasanya, ada yang sakit,? Biar saya panggilkan dokternya,!" Tanpa menunggu kata-kata dari Ifan, Si X anak buah Ifan langsung memanggil dokter. Setelah dokter datang dokter melakukan pemeriksaan dan anamnesa (mendata keluhan pasien).
Setelah mendengar jawaban dari Ifan, dokter pun melakukan pemeriksaan lanjutan. 1 jam kemudian hasil pun keluar, dan keadaan Ifan pun mulai agak membaik walaupun masih terlihat pucat.
Dokter :"Pak Ifan, dari hasil anamnesa dan pemeriksaan, diagnosa yang kami dapat bahwa anda mengalami kanker otak stadium akhir."
Ifan :"Sudah ku duga..."! Senyum pahit dari Ifan yang mendengar diagnosa dari dokter. "Terimakasi banyak dok atas hasil diagnosanya, hasilnya bisa saya bawa untuk memudahkan saya dalam melakukan pengobatan sendiri. Untuk masalah rujukan, biar rumah sakit tempat saya yang mengurusnya dok."
Dokter :"Bisa Pak Ifan. Maaf kan saya yang tidak bisa membantu apa-apa, saya berharap bapak bisa sembuh.!"
Ifan :"Iya dok. Terimakasih banyak.!"
__ADS_1
Ifan pun keluar bersama dengan Si X. Si X pun membawa mengantar Ifan ke tempat Lia berada saat ini. Di dalam mobil tak ada yang bisa dikatakan, mereka hanya saling terdiam.
"Inilah karma ku. Tapi tak apa, setidaknya aku bisa bersama dengan orang kucintai sampai akhir hidupku. Meskipun aku merebutnya dari seseorang..." Batin Ifan yang tanpa terasa meneteskan air mata.
Si X :"Bos, kita sudah sampai."
Ifan :"Makasi. Apa yang kamu denger tadi jangan sampe Lia tau, termasuk ayahku juga.!" perintah Ifan.
Si X :"Iya bos.!"
Mama :"Kamu udah balik. Kenapa nggak diem dirumah aja,? Kan kamu harus masuk besok pagi.!" ucap mama Lia ketika keluar dari kamar mandi.
Ifan :"Nggak bisa dong ma, masa istri anak ku dirawat akunya diem dirumah. Juga mama Koq sendirian, mana papa sama ayah,?" tanya Ifan yang bingung melihat mama mertuanya sendiri.
Mama :"Mereka lagi cari makan buat makan malam."
__ADS_1
Ifan :"Oh....mama istirahat aja, Al biar Ifan yang urus ma,!"
Mama :"Setelah ini kalian rencana mau pulang kemana,?"
Ifan :"Tunggu kata Lia dulu ma, karena kalo pulang ke rumah ayah, disana nggak ada yang bisa ngurus bayi.!"
Mama :"Kalian pulang ke rumah mama aja, biar mama yang urus Al kalo kalian kerja."
Ifan :"Apa nggak ngerepotin mama nantinya,?" jawab Ifan yang merasa tak enak dengan permintaan mertuanya.
Mama :"Nggak koq, mana ada nenek yang kerepotan ngurus cucunya. Sekarang kamu aja yang istirahat, muka kamu juga kelihatan pucat. Apa nggak sebaiknya kamu periksa juga disini,?"
Ifan :"Ah...nggak usah ma, kayaknya cuma kepean aja sama kaget dengan pengalaman hari ini yang mulai dari Lia ngerasain sakit sampe jalannya melahirkan tadi, semua aku lihat sendiri, makanya jadi agak syok dikit ma....!" ucap Ifan bohong, karena memang ia masih merasakan pusing.
Mama :"Ya udah kamu istirahat aja dulu. Mama mau keluar buat telpon papa, buat bawain makanan lebih." sambil berjalan ke luar kamar.
__ADS_1