Cukup aku saja

Cukup aku saja
Terpaksa Part 2


__ADS_3

Ifan pun keluar dan memanggil Lia untuk masuk ke dalam kamar tau tempat para orang tua. Ifan tidak memberitahukan apa yang terjadi sehingga Lia harus datang menemui orang tuanya di kamar tamu.


Setelah Lia sampai, ia bingung apa yang terjadi dengan berkumpulnya para orang tua disana. Dan mendapatkan kondisi ibunya sedang berbaring di tempat tidur.


Lia :"Papa, apa yang terjadi,? Mama kenapa,?"


Papa :"Duduk dulu sayang,!"


Lia pun mendekat ke papanya, dan duduk disebelah papanya.


Papa :"Mamamu pingsan.!"


Lia :"Kenapa,?"


Papa :"Kita harus menghentikan acara pernikahan ini.!"

__ADS_1


Lia :"Pa, sebenernya ada apa sih. Mama pingsan, pernikahanku di batalkan. Ada apa pa,? Apa yang terjadi sama Tony. Tony kenapa pa,?" bingung dan khawatir serta rasa cemas pada Lia disertai air mata yang mulai keluar dari pelupuk matanya.


Ifan :"Tony kecelakaan, dan sampai sekarang belum di temukan.!"


Papa :"Maka dari itu, kita batalkan acara ini dan mencari Tony.!" sambil mengelus lembut kepala Lia.


Ifan :"Saya bukannya nggak percaya kita bisa menemukan Tony, tapi sampai kapan. Dan Lia, apakah kamu belum memberitahukan kondisimu kepada keluargamu,?"


Papa :"Kondisi apa,?" tanya papa Lia yang mulai bingung dengan pernyataan dari Ifan.


Ayah Ifan :"Ayah selalu merestuimu nak, tapi untuk saat ini kondisi Lia berbeda, dan itu nggak mungkin...!!"


Ifan :"Saat ini Lia sedang hamil. Jika ia tidak menikah hari ini, apa kita harus menunggu perutnya bertambah besar dulu hanya untuk mencari Tony,?"


Bagai petir disiang bolong, mendengar apa yang di ucapkan oleh Ifan membuat papa Lia dan ayah Ifan menjadi kaget.

__ADS_1


Papa Lia sudah tidak bisa berpikir lagi, calon menantunya tabrakan di hari pernikahannya. Anak gadis yang percaya saat sedang hamil bersama menantunya.


Andika yang melihat sahabatnya menjadi terpuruk pun merasa tak tega dan membantunya mengambil jalan keluar.


Ayah Ifan :"Wan, aku tau kamu sangat menyayangi Tony, karna kalian membesarkannya bersama-sama dengan Lia. Tapi untuk masalah yang terjadi saat ini, aku rasa kita sudah tidak punya pilihan lain selain menikahkan Lia dengan Ifan. Aku menyukai Lia, jadi kamu nggak usah khawatir. Aku akan jaga anakmu seperti anakku sendiri."


Lia :"Tapi om, Lia minta maaf...Lia nggak bisa nikah sama Mas Ifan, Lia nggak cinta sama Mas Ifan om...Lia cuma anggap Mas Ifan kayak kakak aja om....!" sambil tetap menangis.


Papa :"Terus mau sampai kapan kamu begini, kamu tu hamil sekarang, perutmu akan semakin bertambah besar. Jika kita hanya mencari Tony saja, apa yang harus aku katakan tentang kehamilanmu. Jika kamu mau mendengarkan kata papa, maka masalah ini tidak akan menjadi besar. Kamu akan menikah dengan Ifan sekarang. Jika kamu masih punya rasa malu, kamu gunakan rasa malu mu itu untuk menyelamatkan orang tuamu." ucap papa Lia dengan nada yang sedikit lebih keras.


Ayah Ifan :"Nak, kalian bersiaplah,!"


Beberapa menit setelah perdebatan itu, Lia dan Ifan duduk di depan penghulu. Para tamu yang merasa bingung dengan kejadian perubahan pengantin prianya tak membuat acara menjadi terhambat.


Para orang tua pun berada di tempatnya, hanya mama Lia yang tidak terlihat karena masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2