
Setelah selesai, belanja Tony langsung melajukan mobil ke apartemen. Sesampainya mereka di apartemen, Tony sempat balik ke apartemen untuk mengganti pakaian dulu. Kemudian kembali ke apartemen Lia.
Mereka sampai di apartemen malam hari. Setelah berganti pakaian Tony dan Lia pun memulai aktifitas memasak mereka, karna ya....cacing di perut mereka sudah demo untuk di berikan asupan makanan.
Mereka berbagi tugas di dapur, Lia memasak dan Tony yang menyiapkan meja. Setelah Lia selesai memasak Tony membantunya membawa makanan dan menatanya di atas meja.
Tiba-tiba saja mati lampu.
Tony :"jangan gerak dan jangan kemana-mana,!!" perintahku langsung pada Lia begitu lampu mati, karna aku tau kalau Lia takut gelap.
Tony :"dimana taruh lilin,!" tanya ku sambil meletakkan piring yang aku pegang dan menyalakan senter di hpku.
Lia :"di laci dapur deket tempat cuci piring. Nyalain aja pake kompor, terus buruan balik ya...!" jawab Lia dengan suara yang takut.
Aku pun langsung berlalu mencari lilin dan menyalakannya. Membawanya langsung ke tempat Lia berdiri dan meletakkannya di meja makan.
_______________________________
Lia :"aku duduk disebelah kamu ya, aku takut kalo duduk sendiri di seberang.!" sambil membawa piringnya untuk duduk di sebelahku.
Kami langsung menyantap makanan dengan bantuan pencahayaan dari lilin. Karna memang kami sudah sangat lapar. Terakhir kami makan itupun tadi siang saat masih di kampus.
Tak terasa makanan di piring kami pun sudah raib terbawa oleh arus saliva yang lavar nan membara (alias super lapar).
Lama kami berdiam sambil mengobrol hal kecil di meja makan, tanpa kami sadari ternyata posisi kami saat ini bisa di bilang sangat romantis.
Why,??????
Kebayangkan sekarang aku makan berdua sama wanita paling super dalam hatiku, ditemani oleh lilin dan menikmati waktu hanya berdua.
__ADS_1
Aaaaaahhhhhh.....so sweet...nasib jones semakin terpuruk kalau baca ini.....
Tony :"Sekarang kita makan malam aja udah seperti orang pacaran, romantis.....ditemenin ma lilin,"! celetukku tiba-tiba
Lia :"Ha...maksudnya...please dech...nggak usah ngaco gitu ngomongnya. Lagi hallu ya, gara-gara nenek di minimarket tadi,!" jawab Lia dengan wajah merah yang meskipun samar masih bisa ku lihat dari dekat
Tony :"Kenapa kita nggak pacaran aja, kalo kamu nggak mau pacaran kita langsung nikah juga bisa. Kita kan dah lama kenal,!" sambil memegang tangan Lia dan berbicara menghadap ke wajahnya.
Lia hanya terdiam mendengar perkataan Tony yang menurutnya itu tiba-tiba. Meskipun tidak di pungkiri memang ada perasaan lebih dari sahabat di hati Lia ke Tony.
Karna merasa malu Lia pun menarik tangannya dan berdiri untuk pergi menghindari Tony. Tiba-tiba Lia terjatuh karna kakinya tersandung kaki kursi. (ihi...kayak di film Indosiar atau MTv gaes)
Spontan saja Tony menangkap Lia agar tidak terjatuh sehingga posisi Lia saat ini jatuh dengan duduk di atas pangkuannya Tony.
Deg...deg...deg...
"Mimpi apa semalem tiba-tiba ketiban malaikat cantik jatuh di pangkuan gue....pa ma....anaknya boleh aku makan sekarang ya..." Batin Tony sambil memegang pinggang Lia.
Lia :"ah...maaf,!" Ucap Lia sambil bangun dari duduk awakwardnya
Tapi Tony menarik pinggang Lia sehingga Lia kembali duduk di pangkuan Tony.
Tony :"Please, kayak gini dulu aja bentar, aku mau ngomong sesuatu ma kamu,!"
Lia :"ha...ya tinggal ngomong aja tapi bisa kan duduknya yang biasa nggak kayak gini...!" Ronta ku berusaha melepaskan pegangan Tony di pinggang ku.
Bukan melepaskan Tony semakin mempererat pelukannya dan menarik Lia mendekat ke arahnya sehingga jarak diantara mereka hanya sebatas satu jengkal tangan.
Hembusan nafas yang saling gugup diantara keduanya pun terasa. Diam tanpa suara dan hanya tatapan mata antara mereka berdua dengan celah sinar lilin di meja makan.
__ADS_1
Tony :"Kita udah samaan dari kecil, kita juga udah saling kenal dan paham satu sama lain. Ya...awalnya aku ngerasa suka ma kamu karna emank cuma kamu temen cewek aku satu-satunya. Tapi, mulai remaja aku ngerasa kalo rasa suka aku ke kamu tu beda. Aku nggak suka kamu deket cowok lain. Aku juga pingin monopoli kamu dari temen-temen cewek yang berusaha berteman sama kamu..." Suara panjang kali lebar dari Tony memecah kegugupan diantara mereka.
Lia :"Egois banget sih" sela Lia sebelum Tony menyelesaikan perkataannya.
Tony :"Ya.....aku tau koq kalo aku itu egois. Sampe-sampe waktu masih SMA aku minta kamu ke orangtuamu buat jadi istri aku,!"
Lia :"Istri kamu,??? Jadi yang dari tadi pagi kamu bilang aku calon bini kamu itu beneran,?? Terus selama ini mama sama papa nyuruh kamu stay jagain aku karna kamu yang minta aku buat jadi istri kamu gitu,??" Rentetan daftar panjang pertanyaan Lia yang diajukan ke Tony.
Tony :"Haaaaaahhhhhh......" Tony menarik nafas panjang mendengar pertanyaan panjang kali lebar dari bibir mungil Lia. "Ya...selain mama papa yang suruh itu juga mank kemauannya aku sendiri. Aku nggak bisa jauh, nggak bisa lepas dari kamu. Mungkin kedengarannya klise, gombal, lebay apalah. Tapi kamu tau kan kalo aku tu nggak pernah bohong pa lagi ke kamu."
Diam menyelimuti kembali diantara mereka berdua.
Tony :"Lia, aku sayang ma kamu, aku cinta ma kamu. Kalo kamu nggak mau kita langsung nikah, kita bisa pacaran dulu koq. Karna buat aku dari dulu, itu ya cuma kamu. Hanya kamu aja..."
Lia :"Kenapa nggak ngomong dari dulu aja,?"
Tony :"Aku takut kalo dulu aku ngomong gimana perasaan aku ke kamu dengan kondisi kita sahabatan, terus kamu nolak aku. Kalau pun kamu mau nerima aku terus kita pacaran, sewaktu-waktu kita berantem, kita malah nggak bisa balik temenan lagi."
Lia :"Terus, sekarang kamu minta kita pacaran,? Kalau kita berantem terus putus, apa bedanya sama yang dulu seperti yang kamu pikir,?
Tony :"Aku mulai sadar sejak ada Ryan dalam hubungan persahabatan kita. Aku mulai takut kehilangan kamu, takut kalau perasaanmu lebih ke Ryan dari pada ke aku yang sudah kenal kamu dari kecil. Disaat itu aku sadar, kalau aku nggak bisa jauh dari kamu, lepasin kamu itu aku benar-benar nggak sanggup."
_______________&&&&&&______________
Yang baper bisa langsung coment aja....
Mohon jempolnya buat ngelike ya...
Coment dan saran juga aku minta demi sempurnanya cerita kisah kita ini
__ADS_1