
Ifan :"Itu aku simpenin nomorku dihpmu."
Lia :"Iya mas. Ya udah kalo gitu Lia balik ke UGD dulu, makasi sarapannya mas,"! pamit Lia dengan membawa bungkus sampah dan keluar dari ruangan Ifan.
Lia keluar dari ruangan Ifan dan membuang sampah yang ia bawa. Kemudian ia pun berjaga di UGD.
Lia :"Haaahh...agak bosen juga karna nggak ada pasien,!" sambil menopang dagunya di atas meja dengan kedua tangannya. "Dina ma Irma kemana ya,?" menolah kesana kemarin mencari 2 orang perawat yang 1 tim piket dengannya.
Melihat Lia tolah toleh kesana kemari kayak anak kehilangan emaknya, Ifan pun mengambil hpnya lalu menelpon Lia.
Suara telpon berdering
Mas Ifan calling...
Mendapat nama mas Ifan menelponnya, ia pun langsung menghadap ke arah jendela ruang kerja dokter ifan sambil menjawab panggilan dari Ifan.
Lia :"Halo assalamualaikum, kenapa mas" tanya Lia sambil menggerakkan kepalanya memberikan isyarat.
Ifan :"Waalaikumussalam. Nggak ada koq, karna ngeliat kamu kayak orang bingung ya...jadi aku telpon aja,!"
Lia :"Oh, kirain ada kenapa,!"
__ADS_1
Ifan :"Kamu bingung kenapa,?"
Lia :"Lagi nyariin Dina ma Irma lagi pada kemana, soalnya nggak ada tak liat.."
Ifan :"Paling juga lagi cari makanan mereka,! Kamu ada perlu apa,?"
Lia :"Nggak ada apa-apa koq mas,?"
Ifan :"Nggak ada temennya, mau aku temenin nggak,?" sambil berjalan menuju UGD.
Lia :"Eh, tapi mas..."
Belum selesai Lia membuat menjawab, Ifan mematikan telponnya dan keluar dari ruangan menuju tempat Lia duduk.
Ifan :"Nggak apa koq, bosen juga di dalem sendirian, nggak ada yang nemenin."
Selang beberapa menit kemudian, Dina dan Irma pun kembali masuk ke UGD.
Dina :"Lho..ada dokter Ifan juga. Tumben dok duduk diluar,!" tanya Dina yang merasa heran melihat Ifan berada di UGD jika tidak ada pasien.
Ifan :"Bosen aja diem di dalem sendirian, mana sepi nggak ada yang nemenin,!" sambil menoleh ke arah Lia.
__ADS_1
Melihat Ifan ke arah Lia, Dina dan Irma pun mengerti dengan sikap yang ditunjukkan oleh Ifan.
Irma :"Pak dokter lagi PDKT ya sama dokter Lia...."
Mendengar Irma yang keceplosan spontan membuat Lia, Dina dan Ifan menjadi kaget. Ifan yang memang sedang jatuh hati pada Lia menjadi malu, sedangkan Lia merasa ini hal yang impossible, karna ia sendiri sudah memiliki Tony dan hanya menganggap Ifan sebagai seniornya saja.
Dina :" (menyenggol Irma) Tu mulut mang nggak saringannya apa,!" kesal Dina sambil berbisik pada Irma.
Irma :" UPS... keceplosan dech.." sambil menutup mulutnya.
Irma :"Maaf pak dokter, saya salah ngomong. Ah...kalo gitu saya sama Dina izin makan sebentar pak dokter."
Ifan :"Ya...kalian makan aja sana. Kalo bisa lama-lama,, biar nggak ganggu...." goda Ifan sambil tersenyum ke Lia.
Lia :"Mas Ifan apaan sih, ntar dikira beneran lho ma Dina juga Irma..."
Irma dan Dina :"Mas Ifan..??" ucap mereka bersamaan dengan rasa kaget.
Secara.....dokter Ifan yang dingin dan jutek kayak gunung Everest ntu dipanggil 'MAS'....OMG dunia udah mulai penuh ma love love....
Ifan yang mendengar Lia memanggilnya mas, dan kekagetan 2 orang perawat di depannya membuatnya malah tersenyum.
__ADS_1
"Aku harus bisa mendapatkanmu Lia, aku rasa...aku memang menyukaimu dari awal ketemu...ini mungkin namanya cinta pandangan pertama..." gumam Ifan dalam hati sambil tetap tersenyum.