
Lia :"2 Minggu lagi, maksud papa,?" tanya Lia bingung.
Mama :"mau sampe kapan kalian kumpul kebo kayak gini. Kalo nggak cepet dihalalin mang mau hamil sebelum nikah,!!" ucap mama menjawab kebingungan di wajah anak dan mantunya.
Tony :"Tony siap ma,!" jawab Tony langsung dengan senyum lebar di wajahnya.
Lain halnya dengan yang dirasakan oleh Lia.
Lia :"aku belum siap ma, apa ini nggak kecepatan, kita berdua baru saling tau perasaan masing-masing, juga kita berdua Senin depan baru mulai masuk koas, dan itu pun 3 bulan lagi baru lulus. Aku mau kerja dulu ma, belum mau punya anak...!"
Tony langsung menoleh tak percaya, ia kira Lia akan langsung menyetujui pernikahan ini. Memang mengejar karir itu penting juga, tapi bersama dengan orang yang kita cintai secepat mungkin why not, toh karir juga bisa di kejar meskipun sudah berkeluarga.
Papa dan Mama pun saling pandang mendengar jawaban putrinya. Melihat sekilas ke arah Tony. Terdapat kesedihan akan jawaban yang diberikan oleh Lia.
Mama :"mama sama papa nggak suruh kamu cepet-cepet punya anak, setelah kalian nikah kalian bisa pacaran. Mau pake gaya jungkir balik juga no problem. Urusan anak mama sama papa serahin ke kalian berdua, karna kalian yang jalanin nanti."! jelas mama kepada putrinya.
Papa :"iya Lia, papa sama mama cuma nggak mau ada kejadian anak ABG jaman now yang hamil before ijab kabul. Kita juga nggak mau kalian berdua terjerumus terlalu dalam. Asal kamu tau, kalo seandainya Tony ini orang nggak bener, dari dulu mungkin kamu udah jadi barang pecah belah sayang. Dia mengorbankan masa remajanya cuma buat jagain kamu, ngelindungi kamu.!"
Lia :"Lia tau pa...cuma...." Lia terdiam. "bisakah mama papa kasi kita berdua waktu buat ngomongin masalah ini dulu, karna aku mau aku nikah ntu sekali seumur hidup, kayak mama sama papa,!"
Papa :"haaaaaaahhhh....oke, papa kasi kalian waktu ngomongin masalah ini 3 hari. Apa pun keputusan kalian mau tidak mau kalian harus terima juga apa yang jadi keputusan kita berdua." tegas papa
Lia dan Tony hanya bisa mengangguk setuju.
Mama :"ya udah kalo gitu mama papa pulang dulu, ini mama bawain makanan buat kalian berdua. Dan juga, Tony setelah ini kamu balik ke tempatmu ya, biar nggak ada yang ketiga." sambil meletakkan 2 renteng makanan di atas meja. "ayo pa kita pulang, besok piket pagi, mama papa pulang dulu ya,! sambil berdiri hendak keluar.
Lia dan Tony pun mengantar orang tua Lia sampai depan pintu dan menyalami serta mencium punggung tangan keduanya.
Tony :"jangan begadang ya, cepet istirahat."
Dalam kamar di apartemen masing-masing.
Tony
"Apa yang salah sebenarnya, aku kira dengan ngasi tau gimana perasaan aku yang sebenarnya, yang selama ini aku rasa sampai sekarang, Lia bakal nerima cinta aku, bakal nerima pernikahan ini. Haaaaahhhh....aku harus gimana lagi sekarang, pikiran kacau, ada rasa sakit hati juga waktu dia nolak nikah ma aku....." Omel Tony sendiri.
"Aaaaaaaahhhhhhh.......gila lama-lama. Waktu belum ngungkapin aja dah gila, apa lagi dapet masalah kayak gini, super dah dobel kill gilanya..."! Sambil menutup wajah dengan bantalnya.
__ADS_1
Lama terdiam kemudian Tony membuka bantal dari wajahnya sambil menyentuh bibirnya, mengingat rasa ciuman pertama dengan Lia.
"Haaaahhh....Lia...Lia...semua yang ada di kamu bikin aku makin klepek-klepek sama kamu... Biar disuruh nunggu 100 tahun juga aku siap, yang penting ma kamu....!" Ucap Tony tersenyum sambil terus mengusap bibirnya.
Lia
"Aku harus gimana, dilema melanda dah ne..."! Pikir Lia.
Diam sejenak Lia dalam pemikirannya sendiri sambil mengusap bibir mungilnya.
"Bilangnya nggak pernah ciuman, tapi tadi....uuuuuhhhhhh....bibirnya enak,!" Senyum sumringah Lia sambil memegang bibirnya dan menutup mata.
Keesokan harinya.
Ting
Pesan baru dari Tony
Tony
Lia
Nggak. Kenapa ?
Tony
Nanti sore aku ke tempatmu, mau ngomongin masalah kemarin, juga mau mastiin sesuatu. Sekalian makan juga, aku nggak ada belanja apa-apa kemarin,!!
Lama Lia menjawab balasan untuk Tony. Ia masih berpikir apa yang harus ia lakukan untuk ke depannya.
Disatu sisi ia ingin sukses mengejar karirnya, tapi di sisi lain ia juga tak ingin melepas perasaannya kepada Tony begitu saja.
Lia
Okay
"Aku harus mastiin gimana perasaan Lia ke aku. Dengan begitu aku bisa menentukan kedepannya gimana aku sama Lia" gumam Tony setelah membaca balasan dari Lia.
__ADS_1
Sore hari di dalam apartemen Lia.
Teet...teet...teet...
Bunyi bel, Lia langsung menuju pintu untuk membukakan pintu dan mempersilahkan yang memencet bel untuk masuk ke dalam. Siapa lagi kalo bukan Tony, karna tadi pagi ia sudah menghubungi Lia lewat SMS.
Lia :"Masuk, kita mau ngomong dulu ato masak dulu, soalnya udah hampir jam makan malam, udah jam 6 sore.."! tanya Lia sambil mempersilahkan Tony untuk masuk ke dalam.
Tiba-tiba Tony menarik tangan Lia setelah menutup pintu sehingga posisi Lia berhadapan dengan Tony dengan jarak yang lumayan dekat.
Tony :"Aku kangen ma kamu,!" ucap Tony tiba-tiba sambil memegang wajah Lia. Menatapnya lekat-lekat kayak nggak ketemu 1 tahun. Padahal kamar depan hidung. Lebay kan emank, lebay maksimal malah.
Deg...deg...deg...
"Tu kan....heart attack lagi..." batin Lia begitu mendengar perkataan Tony.
Setelah saling pandang yang berlangsung kurang lebih seharian (ralat gaes...beberapa detik, authornya super lebay maksimal nulisnya).
Lia :"Bisa kita duduk di sofa dulu buat ngomongin masa depan aku....sama kamu juga mungkin..."! ucap Lia membuyarkan pandangan di antara mereka sambil menunduk karena malu berhadapan dengan wajah Tony yang begitu dekat. Karena Lia selalu mengingat bagaiman rasa bibir Tony yang dia ***** dan yang melumatnya.
Tony :"okay...!" sambil tersenyum melihat reaksi wanitanya. (eh...bukan wanitanya, masih belum dijawab juga koq ma Lia)
Setelah mereka duduk berdampingan di sofa, Lia pun langsung menyampaikan keinginannya.
Lia :"aku yang ngomong duluan ya. Jujur...aku juga sebenarnya suka ma kamu, cuma aku nggak tau mulainya tu kapan. Di bilang suka aku rasa lebih dari rasa suka, mungkin cinta. Untuk masalah kemarin, apa nggak bisa kalo kita tunda beberapa tahun lagi. Aku mau sukses di karir aku, aku nggak mau gara-gara punya anak karir aku kehalang. Tapi aku juga nggak mau kamu ninggalin aku."
Tony sudah memprediksikan keinginan Lia yang seperti ini, sehingga ia pun mencari jalan keluar juga.
Tony :"Aku tau gimana perasaan kamu. Kalo kamu nggak mau punya anak cepet kita bisa pake program KB, kalo nggak mau aku bisa pake pengaman. Aku juga mau sukses di karir biar aku bisa bahagiain kamu. Aku minta nikah cepet karna aku ingin kamu. Aku nggak mau ngecewain mama papa cuma karna aku nggak bisa tahan diri setiap kali aku deket ma kamu. Jadi aku mohon...kamu terima apa yang papa mama minta ya,??"
Lama Lia berpikir, apa yang dikatakan Tony memang benar. Sekarang kehamilan bisa di tunda dengan berKB, dan ia juga memikirkan kata-kata Tony yang tidak ingin mengecewakan orang tuanya hanya karna bisikan yang ketiga (maksudnya syaiton ya.....).
Lia :"Oke.....aku...aku...terima saran kamu. Tapi kamu yang pake pengaman, aku nggak mau pake KB, aku takut nggak cocok yang ada malah ngehambat aku punya anak disaat aku ingin."
Mendengar jawaban Lia, senyum merekah delima dari Tony pun keluar. Langsung saja ia memeluk Lia, karna bahagia dengan jawaban yang setuju untuk menikah dengannya.
-------&&&&-------
__ADS_1