Cukup aku saja

Cukup aku saja
Shift Pertama


__ADS_3

Maafkeun dirikiu yang baru bisa update hari ini, karena sesuatu dan lain hal...


$$$$$$$--------------$$$$$$$


Keesokan paginya


Lia :"Yups....masak udah, mandi juga. Sarapan siap, bekel buat Tony juga udah. Jam masih 1/2 jam lagi, berangkat sekarang aja dah..." Ucap Lia sambil mengecek jam dan pekerjaannya. Kemudian Lia pun pergi mengambil hpnya, tak lupa juga membawa powerbank dan bekal makanan untuk Tony.


Sampai depan, belum Lia membuka pintu tiba-tiba bunyi bel. Lia pun langsung membukakan pintu. Dan Tony pun sudah bertengger di depan pintu apartemen Lia.


Tony :"Assalamualaikum sayang...." Salam Tony mendekat dan mengecup kening Lia.


Lia :"Waalaikumussalam... Mau kemana, bukannya dapet piket malem ya,?" Tanya Lia heran melihat Tony yang sudah rapi.


Tony :"Mau nganterin bini aku piket.." jawab Tony sambil tersenyum manis yang bikin hati jadi klepek-klepek.


Lia :"Nggak capek mangnya ntar jadi bolak balik anter jemput aku,??"


Tony :"Nggak koq, kan rumah sakit juga deket. Juga yang tak anter kan bini ku sendiri, buat kamu apa sih yang nggak...!!!" Gombal Tony disertai dengan senyuman mautnya yang bikin kelapa goyah.

__ADS_1


Lia :"Please deh...nggak usah pake lebay segala. Kalo gitu ayo dah kita berangkat sekarang, biar nggak telat absennya. Bisa ada waktu juga buat sarapan bareng." Ajak Lia untuk segera bergegas.


Sesampainya di rumah sakit, Lia turun di UGD dan Tony pun pergi untuk memarkirkan mobilnya dan langsung menyusul Lia ke UGD.


Perawat :"Pagi dokter Lia."


Lia :"Pagi juga...!" Senyum Lia sambil absen dan melihat keliling keadaan UGD. "Dokter visitenya siapa mbak,?" Tanya Lia karna melihat jumlah pasien yang belum di pindahkan ke bagian perawatan.


Perawat :"Dokter Ifan dok, tapi dokter Ifan belum dateng. Kenapa dok,?"


Lia :"Bisa sarapan bentar kan, 10 menit aja,!" Tanya Lia sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan angka 07.45


Lia :"Oke....makasi ya mbak...aku makannya di depan koq,!"


Kemudian Lia pergi dan berpapasan dengan Tony. Langsung saja mengajak Tony untuk sarapan di bangku taman halaman depan UGD.


Selesai sarapan Tony pun langsung pamit pulang dan Lia pun langsung kembali ke UGD. Masih kurang 5 menit lagi menuju jam 8. Lia pun stay di UGD bersama dengan para perawat.


Jam 8 tepat dokter Ifan pun datang. Melihat wajah baru di UGD ia pun menaikkan dagunya, isyarat menanyakan identitas yang di maksud.

__ADS_1


Lia :"Pagi dok, nama saya Lia, saya dokter koas yang tugas di UGD, saya dokter umum.!" Sapa Lia sekaligus memperkenalkan diri.


Ifan :"Oke, kalo gitu kita mulai visite pagi hari ini." Perintah dokter Ifan yang langsung diikuti oleh Lia dan beberapa perawat yang membawa status pasien.


Setelah selesai visite, dokter Ifan menuliskan hasil pemeriksaannya. Beberapa perawat juga mulai memindahkan pasien menuju ruang perawatan.


Ifan :"Pasien yang baru dateng, yang belum di lakukan pemeriksan nanti periksa laboratorium sama ke radiologi. Dokter Lia tolong bantu temen-temen perawat nanti ambil darah pasien untuk diperiksa di laboratorium, perawat yang laki tolong bawa pasien yang mau periksa di radiologi. Sebelumnya, nanti dokter Lia tolong hubungi dokter spesialis untuk para psien yang sudah dipindahkan. Nanti kamu bisa lihat hasil visite saya."


Lia :"Siap dok. Saya ulang lagi, jumlah pasien ada 12, 5 orang di pindahkan ke ruang perawatan, 3 orang Konsul dokter obgyn atas nama Ny. Rasmi, Ny. Linda dan Nona Agesha. 2 orang ke dokter bedah atas nama Pak Jurni dan anak Dani. 7 orang pemeriksan, 2 orang periksa radiologi atas nama anak Dimas dan Pak Jumedan, 5 orang sisanya cek laboratorium periksa darah lengkap." Ulang Lia membacakan hasil coretan saat pergi visite bersama dokter Ifan.


Ifan :"Perfect.." jawab pelan Ifan.


Lia :"Gimana dok,?" Tanya Lia yang sayu-sayu mendengar jawaban dokter Ifan.


Para perawat pun tak percaya dengan yang diucapkan oleh dokter Ifan. Karna setau mereka dokter Ifan adalah dokter dingin tanpa senyum.


Ifan :"Ah...nggak, maksud ku yang kamu sampein tadi bener. Ya udah kalian kerjain semuanya, ada apa-apa saya ada diruangan saya.." jawab Ifan sambil berdiri dan berlalu ke ruangannya.


Lia pun langsung pergi mengambil alat-alat untuk melakukan pemeriksaan yang disuruh oleh dokter Ifan.

__ADS_1


__ADS_2