
Mama :"Ya udah kamu istirahat aja dulu. Mama mau keluar buat telpon papa, buat bawain makanan lebih." sambil berjalan ke luar kamar.
Setelah mama Lia keluar, Ifan mendekat ke arah Lia dan Al yang sedang tertidur.
"Lia...aku bahagia kamu ada di sisiku. Mungkin waktu ku nggak lama lagi, untuk nebus kesalahanku, maka aku akan mengantarmu kembali pada Tony. Tapi....jujur saja, sebenarnya aku tak sanggup jika aku harus meninggalkan dirimu, aku masih sangat mencintaimu, aku berharap aku masih ada waktu untuk bisa bersamamu lebih lama lagi...." batin Ifan sambil mengelus lembut kepala Lia.
Lia :"Hem....mas udah dateng. Mas istirahat dulu ya. Mama, papa sama ayah kemana,?" Lia terbangun ketika Ifan mengelus kepalanya.
Ifan :"Lagi keluar cari makan."
Lia :"Mas koq pucat banget,? Mas sakit ya,?" tanya Lia sambil menjulurkan tangannya menyentuh kening Ifan untuk memeriksa apakah Ifan demam atau tidak.
Lia :"Tuh kan...mas kurang istirahat dah ini makanya badannya mas agak demam, sampe pucat kayak gitu....!"
Ifan :"Nggak apa koq sayang. Kamu istirahat aja dulu, mas tidurnya di sana aja ya, kebetulan kepala mas pusing."
__ADS_1
Lia :"Iya mas. Met istirahat ya mas...!"
Ifan pun berdiri dan mengecup kening Lia lalu mencium Al dan pergi ke sofa untuk istirahat.
Keesokan paginya, dokter pun melakukan pemeriksaan pagi (visite).
Dokter :"Ibu Lia, keadaan ibu sudah baik. perdarahannya juga sudah sedikit. Si baby juga udah bisa BAB, BAK dan menyusu. Nanti bisa pulang jam 9 ato jam 10. Sebelum pulang nanti bayinya di imunisasi dulu ya...!"
Ifan :"Oke dok. Terimakasih banyak dok."
Setelah diperiksa dan diperbolehkan pulang, Ifan pun menyelesaikan administrasi. Sambil menunggu, Mama Lia membantu Lia membersihkan diri dan merapikan pakaian. Setelah beres semua dan Al sudah di imunisasi mereka pun pulang. Sesuai keinginan Lia, mereka pun pulang kerumah Lia.
Lia :"Tapi kan mas belum sarapan,! Mas sarapan dulu baru pulang."
Mama Lia :"Bener nak, kamu makan dulu baru pergi,!"
__ADS_1
Ifan :"Iya dech ma, Ifan maem dulu kalo gitu."
Setelah selesai makan Ifan pun pamitan dan pergi. Di jalan Ifan menghubungi Si X dan menanyakan dimana. Setelah Si X memberi tahukan tempatnya ia pun langsung menuju ke tempat yang diberitahu Si X.
Ifan :"Gimana keadaanmu,?" tanya Ifan setelah sampai di sebuah rumah yang ia beli untuk Si X dan Tony tinggal.
Si X :"Saya baik-baik saja bos. Bos sendiri bagaimana,?"
Ifan :"Kamu tenang saja. Untuk beberapa bulan kedepan aku masih bisa menahannya...!" sambil berusaha tersenyum di depan Si X.
Setelah kejadian tabrakan itu, Si X dan Tony menjalani operasi dan di kontrol langsung oleh Ifan. Si X mengalami pendarahan pada salah satu ginjalnya sehingga ginjalnya harus diangkat, dan sampai saat ini Si X hanya memiliki 1 buah ginjal.
Sedangkan Tony mengalami gangguan pembekuan darah pada kakinya serta patah tulang pada tulang kering yang menyebabkan kehilangan satu kakinya dan sempat koma selama 3 bulan. Selama itu Ifan menyembunyikan keberadaan Tony.
Tony :"Bagaimana keadaan Lia,?"
__ADS_1
Ifan :"Lia baik-baik saja. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu berdua. Apa kau punya waktu,?"
Tony hanya bergerak mengubah arah kursi rodanya menuju kamarnya tanpa berbicara pada Ifan.