
Tak terasa waktu liburan Lia dan Tony yang 2 hari sudah habis. Apartemen Lia pun sudah terjual kemarinnya.
Tony :"Sayang, kita kan piket malem entar, mumpung masih siang gini kita bawa aja sisa barang-barang kerumah,!" saran Tony.
Lia :"Nggak usah dulu. Kan sisanya juga tinggal pakaian aja yang 5 koper itu. Gampang lah itu....bisa besok juga koq....!" jawab Lia sambil rebahan dengan kepala berada di paha Tony.
Tony :"Terserah kamu aja yank....!" sambil melanjutkan nyemil dan nonton TV.
2 Minggu kemudian...
Tony :"Aku nginep di rumah ya malem ne, kan hari ne ma besok kita libur piket....!" pinta Tony.
Lia :"Tumben banget pake ngijin segala, biasanya juga kalo mau nginep dirumah langsung pulang aja tuh, bobok di rumah..."
Tony :"Soalnya kan liburnya yang sekarang pas banget nih ma malam minggu....ya...sekalian mau ngomong ke mama papa buat ngajakin kamu kencan gitu....!"
Lia :"Dasar....ada maunya aja baru pake ngijin segala...! Iya...nginep aja dirumah...!"
Setelah sampai di rumah Lia, mereka langsung masuk ke dalam rumah. Di rumah pagi ini hanya ada mama, karna papa shift pagi dan mama sedang libur.
Tony :"Assalamualaikum ma...!" salam Tony saat melihat mama sedang nonton acara TV dan mencium punggung tangannya.
Mama :"Udah pada sarapan belum, kalo belum sarapan dulu sana baru istirahat. Lia mana,?" sambil mencari putrinya.
Tony :"Langsung ke kamar mandi ma, katanya udah kebelet dari tadi. Iya ma...ma tonyau bermalam disini,!"
Mama :"Iya...kamarnya dibawah ya seperti biasa....!"
Tony :"Ya udah ma kalo gitu Tony mandi dulu baru sarapan...!" pamit Tony menuju ke arah kamar yang selalu ia tempati.
Lia :"Assalamualaikum ma, Tony mana,?" tanya Lia setelah kembali dari kamar mandi.
__ADS_1
Mama :"Udah ke kamarnya...kamu buruan mandi terus makan...habis itu istrahat,!" perintah mama.
Lia :"Iya ma kalo gitu, Lia ke kamar dulu ya ma...!"
Setelah selesai mandi, Lia dan Tony pun makan bersama di meja makan tanpa ditemani oleh mama. Dan setelahnya mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk istrahat.
Saat malam, setelah shalat Maghrib berjamaah (papa, mama, Lia, Tony dan aku....😊😊😊) Tony meminta ijin untuk keluar berdua dengan Lia. Setelah mendapatkan ijin mereka pun keluar berdua untuk melakukan kencan. Ya.....bisa di bilang ini adalah kencan pertama mereka. Meskipun sudah sering berdua, tetapi mereka tidak pernah melakukan kegiatan kencan seperti yang pasangan lain lakukan. Seperti pergi berdua ketaman, nonton bioskop atau berjalan-jalan sambil bergandengan tangan.
Lia :"Kita mau kemana ne sekarang,?"
Tony :"Maunya sayang kemana,?"
Lia :"Kita makan di warung deket taman yang deket apartemen itu aja ya, kan bisa sekalian santai terus jalan-jalan di taman,!" saran Lia.
Tony :"Oke juga tuh...!" ajak Tony dan melajukan mobilnya ke arah apartemennya.
Sesampainya di warung yang di maksud, mereka pun langsung memesan makanan. Meskipun hanya warung tapi kualitas makanannya nggak kalah dengan restoran berbintang dan kebersihannya pun terjamin.
Lia :"Yaaaaa....hujan....jalan-jalannya nggak bisa dech....!" cemberut Lia.
Tony :"Udaaaahhhh....jangan sedih gitu, namanya cuaca tak terduga, siapa yang tahu kalau mau hujan. Kita pergi makan es krim aja, gimana,?" rayu Tony sambil mengeringkan kepala Lia dengan handuk kecil yang ia sediakan di dalam mobil.
Lia pun mengangguk setuju. Mereka pun menuju ke sebuah tempat biasa dulu mereka memesan dan makan es krim bersama.
Waktu pun berlalu, tak terasa sudah lewat 1 bulan dari hari pertunangan mereka. Setiap mendapatkan libur bersamaan, mereka mengisinya dengan berkencan, menjadi sepasang kekasih layaknya pasangan yang lain.
Mulai dari pergi ke taman, dinner, nonton bioskop bahkan mereka pun sering menunjukkan musim berbunga mereka di Rumah Sakit. Seakan ingin membagikan rasa cinta mereka yang berlimpah ruah kepada orang-orang yang melihat atau memperhatikan mereka.
Lia :"Apa kita gak kemesraan kalau di rumah Sakit,?" tanya Lia yang sedang istirahat dan di temani oleh Tony di depan rumah sakit sambil makan siang.
Tony :"Siapa yang bilang,? Ah..." tanya Tony sambil menyuapkan makanan ke dalam mulut Lia.
__ADS_1
Sejak resmi bertunangan, terkadang mereka makan 1 piring berdua. Kadang Lia yang menyuapi Tony kadang juga sebaliknya. Tapi, jika sedang dalam lingkungan rumah sakit, maka Tony akan lebih aktif dalam memperlakukan Lia.
Ia ingin menunjukkan bahwa posisinya saat ini adalah seseorang yang akan memiliki Lia selamanya.
(Taulah~~~ siapa yang dimaksud. Gibah sedikit gak masalah kok, kan orangnya lagi gak ada...)
Tetapi, yang di maksudkan Tony selalu kena sasaran. Di lain tempat, Ifan selalu memperhatikan sepasang kekasih ini. Memendam kebencian, kecemburuan dan kekesalannya pada Tony.
Ifan :"Sebenarnya apa yang kamu lihat dari Tony,? Tak bisakah kau hanya memperhatikan aku." ucap Ifan seorang diri sambil memperhatikan kemesraan Lia dan Tony.
Ifan :"Hah, apa aku sudah gila ya,? Perempuan bukan cuma dia aja di dunia ini. Tapi~~~, sudah terlanjur cinta, terlanjur suka, mau gimana lagi. Apalagi, baru kali ini aku menginginkan sesuatu sampai seperti ini. Maaf Lia, aku harus bisa memilikimu, aku ingin kamu mengisi hariku ini, walaupun aku harus berubah menjadi seorang pembunuh atau bahkan menjadi seorang psikopat."
Hari demi hari pun berlalu, tak terasa beberapa minggu lagi adalah acara pernikahan mereka.
Tony :"Halo sayang, lagi dimana,?"
Lia :"Lagi di rumah, kenapa,?"
Tony :"Aku jemput ya, buat kencan ala rumahan malam ini,!"
Lia :"Kencan ala rumahan,? Maksudnya,?"
Tony :"Hem, gimana kalo nonton film aja di apartemen. Kemarin lusa aku udah pasang home teater, jadi bisa nonton seperti di bioskop gitu."
Lia :"Iya, aku kasi tau mama dulu, kebetulan juga hari ini mama lagi bikin camilan."
Tony :"Oke, kalau gitu kamu bukain pintu gerbang dong, aku di luar nih."
Langsung saja Lia bangun dari tempat tidurnya dan melihat ke arah jendela.
Lia :"Kenapa gak langsung masuk aja sih." langsung mematikan panggilan dan turun untuk membukakan pintu.
__ADS_1
Kemudian Tony pun dipersilahkan masuk dan duduk, mengobrol dengan papanya Lia mengenai kemajuan perkembangan mereka di rumah sakit. Setelah Tony meminta izin kepada orang tua Lia untuk keluar, dan Lia menyiapkan camilan serta minuman yang akan di bawa serta mengganti pakaian mereka pun menuju ke apartemen Tony.