
Setelah selesai sarapan, Ifan pun berpamitan pada Lia. Lia mengambil cuti 2 hari yang lalu. Ia sudah menjadi dokter tetap setelah masa koasnya selesai. Dan saat ini ia mendapat cuti sampai melahirkan anaknya dan berumur 1 bulan.
Setelah Ifan pergi, Lia pun merapikan dapur dan meja makan. Meskipun perutnya semakin besar tidak menghalangi Lia untuk melakukan pekerjaan rumah. Awalnya Ifan ingin mempekerjakan pembantu untuk membantu Lia agar tidak terlalu lelah. Tetapi Lia tidak menginginkan dengan alasan jika bekerja ia tidak akan terlalu memikirkan kepergian Tony.
Setelah semua yang di dapur selesai, ia menuju kamar untuk membersihkan kamar, kemudian membersihkan dirinya. Ia berendam dengan santai di kamar mandi. Tanpa terasa air matanya keluar dan kelamaan Isak tangisnya pun keluar dari bibirnya.
Lia :"Tony....sebenarnya kamu ada dimana,? Apa kamu masih hidup,? Kalo iya, kenapa kamu nggak cari aku sampe sekarang... Aku merindukanmu Tony...!" ucap Lia sambil menutup wajahnya, menangis sejadi-jadinya di dalam kamar mandi. Melepaskan rasa rindu yang tertahan, karna tak ingin menunjukkan kesedihannya di depan Ifan.
Lia :"Sekarang aku harus bagaimana,? Mas Ifan selama ini berusaha menjadi suami yang baik untukku, berusaha untuk menggantikan dirimu disisiku. Apa aku harus ngelupain kamu dan belajar mencintai mas Ifan,?"
Setelah hampir 1 jam berendam, Lia pun mengakhiri berendamnya. Kemudian ia berpakaian dan meminum susu yang sudah ia buat td sebelum masuk ke kamar. Karena kelelahan dan sudah berendam lama akhirnya Lia pun ketiduran.
Jam 02.20 siang
Ifan pulang dari shift paginya. Sesampainya di rumah ia tak melihat siapa-siapa.
__ADS_1
Ifan :"Lia kemana ya, koq sepi banget rumah,?" sambil mencari Lia di dapur dan di teras.
Kemudian Ifan masuk ke dalam kamar, dilihatnya Lia yang masih tertidur dengan tenangnya.
Ifan :"Udah mau lahiran, tidurnya udah kayak anak kecil, selimutnya dimana yang pake dimana,?" senyum Ifan sambil menyelimuti Lia dan mengecup kening Lia.
Merasakan sesuatu menyentuhnya membuat Lia menjadi terbangun.
Ifan :"Maaf sayang, mas buat kamu bangun ya,?"
Begitu akan berdiri tiba-tiba saja Lia merasakan ada cairan banyak yang keluar dari *********** seperti air kencing. Semenit kemudian rasa mulas menjalar ke perut bagian bawah dan perut yang mulai menegang membuay Lia tak bisa menahan rasa sakitnya.
Lia :"Akh....mas....perut Lia sakit mas...aaakkhhh...."
Ifan :"Kamu kenapa sayang,?" kaget Ifan sambil berjalan cepat ke arah Lia begitu mendengarnya teriak dan langsung menunduk memegang perut Lia.
__ADS_1
Lia :"Huufft....kayaknya...mau lahiran mas...itu...air ketubannya...udah pecah...aaahhhkkkk....sakit mas....!" sambil menggenggam tangan Ifan.
Ifan :"Tarik nafas sayang, aku ambilin semua keperluan melahirkan. Dimana ditaruh,?"
Lia :"Di dalam lemari paling bawah. Udah aku taruh semua 1 tas....!" sambil menarik nafas dan menahan sakit.
Ifan langsung ke lemari mengambil perlengkapan melahirkan. Mengambil baju daster dan menuju ke arah Lia.
Ifan :"Maaf sayang, kamu harus ganti baju, bajumu basah sama air ketuban."
Lia :"Sakit mas....aku nggak bisa ganti sendiri." masih sambil menarik nafas dan menahan sakit yang sudah semakin lama semakin sering sakitnya.
"Gimana mau gantiin bajunya, selama ini aku nggak pernah lihat tubuh Lia, jangankan lihat pegang pipi aja baru tadi pagi..." batin Ifan.
Lia :"Mas....gantiin ayo...aku udah nggak tahan...sakit banget mas....!"
__ADS_1
Langsung saja Ifan membuka baju Lia dan menggantinya dengan yang baru. Dan menggendong Lia ad bridal style dengan menyangklek tas ke basement menuju mobilnya.