Cukup aku saja

Cukup aku saja
Saat bersamamu


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa sudah mendekati hari kelulusan. Sebelum hari kelulusan aku dan Tony pergi untuk mengikuti tes di sebuah universitas. Ya.... kami mengambil universitas yang sama.


Lia :"Kamu mau ambil jurusan apa,?"


Tony :"Entahlah..." balasnya dengan nada malas


Lia :"Kalo kamu aja nggak tau mau ambil jurusan apa, kenapa kamu mau ikut tes di kampus ini. Bukannya dulu kamu mau ambil manajemen di luar kota,?" tanyaku dengan sewot


Tony :"Ya terserah aku dong mau aku ambil jurusan apa, kuliah dimana,! Yang penting kamu bisa samaan sama aku" sambil berlalu pergi ke tempat pengumuman. Dan akupun ikut berlari kecil mengikutinya.


Setelah mengikuti tes, kita pulang bersama. Kerumah masing-masing.


Seminggu kemudian acara kelulusan kami dan lusa ada pengumuman kelulusan kami di universitas.


Saat aku melihat di papan pengumuman nama ku pun tertera di sana. Lulus di jurusan kedokteran, sama dengan pekerjaan orang tua ku. Selain keinginan mereka, menjadi dokter juga adalah cita-citaku sejak kecil.


Ku jelajahi mata ini untuk mencari nama Tony. Ya, hari ini aku tidak bersama Tony, katanya ada yang perlu ia selesaikan.


Saat mataku menjelajahi deretan nama, kulihat nama Tony ada di satu jurusan dengan ku. Ya, jurusan kedokteran....


Lia :"pantas aja dia nggak mau ngasi tau aku dia ambil jurusan apa" sambil tersenyum "with you again, thanks Tony" sambil mengulum senyum berlalu di antara kerumunan untuk melangkah pulang.


Lia


Kenapa kamu nggak kasi tau aku kalo kamu juga ambil jurusan kedokteran,?


Aku mengirimnya pesan.


Lama tak ada balasan darinya. "apa dia sangat sibuk, sampai pesanku nggak dibalas, dibaca aja nggak" protesku sendiri di dalam kamar.


Malam pun tiba


"Lia....Lia....apa kau dirumah,?"


Kudengar suara Tony memanggilku di depan rumah.


"Iya...tunggu sebentar" sambil berjalan untuk membukakan Tony pintu


--------------------------------


Setelah mempersilahkan Tony masuk, aku ke dapur untuk menyajikannya minuman dan cemilan.


Lia :" kenapa nggak balas SMS ku,? segitu sibuknya ma urusannya, sampe baca dan balas SMS ku aja nggak sempet!!!" kesal ku sambil mengerucutkan bibirku.


Tony :"maaf Lia, hp ku low jadi aku belum sempat buka pesanmu. Bisa aku numpang nge-charge di rumahmu, karna tadi begitu urusan ku selesai aku langsung menemui mu" jelasnya dengan wajah memohon sambil sambil menyerahkan hpnya yang mati.

__ADS_1


Aku pun pergi ke kamar untuk mencharger hpnya.


Lia :"apa ada yang ingin kau katakan dengan jujur mungkin padaku,???!!!!" tanyaku pada Tony dengan menekankan nada mungkin.


Lama Tony berpikir, aku tau apa yang dimaksud oleh Lia. "maaf lagi Lia, aku nggak ada maksud apa-apa. Aku ambil jurusan kedokteran yang sama denganmu ya....karna aku nggak punya kenalan, itu saja. Aku hanya malas untuk mencari teman lagi, karna aku punya kamu, ya aku pikir cukup kamu aja yang jadi temanku" jelasnya panjang lebar.


Lia :"apa kau yakin dengan jawabanmu ini, tapi aku merasa kamu nyembunyiin sesuatu dari aku. Aku udah lama kenal kamu Ton, jadi gelagatmu yang bagaimana aku pun tau" tatap Lia dengan pandangan tak percaya.


Tony :"aku berkata jujur Lia....!!" sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V


"Maaf Lia, aku nggak bisa kasi tau kamu sekarang, karna ini belum waktu yang tepat" batin Tony sambil meminum minuman yang di sajikan oleh Lia.


Kira-kira apa yang disembunyikan Tony ya,????


Kepo kan...sama...aku juga kepo...


🤔🤔🤔🤔


(nada panggilan masuk)


Lia :"halo ma?"


-----------------------


Lia :"koq tumben banget, kan biasanya nggak pernah sampe lewat sehari,?"


-----------------------


-----------------------


Lia :"Tony ada sih ni ma, mama mau ngomong,?"


Menyerahkan hp ke Tony.


Lia :"ne Ton, katanya mama mau ngomong sama kamu"


Tony :"iya Tante kenapa,?


----------------------


Tony :"oke Tante. Ntar aku kasi tau Lia, jaga kesehatan Tante. bay.....!!"


Lia :"mama bilang apa,?" sambil mengambil hp yang diberikan Tony.


Tony :"Tante nyuruh aku nginep disini jagain kamu, soalnya Tante nggak tau pulang jam berapa"

__ADS_1


Saat malam, aku sibuk di dapur untuk membuatkan makan malam. Karna kebetulan Tony juga bermalam di rumah ku.


Lia :"ton...buruan turun, makanannya udah jadi ne" teriak ku memanggil Tony untuk segera turun


Setelah beberapa saat Tony pun turun dan duduk berhadapan dengan ku. Dan kita berdua makan malam bersama.


Hal seperti ini sudah biasa, jika orangtua ku tidak bisa pulang karna lembur atau pergi ke luar kota, Tony akan menginap di rumah ku.


Setelah makan malam, kami duduk diruang keluarga untuk nonton tv bersama, hingga tak terasa waktu sudah larut.


Kami menaiki tangga bersama, yang memang karna kamar ku di atas dan kamar kosong 1 yang biasa di pakai jika Tony harus menginap dirumah ku juga bersebelahan dengan kamar ku.


Saat di tangga tiba-tiba lampu mati. Langsung saja Tony menyalakan senter di hpnya untuk turun mencari lilin di dapur. Begitu ia hendak pergi tanpa sadar aku langsung menggenggam lengannya sambil ketakutan. Ya....aku paling takut dengan gelap dan suara petir.


Lia :"turunnya barengan ya Ton, aku takut sendiri di tangga"


eh buset, ne lengan ku untung banget bisa nempel ma dada kenyalnya Lia...eh sumpret ne otak mesum. Batin ku ketika Lia menempel pada lengan ku


Tony :"Hem...turun tangganya hati-hati ya"


Setelah sampai dapur kami mencari lilin. Tapi sialnya ternyata lilin yang biasa disiapkan sama mamanya Lia sudah habis.


Tony :"gimana terus, nggak ada lilin ne, masak mau pake senter hp sampe pagi,?"


Lia :"kalopun mau beli lilin sekarang juga nggak bisa, ne dah tengah malem, mana ada orang jualan buka sampe jam seginian"


Sambil berjalan ke kamar kami memikirkan solusinya. Karna Lia takut gelap dan beli lilin di jam segini pun adalah hal yang mustahil.


"kita tidur sekamar aja, nggak apa kalo tu hp mati sampe pagi, yang penting aku nggak sendirian" kata Lia memecah keheningan.


Aku pun kaget mendengarnya. Biar kita sahabatan dari kecil, tapi untuk bersentuhan badan bahkan tidur sekamar itu adalah hal yang tidak biasa kami lakukan.


"Yakin mau tidur sekamar,???" tanya ku untuk meyakinkan Lia.


Dia hanya mengangguk dengan pasti.


Setelah sampai kamar aku meletakkan hp dengan senter yang tetap menyala di atas meja sebelah tempat tidur. Kami tidur seranjang karna Lia tidak mengizinkan ku tidur di bawah.


Deg....


Deg....


Deg....


Deg....

__ADS_1


"ya Tuhan....ne jantung kayak udah mau keluar aja...seandainya kamu dah sah jadi istri aku....habis dah kamu ku makan sayang" batin ku dengan pikiran-pikiran mesum ku.


__ADS_2