Cukup aku saja

Cukup aku saja
Perubahan


__ADS_3

Setelah semua status pasien diselesaikan dan semua pasien yang hanya mendapatkan luka ringan di perbolehkan pulang, Lia pun bersiap-siap untuk pulang.


Ifan :"Udah mau pulang sekarang,?" tanya Ifan saat berpapasan akan absen pulang.


Lia :"Iya sih ne mas. Kenapa,?" jawab Lia sambil berjalan bersamaan dengan Ifan.


Ifan :"Barusan ayahnya mas nelpon buat di beliin es krim di toko es krim yang baru buka seminggu yang lalu. Kamu tau tempatnya nggak,?"


Lia :"Seminggu yang lalu....ooohhh...Lia tau mas. Mau dianterin kesana,?"


Ifan :"Beneran bisa,? Ntar kamu dimarah ma Tony gara-gara jalan sama aku.!"


Lia :"Kebetulan Lia juga mau beli es krim kok mas, biar sekalian."


Ifan :"Bukannya tadi udah makan tiramisu cake sama sponge cake,? Memangnya belum kenyang,?"


Lia :"Iya ya....mau datang bulan mungkin mas makanya nafsu makan meningkat,!" jawab Lia seadanya.


Setelah sampai basement.


Ifan :"Mana mobilnya,?"


Lia :"Nggak bawa, soalnya antar jemput sama Tony. Tadi sudah telpon Tony, tapi lagi kena macet, jadinya aku bilang buat jemput di toko es krim aja,!"


Ifan :"Ya sudah, kalo gitu ayo naik ke mobil,!"


Mereka pun pergi bersama ke toko es krim yang dimaksud. Sesampainya di toko, Ifan langsung memesan es krim yang menjadi pesanan dari ayahnya. Sekaligus memesan es krim matcha pesanan Lia.


Setelah selesai memesan. Ifan pun mengajak Lia untuk mencari tempat duduk. Mereka mendapat kursi di pojokan. (Asyik neh...dapet mojok...yang jomblo jangan di pojokan sendirian ya, nanti ayam tetangga mati lho....!!!!)


Setelah pesanan datang, Lia pun langsung menyantap es krim ukuran doblenya.


Lia :"Mas Ifan nggak pesan es krim,?" tanya Lia sambil memakan es krimnya.


Ifan :"Nggak....kamu aja yang makan es krim,!"


Lia :"Kenapa,? Nggak seneng sama yang manis ya,?"


Ifan :"Seneng kok, malah banget lagi,!"


Lia :"Tu buktinya nggak ikutan makan es krim,?"


Ifan :"Manis aku dalam versi yang lain,?"


Lia :"Versi apa,?"


Ifan :"Iiihhh....jadi banyak tanya sih,!" sambil mencubit perlahan hidung Lia.


Lia :"Ya habisnya mas bilang suka manis tapi nggak ikutan pesan. Kan nggak ada buktinya,!!!"


Ifan :"Buktinya aku suka sama kamu.!" jawab Ifan spontan.


Lia :"Ah,? Maksudnya mas suka aku,?" tanya Lia terkejut dengan jawaban Ifan.


Mendengar pertanyaan balik dari Lia membuat Ifan sadar bahwa ia sudah keceplosan saat berbicara barusan.

__ADS_1


"Astga...keceplosan mulut ku...parah dah...!" batin Ifan dalam hati.


Ifan :"Itu...maksud aku itu....!"


Lia :"Bentar mas, Tony nelpon, mungkin udah mau sampai, Lia angkat telponnya Tony dulu,?" izin Lia memotong pembicaraan Tony. Ifan hanya bisa mengangguk.


"Untung si Tony nelpon tepat waktu, jadi ke alih deh....hampir aja ketauan..." batin Ifan.


Ifan :"Apa katanya Tony,?" tanya Ifan setelah Lia selesai menerima panggilan.


Lia :"Itu dia sudah sampai depan." sambil menunjuk ke arah Tony.


Tony pun sampai di tempat dimana Lia berada. Saat ia sampai ia melihat Lia bersama Ifan.


Tony :"Kutu kupret tua itu. Tau Lia udah jadi punya orang, masih aja ngekor kemana Lia pergi...!" kesal Tony dan langsung masuk ke dalam.


Tony :"Hai sayang....sudah lama nunggunya,?" sapa Tony dan langsung mencium kening Lia. Lia pun menerimanya dengan senang.


"Eeettt dah....Indonesia ne bro, maen sosor aja tu monyong...ngajakin perang manusia satu ne...." batin Ifan dengan kesal.


Lia :"Nggak juga koq, kebetulan aja ada mas Ifan yang mau ikutan beli es krim,!"


Tony :"Dokter Ifan terima kasih banyak sudah mau menemank Lia. Kalau gitu kami balik ya dok...!"


Ifan :"Oke. Hati-hati dijalan ya,!" senyum palsu Ifan, karna Ifan masih ingin berdua dengan Lia.


Lia :"Iya mas, mas juga hati-hati ya pulangnya. Salam sama Om Dika ya mas. Ayo sayang kita pulang, soalnya dah laper ne,!"


Ifan :"Udah laper lagi,? Kan baru aja maem es krim double, tadi juga sebelum pulang kamu udah maem. Jangan kebanyakan lho...yang ada ntar kamu sakit....!" perhatian Ifan ke Lia.


"Kenapa ya sama Lia, koq nafsu makannya jadi berlebihan gini,? Apa jangan-jangan....??" gejolak batin Tony.


"Badannya Lia jadi tambah berisi dan padat, apa lagi di dada sama bokongnya,? Apa karna nafsu makannya yang bertambah ato gimana,?" batin Ifan yang kebingungan.


(Nah yo pada, punya batin bingung semua kan...ceweknya aja batinnya masih adem ayem kayak apem....)


Sepanjang perjalanan, Tony memperhatikan Lia. Ia merasakan ada sesuatu yang berbeda dari kekasihnya, hanya saja ia merasa tidak yakin dengan hal itu.


Tony :"Sayang....aku mau tanya, bulan ini kamu udah ketemu haid belum,?"


Lia :"Belum, biasanya sih tanggal 25, akhir bulan gitu. Kan sekarang baru tanggal 15. Kenapa emangnya,?"


Tony :"Nggak ada sih cuma tanya aja. Soalnya tak perhatiin pola makannya sayang semakin besar aja, nggak takut gemuk,? Besok bajunya nggak muat lho....!" goda Tony.


Lia :"Kamu nggak seneng lihat aku gemuk, kamu nggak suka ya,?" jawab Lia sambil menangis.


Melihat Lia yang tiba-tiba menangis membuat Tony menjadi bingung.


Tony :"Maaf sayang...bukan gitu maksud ku, biar kamu gemuk juga nggak masalah kok, selama itu kamu apa pun yang terjadi aku tetep suka, tetep cinta sama kamu sayang....jadi jangan nangis ya sayang...!" bujuk Tony.


Lia :"Kamu...janji...kalo kamu...bakalan tetep...suka sama aku...tetep cinta sama aku...!" jawab Lia sambil sesenggukan menahan tangisnya.


Tony :"Iya sayang....kamu itu cinta pertama dan cinta terakhir aku....!" senyum Tony sambil menggenggam tangan Lia lalu menciumnya.


Lia :"Kalo gitu...berhenti di pertigaan depan.!"

__ADS_1


Tony :"Mau ngapain yank,?" bingung Tony tapi tetap menuruti kemauan Lia. Setelah berhenti di tempat yang dimaksud, Tony pun paham kemauan Lia.


Lia :"Aku mau turun cari cake, tapi sebelum turun cium aku....!" rengek Lia.


Tony :"Ha, sekarang,? Di sini,?" kaget Tony sekaligus bingung.


Lia :"Iyalah sayang....masa mau tahun depan...!"


Tony :"Ma..mau cium yang mana,?" tanya Tony gugup, karena saat ini ia berada di parkiran dan tempatnya pun ramai.


Lia :"Bibir....!" ucap Lia dengan entengnya sambil menunjuk bibirnya.


"Kalo nggak diturutin, ntar nangis lagi, diturutin rame orang...otomatis ne junior langsung naik...dilema deh..." batin Tony dan mau tak mau mencium Lia.


Setelah mendapatkan yang Lia mau, ia pun turun dan langsung menuju ke toko kue untuk memesan kue yang ia mau. Setelah 15 menit ia pun kembali ke mobil. Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan pulangnya.


----------------@_@---------------


Sudah 3 hari ini UGD di penuhi oleh pasien. Dan membuat tim UGD menjadi kewalahan. Lia pun duduk di kursi sambil memijat kakinya yang pegal. Melihat wanita pujaan hatinya kelelahan, Ifan pun keluar sejenak dan membelikan minuman serta makanan ke minimarket depan rumah sakit.


Ifan :"Jangan di paksain. Kalo udah capek istirahat aja dulu.!" sambil menyerahkan cemilan yang baru saja ia beli dan menawarkan ke tim piketnya yang lain.


Lia :"Iya mas...makasi banyak mas...!" sambil mencari minuman baru yang kini menjadi kesukaannya. "Tau aja mas aku suka susu coklat...." langsung menyedot susunya.


Ifan :"Ya iyalah tau, orang setiap hari belakangan ini tak lihat kamu minum ini terus. Mumpung santai, habis ini pergi makan mau,?"


Lia :"Mau banget mas....kebetulan laper ne...!"


Ifan :"Ya udah...ayo sekarang mumpung pasien dah aman semua." sambil menarik dan menggenggam tangan Lia. Dan berpamitan pada tim agar tidak bingung mencari jika terjadi sesuatu.


Ifan :"Mau makan apa,?" sambil membawa mobilnya perlahan.


Lia :"Mau makan nasi ayam betutu, warungnya ada di deket perempatan depan sini mas."


Ifan :"Oke...!"


Setelah sampai tempat tujuan, mereka pun mencari tempat duduk dan memesan makanan. Tiba-tiba....


Lia :"Hoek....Hoek..." langsung menutup mulutnya dan berlari ke kamar mandi.


Melihat Lia yang berlari ke kamar mandi langsung saja Ifan mengikutinya dan membantunya dengan menekan-nekan leher Lia.


Ifan :"Kamu nggak apa-apa,? Kita balik aja dulu gimana,?"


Lia :"Nggak mas, Lia laper. Tapi nggak tau kenapa, begitu orang yang tadi lewat tiba-tiba jadi mual." sambil membersihkan mulutnya dengan tisu dan berkumur-kumur.


Saat berbalik, tiba-tiba Lia sempoyongan dan hampir terjatuh. Langsung saja Ifan memegang Lia dan memeluknya, menahan agar Lia tidak terjatuh.


Ifan :"Udah ah, kita balik aja. Ntar bungkus aja nasi...." ucapan Ifan terpotong seketika mendapati Lia yang kini sedang menghirup aroma tubuhnya.


Lia :"Baunya mas Ifan enak....kita tetep maem disini ya...tapi mas Ifan nggak usah jauh-jauh..." rengek Lia.


Ifan pun hanya mengangguk, menuruti keinginan Lia dan tak berbicara apapun sambil terbengong karena kaget.


"Alamat lagi hamil dah Lia..." batin Ifan dengan raut wajah sedihnya.

__ADS_1


__ADS_2