
Mendengar jawaban Lia, senyum merekah delima dari Tony pun keluar. Langsung saja ia memeluk Lia, karna bahagia dengan jawaban yang setuju untuk menikah dengannya. Kemudian Tony melepaskan pelukannya.
Tony :"Terus kapan kita mau kasi tau papa sama Mama tentang keputusan kita,? Tanya Tony sambil menggenggam dan mencium punggung tangan Lia.
Lia :"Karena besok kita harus ke rumah sakit dulu, mungkin 2 atau 3 hari lagi kita kasi tau papa sama Mama."
Tony :"Hem...oke sayang...Tapi, sebelum kita makan...apa bisa aku minta jatah hari ini,??" langsung mengubah posisi duduk jadi menghadap ke arah Lia.
Lia :"Ha, jatah...jatah apaan, udah ah, kamu makan aja langsung sana...! Ha ha...jatah apaan sih,!" gugup Lia yang memang sebenarnya tidak tahu jatah yang dimaksudkan oleh Tony.
Sebelum pergi ke dapur, dengan cepat Tony menarik tangan Lia, sehingga Lia jatuh terduduk di pangkuan Tony.
Tony :"Jatah yang ini...!"
Langsung saja Tony mencium bibir Lia, dengan lumatan yang lebih handal dari kemarin. Ciuman yang berlangsung agak lama sehingga memaksa mereka berhenti untuk mengambil nafas.
Setelah berhenti ciuman, sambil mengambil nafas mereka saling pandang dan saling melempar senyum sembunyi tangan.
Lia :"Udah ah...aku malu diliatin terus, kita ke dapur makan malam dulu. Aku udah laper...!" ucap Lia sambil malu-malu dan juga sudah mulai kelaparan.
Tony :"Iya sayang, ayo kita makan dulu.!" sambil menggenggam tangan Lia dan membawanya ke dapur untuk makan malam
Setelah usai makan malam bersama, Tony pun pamit kembali ke apartemennya sendiri.
__ADS_1
Tony :"Besok kita pergi ke Rumah Sakit samaan ya, malam ni kamu jangan tidur terlalu malam ya sayang, juga...kalau ada apa-apa langsung telepon aku ya. Aku harus balik dulu, aku nggak berani lama-lama berdua sama kamu,!" pesan Tony di depan pintu apartemen Lia sambil mengelus dan menyibak rambut Lia ke belakang telinganya.
Lia :"Takut kenapa,?" tanya Lia keheranan dengan kekhawatiran Tony.
Sambil mendekat ke telinga Lia dan berbisik...
"Aku takut khilaf terus makan kamu sayang..." goda Tony.
Langsung saja wajah Lia menunduk, dan ada rasa panas naik ke wajah dan telinganya, bahkan rasa panas tersebut Lia rasakan sampai ke ubun-ubun karena di goda oleh sang kekasih.
Lia :"Udah ah...buruan balik sana...bay...nice dream..!" sambil mendorong Tony karena tak tahan dengan rasa malunya.
Tony :"Oke sayang, I love you and nice dream to you honey." salam perpisahan dari Tony sambil mengecup lama di kening Lia dan masuk ke dalam apartemennya. Lia pun juga masuk ke apartemennya sendiri dengan senyum simpul sampai masuk kamar bahkan sampai ia tertidur.
Lia juga membuat bekal 2, untuknya 1 dan untuk Tony 1. Karna mereka sudah resmi pacaran dan akan menikah mau tidak mau Lia sudah harus mulai mengurusi calon suaminya itu.
Teet...teet...teet...
Bunyi bel di apartemen Lia.
Lia :"Siapa pagi-pagi gini yang bertamu, nggak tau orang lagi buru-buru apa...!" Omel Lia sambil berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu.
Cklek...
__ADS_1
Tony :"Hai sayang...udah siap kan,?" Sapa Tony begitu pintu terbuka.
Lia tak bisa menjawab pertanyaan Tony. Seketika saja semuanya menjadi kosong, blank begitu melihat sosok Tony di depannya. Dengan posisi bibir terbuka sedikit dan wajah yang tak bisa dilukiskan lagi rupanya saking kagetnya.
Laki-laki di depannya yang notabene sekarang adalah kekasihnya sekaligus calon suaminya sudah seperti lukisan berjalan yang dipastikan setiap mata wanita yang melihatnya akan keluar dengan sendirinya dari lubang tengkoraknya.
Sambil melambaikan tangan di depan wajah Lia..."sayang...kamu kenapa, apa ada yang aneh dari aku, bajuku nggak cocok ya...jelek banget ya,?" Tanya Tony membuyarkan kekaguman Lia sambil mengecek pakaian Tony sendiri.
Lia :"Ah....nggak koq sayang...cuma....begitu kamu keluar dari apartemen ini, semua wanita rela melepaskan mata mereka dari dalam tengkoraknya."
Tony langsung tertawa mendengar jawaban Lia. Ia pun langsung maju memeluk tubuh Lia dan mengangkat dagunya, mencium dan menghisap bibir Lia yang sudah menjadi kebutuhan dasar pengganti nasi dalam hidupnya. (Sekarang ciuman udah bisa jadi pengganti karbohidrat ya thor...waaahhh...ajaib dech)
Tony :"Aku butuh morning kiss dari bibirmu ini sayang, ciuman penyemangat pagi ku yang indah. And well....ini udah waktunya kita pergi sayang. Kamu bisa lihat aku sepuasnya nanti. Sekarang kita harus cepat biar nggak telat." Ucap Tony menghentikan ciumannya dan menyadarkan waktu yang sudah dibuang oleh Lia hanya untuk mengagumi makhluk tuhan yang tercipta yang paling seksi (by Mulan Jamilah)
Setelah tersadar Lia pun langsung ke dapur mengambil bekalnya dan mengambil tasnya yang sudah ia siapkan di sofa.
Sepanjang perjalanan ia selalu melirik ke arah Tony. Masih tidak percaya dengan apa yang disajikan di depannya. Terutama dengan yang ia dapatkan pagi tadi.
"Beneran yang di samping aku sekarang ne Tony, pacar ku, calon suamiku,? Koq bisa berubah ya,! Oh astaga....kenapa jadi kayak orang yang nggak pernah lihat laki ganteng aja..." Batin Lia sambil memukul pelan kepalanya sendiri.
Tony :"Hei sayang...kamu kenapa...dari tadi pagi koq kamu jadi aneh gitu. Bengong-bengong sendiri terus sekarang mukul kepala sendiri. Ada apa sih yang,?" Tanya Tony yang bingung melihat tingkah Lia.
Lia :"Kayaknya aku udah kesambet jin penghuni kamar depan,! Jawaban spontan dari Lia.
__ADS_1