
Sementara Lia mengambil darah para pasien yang ingin periksa. Seseorang di dalam ruang kerjanya sedang sibuk memperhatikan someone.
Sambil melihat ke arah jendela yang mengawasi kegiatan para perawat dan anak koas, Ifan sedang menggali dalam pikirannya.
Ifan :"Haaaaahhh.....sejak kapan aku mulai tertarik sama perempuan kayak dia...." gumam Ifan sambil menggelengkan kepalanya.
(Nah nah.....bakal-bakal cinta ne, but....apa yang digumamkan sama dokter Ifan bukan berarti dia homo ya gaes.....)
Setelah Ifan tersadar dalam lamunan tingkat dewanya, ia pun melanjutkan pekerjaannya di dalam ruangannya.
Dan Lia, setelah ia mengambil darah para pasien yang tak butuh waktu lama baginya, ia pun mengantarkan darah-darah tersebut ke ruang laboratorium. Setelah itu Lia mulai menghubungi para dokter spesialis untuk mengkonsulkan pasien-pasien yang membutuhkan penanganan secepatnya.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, 2 jam lagi shift paginya berakhir. Sambil menunggu waktu pulang, Lia bertanya-tanya tentang pengalaman dirumah sakit tersebut kepada para perawat.
Perawat :"Bu dokter Lia hebat banget, cukup sekali ngambil darah di pasien anak kecil tadi, dan plusnya lagi anak kecilnya nggak nangis pas diambil darahnya,!" Cerita salah satu perawat.
Lia :"Biasa aja koq mbak. Oh ya, nama mbaknya siapa, biar enak aku manggilnya,!"
Perawat :"Saya Irma Bu dokter, sebelah saya ini Dina, kalo yang laki 2 orang itu yang hitem Doni yang tinggi Iwan."
Lia :"Salam kenal ya buat kalian semua,!" salam Lia sambil menunduk sedikit dan tersenyum.
Semua perawat :"Salam kenal juga Bu dokter..."
Tanpa disadari ada sepasang mata yang menatap interaksi tersebut dari dalam ruangan.
Ifan :"Senyumnya manis banget. Adem ngelihatnya. Kira-kira udah ada yang punya belum ya,?" bicara Ifan dalam ruangannya sendiri.
Jam 1/2 2 Tony datang ke rumah sakit, setelah memarkirkan mobilnya ia langsung menuju ke UGD. Melihat Tony jalan ke arah UGD para perawat perempuan mulai kepanasan kayak di rukyah yang jinnya pada numpuk.
Dina :"Ma Ma...lihat tuh, dokter handsome kita dateng....!" ucap Dina sambil menyenggol Irma. Lia pun menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Dina.
Lia :"Siapa sih,?" tanya Lia.
Irma :"Dokter Tony dok.....jernih retina kita ngelihat yang bening kayak gitu....!"
Dina :"Eh, bukannya dokter Tony piket malem ya, ngapain pak dokter ke ugd.,?"
Lia pun hanya tersenyum melihat ekspresi para perawat wanita memuji calon suaminya itu.
Lia :"Cari pacarnya mungkin,!" goda Lia kepada para perawat.
__ADS_1
Dina :"Ha.....koq jadi nggak iklas ya.... Emang Bu dokter tau siapa pacarnya si dokter handsome,??" tanya Dina penasaran.
Belum Lia menjawab Tony sudah sampai di depan meja UGD tempat Lia dan para perawat melakukan gibah.
Tony :"Sayang, kamu udah makan siang belum,?" sapa Tony yang langsung mengarah ke Lia.
Seketika para perawat yang bergibah menjadi syok mendengar kata SAYANG dari dokter handsomenya ke dokter jaga UGD di sebelah mereka.
Lia pun hanya tersenyum mendengar panggilan dari Tony dan pandangan kaget serta malu dari para perawat wanita. "Waduh...patah hati jama'ah dah ne cewek-cewek serumah sakit yang jadi fansnya Tony....." batin Lia.
Irma :"Bu dokter....nggak lagi ngeprank kan,?" tanya Irma untuk meyakinkan hatinya yang syok.
Tony :"Mang kamu mau ngeprank siapa yank,?" tanya Tony heran dengan pertanyaan yang diajukan oleh Irma.
Dina :"Oh my God....my heart....oh nooooooo...!" teriak Dina dan berlari ke arah kamar mandi.
Tony :"Sebenarnya pada kenapa sih ne,!"
Lia hanya bisa tertawa dan tak mampu menjelaskan apa yang terjadi.
Mendengar keributan di luar sana, Ifan pun langsung keluar untuk melihat sambil bersiap untuk absen karna sudah waktunya pulang.
Lia :"Siang dok,!" salam Lia sambil menundukkan kepala sedikit.
Lia :"Sudah pak dokter, tinggal nanti dioperkan sama temen perawat saja ke yang piket siang,!" jelas Lia.
Ifan :"Kamu dokter jaga siangnya,?" tanya Ifan ke Tony.
Tony :"Bukan pak dokter, saya shift malamnya,!"
Ifan :"Koq udah ada disini, apa nggak kerajinan datengnya,?" sindir Ifan.
"Eee buju buset dah.....kalah-kalah Buser aja pake intograsi segala...!!!" batin Tony.
Tony hanya menjawab dengan senyum saja.
Ifan :"Dokter Lia, ayo pulang sudah jamnya absen juga.!" ajak Ifan ke Lia.
Lia :"Ah....iya pak dokter,!"
"Ya elah ne om-om, absen aja pake ngajakin Lia segala, nggak tau apa tu cewek gua...cewek gua tu Bray..." batin Tony dengan kesalnya.
__ADS_1
Melihat Tony yang diam dan menerima ajakan absen bareng dokter Ifan, Lia pun menjadi serba salah. "Pingin belakangan takut bikin dokter Ifan marah, kalo barengan ntar Tony ngambek....susah dah..." batin Lia sambil menepuk jidatnya.
Ifan :"Ayo dokter Lia,!" panggil Ifan sambil mengajaknya pergi bersamaan untuk absen.
Lia :"Sayang, aku absen dulu ya,!" pamit Lia sambil memberikan senyuman terindahnya kepada Tony.
Tony :"Iya sayang, buruan sana...biar nggak kena omel ntar ma seniornya. Aku tunggu di depan ya. Oh ya, mana tasnya sini aku bawain sekalian." jawab Tony sambil mengulurkan tangannya dan menerima tas yang diberikan oleh Lia.
Lia pun bergegas menyamakan posisi jalan dengan dokter Ifan, untuk mencegah terjadi emosi yang meluap yang hampir sebanding dengan keluarnya magma dari perut bumi.
Ifan :"Selama kamu shift jadwal kita selalu sama, kamu udah tinggalin nomor hpmu di UGD,?"
Lia :"Sudah pak dokter,!"
Ifan :"Kamu tinggal dimana,?"
Lia :"Saya tinggal di apartemen deket-deket sini pak dokter, yg deket sama SMA,!"
Ifan :"Oh...yang itu,!"
Kemudian mereka mengisi absen dan finger.
Ifan :"Pulangnya sama siapa,?" tanya dokter saat berada di depan lift.
Lia :"Saya sudah dijemput pak dokter."
Ifan :"Oh....oke" sambil memegang belakang kepalanya sejenak. "Kalo gitu hati-hati dijalan, besok kita shift pagi, jangan sampe telat datengnya. Saya pulang dulu." pamit Ifan.
Lia :"Iya pak dokter, hati-hati dijalan juga.." balas Lia sambil tersenyum.
Ifan pun langsung memalingkan wajahnya saat melihat Lia tersenyum dan langsung menekan tombol lift untuk segera turun ke basement.
"Astaga....senyumnya itu lho....kenapa jantung ku jadi kayak gini...." gumam Ifan sambil memegang dadanya yang berdetak dengan kencang seperti genderang yang mau perang....
Lia pun berjalan menuju ke UGD untuk menemui Tony. Sesampainya di depan UGD, Tony dan Lia pun pergi ke arah mobil Tony yang diparkirkan di parkiran luar.
Saat Lia mau masuk ke dalam mobil Tony, Ifan lewat dan melihat Lia masuk ke dalam mobil Tony.
Ifan :"Tu Lia.....Koq sama dokter yang barusan sih,? Kira-kira siapanya Lia ya,?" ucap Ifan sendiri di dalam mobil sambil memperhatikan Lia yang hendak masuk ke dalam mobil Tony.
Ifan :"Sepertinya aku harus tanya anak-anak perawat yang bareng piket dah ne....astagaaaaa....sumpah....Napa juga aku jadi kepo sama tu anak...." omel Ifan dalam mobil.
__ADS_1
Ifan pun melajukan mobilnya keluar rumah sakit.