
Sore harinya. Lia mendapat panggilan dari petugas bengkel bahwa mobilnya sudah bisa diambil.
Lia :”Ton, anterin aku ke bengkel dong ambil mobil, mobilnya udah lese di perbaikin katanya.” pinta Lia ke Tony.
Tony :”Oh...ayo sayang,!”
Mereka pun pergi bersama ke tempat mobil Lia di perbaiki. Sesampainya di bengkel.
Lia :”Berapa totalnya mas,?” tanya Lia.
Petgas bengkel :”Biayanya udah dibayar tadi mbak.” beritahu petugas bengkel.
Tony :”Siapa yang bayarin mas,?” tanya Tony bingung.
Petugas bengkel :”Sebentar mas, saya lihatin kwitansinya dulu.” sambil mencari bukti pembayarannya. “Ini mas...atas nama Rizqifan Wijaya.” Sambil menyerahkan bukti pembayarannya.
Lia dan Tony pun bingung, karena tak tahu siapakah orang dengan pemilik nama tersebut. Mereka pun mengembalikan bukti pembayaran kepada petugas setelah mengambil fotonya.
__ADS_1
Lia :”Yank...mungkin nggak kalo yang bayari dokter Ifan, soalnya yang tau mobil aku mogok tadi cuma dokter Ifan aja,?” tanya Lia ke Tony.
Tony :”Hem...bisa jadi yank. Coba nanti aku tanya dokter Ifan ya, biar nanti aku kembaliin uangnya ke dokter Ifan.”
Lia :”Iya yank.” sambil beranjak mengambil mobilnya dan pulang ke basement.
Di dalam mobil Tony.
“Apa maksudnya coba dokter kunyuk satu itu. Udah jelas-jelas aku ngomong kalo Lia calon istri aku, masih aja sok perhatian. Minta di suntik mati aja tu dokter...” kesal Tony di dalam mobilnya.
Sesampainya di basement, Lia dan Tony masuk ke dalam apartemen masing-masing, karna Tony akan berangkat shift malam dan Lia harus memasak sebelum Tony berangkat.
Melihat Lia masih perang panas dengan wajan Tony pun menghampiri Lia ke dapur. Ia pun langsung memeluk Lia dari belakang. Ketika Lia merasakan ada sepasang tangan yang memeluknya dari belakang dan memegang perutnya, membuat Lia diam sejenak dan tersenyum simpul sambil memegang tangan Tony.
Lia :”Aku masih bau bawang ne, belum sempet mandi. Kamu tunggu di depan TV aja sambil nonton, ntar badanmu bau dapur semua.” ucap Lia sambil mengelus tangan Tony dan mengecilkan api kompornya.
Tony :”Nggak koq...kamu masih wangi...” sambil mencium leher Lia dang menghirup wangi tubuh Lia.
__ADS_1
Mendapatkan Tony yang mencium lehernya membuat Lia menjadi geli.
Lia :”Sayang...kalo kamu kayak gini, aku takut yang belum kejadian kemarin bisa kejadian sekarang di dapur...”
Mendengar Lia berbicara seperti itu, langsung saja Tony membalikkan badan Lia dan menangkupkan kedua tanganya ke wajah Lia.
Tony :”Boleh aku minta jatah,?”
Lia pun hanya mengangguk sambil tersenyum malu-malu meong mendengar permintaan Tony. Mendapat persetujuan dari Lia, Tony pun tanpa ragu langsung mencium bibir Lia. Awalnya hanya sekedar kecupan, Tony melepaskan ciumannya dan mencium lagi bibir Lia dengan sedikit menekan leher Lia. Sambil berciuman, tangan Tony mengarah ke arah kompor dan mematikan api kompor.
Merasakan ciuman dari Tony yang semakin dalam membuat Lia mengalungkan tangannya di leher Tony sehingga membuat ciuman mereka menjadi panas, mengalah perang panas yang dilakukan oleh Lia tadi saat memasak.
Merasa kehabisan nafas, Lia pun melepaskan ciuman mereka.
Lia :”Sayang...kamu lama- lama...bisa bikin aku pingsan...” ucap Lia sambil terengah-engah.
Belum Lia mengumpulkan nafas dan nyawanya, Tony mulai mencumbunya lebih panas lagi. Mendapat serangan mendadak dari Tony membuat Lia menjadi kewalahan. Tony terus mencumbunya sampai tanpa terasa membuat Lia mendesah di dalam mulut Tony, dan itu pun berlangsung selama 10 menit. Setelah dirasanya puas mengambil separuh nafas ku...(please dech...author nggak usah menghayal kayak gitu..), maksudnya setelah berhasil membuat Lia kehabisan nafas.
__ADS_1
Tony :”Makasi sayang jatah extranya...”senyum Tony sambil mengelus kepala Lia dan mengecup keningnya. “Aku laper ne...udah jam ½ 8 juga...” ucap Tony sambil mengarah ke meja makan.
“Belum apa-apa udah minta jatah kayak gini...gimana kalo udah nikah...alamat nggak bisa bangun dari tempat tidur dah...” batin Lia sambil menggelengkan kepalanya dan bergidik ngeri menghayalkannya.