
Setelah selesai menerima telpon dari mamanya, Lia kembali ke kamar. Begitu masuk ke dalam kamar ia dapatkan Tony sudah tertidur dengan posisi terlentang.
Lia :"Mungkin dia sudah kecapean. Gimana nggak capek, dia seharian nerima tamu terus....!" gumam Lia sambil tersenyum dan berjalan ke arah tempat tidur. Menyelimuti Tony dengan selimutnya, karena masih turun hujan dan cuaca dingin.
Lia :"Kamar ada 1, terus aku tidurnya dimana dong. Masa mau tidur di sofa....kan nggak mungkin. Ah...bodo amat...dulu juga pernah tidur seranjang kok sama Tony, buktinya gak kejadian apa-apa...!" dan Lia pun mengambil posisi tidur di sebelah Tony.
Keesokan paginya. Masih dengan suasana gelap karena mendung, dan rasa dingin karena gerimis mengundang. Tony merasakan sesuatu yang membuatnya tidur lebih nyaman. (Ya iyalah nyaman...guling hidup sih di sebelahnya....aku aja mau koq jadi guling hidupnya babang Tony sayang....😍😍😍)
Karena merasa nyaman, Tony semakin erat memeluknya. Ketika memeluk sesuatu itu, tangan Tony seperti merasakan gundukan kembar yang besar. Dengan mata masih terpejam, Tony pun meraba gundukan itu. Karena merasa gundukannya kenyal Tony pun meremasnya perlahan dan lama-lama semakin keras. Merasakan sensasi remasan, Lia pun melenguh tetapi masih dengan mata tertutup.
Tony :"Heeemmmm....kenyal banget...!" masih sambil meremas.
"Aaahhh....eehhmmm..."
Mendengar suara desahan, Tony pun membuka matanya. Dan....
Tony :"Astaga..." kaget Tony tapi masih menempelkan tangannya di dada Lia.
Mendengar suara keras dari arah belakangnya membuat Lia terbangun. Ketika ia bangun, ia merasakan seperti ada yang menempel didadanya, karena sudah terbiasa tidur tidak menggunakan bra. Melihat sepasang tangan yang menempel dengan santuinya dan tanpa dosa di dada, otomatis membuat Lia teriak.
Lia :"Aaaaaaaaaaa.....dasar mesuuuuummmmm...." teriak Lia terbangun dari tidurnya dan memukul Tony dengan bantalnya.
Tony :"Maaf sayang...aku nggak tau kalo itu dada kamu....aku minta maaf sayang....tolong jangan pukul aku lagi...." mohon Tony sambil melindungi kepala dan badannya dari amukan sang korban.
Lia :"Nggak mau...nggak ada maaf buat kamu...kamu kira...dada aku apaan sampe kamu giniin...." marah Lia sambil tetap memukul Lia.
Langsung saja Tony menangkis bantal Lia dan menarik tangan Lia, sehingga Lia pun tertarik ke arah pelukan Tony.
Tony :"Pagi sayang...." ucap Tony dengan mesra sambil mengecup kening Lia.
__ADS_1
Lia pun hanya bisa terdiam dan bengong mendapatkan morning kiss dari calon suaminya itu.
Tony :"Koq jadi diem gitu sih....ciumannya kurang ya....sini...biar aku tambahin juga di bibir kamu...!" goda Tony.
Belum bibir Tony sampai pada tempat tujuannya, Lia langsung menarik dirinya dan melepaskan diri dari pelukan Tony.
Lia :"Mimpi apa sih sampai bikin mesum pagi-pagi, terus...pakai acara cium-cium segala lagi." kesal Lia pada Tony.
Tony :"Itu hal biasa kalau laki bangun tidur di pagi hari sayang...." sambil senyum simpul.
Lia :"Iiiiiihhhhhhh.....mesum....sana selesain di kamar mandi." sambil beranjak keluar kamar.
Tony :"Mau kemana sayang,?" tanya Tony heran dengan kepergian Lia.
Lia :"Mau menenangkan diri dari hal-hal yang di akibatkan oleh kemesumanmu itu...."
Tony :"Bantu lah diriku sayang....masa kamu tega ninggalin aku bersolo karir di kamar mandi....sayang....kembalilah....oh sayang ku....!" teriak Tony memelas kepada Lia.
Pagi yang diawali dengan keributan mesum sepasang kekasih, membuat cerita baru untuk Lia dan Tony sebagai sepasang kekasih yang sedang berbunga-bunga menuju musim semi. Mereka masih mendapatkan ijin libur selama 2 hari kedepan setelah acara pertunangan mereka.
Masih seperti biasa, Lia masih berkutat di dapur dengan membuatkan sarapan. Setelah Tony selesai mandi ia pun keluar dari kamar dan menuju dapur.
Melihat Lia masih berkutat di dapur, Tony pun langsung menghampiri dan memeluk Lia dari belakang.
Lia :"Aku masih marah lho gara-gara kamu mesum pagi ini."! ucap Lia jutek kepada Tony.
Tony :" (masih memeluk Lia) kan kamu sendiri yang godain aku..." sambil mengecup bahu Lia.
Lia :"Aku godain gimana,?"
__ADS_1
Tony :"Aku ini laki-laki normal sayang...kamu tidur disebelah aku, udah gitu nggak pake daleman pula...ya wajar aja dong kalo aku ngelakuin hal yang tadi..... Atau jangan-jangan sekarang kamu nggak pake celana dalam juga,?" tanya Tony sambil melepaskan pelukannya dan ingin mengangkat baju tidur yang Lia gunakan.
Tetapi, sebelum hal itu terjadi Lia sudah berbalik menghadap ke arah Tony dengan membawa pisau dapur. Spontan saja Tony langsung menaikkan kedua tangannya seperti orang yang ditodong senjata tajam.
Emang lagi ditodong sih...EA EA EA.....bunuh diaaaa....hancurkaaaannnn...bumi hanguskan... (maaf reader, kebetulan obat authornya habis, jadi sekarang rada-rada gitu dech....)
Lia :"Berani macam-macam...habis tak potong itu kamu punya senjata. Atau kamu bisa ucapin selamat tinggal buat yang terakhir kalinya sama adek kesayangan kamu itu sayang...!!" ancam Lia sambil menaikkan pisau dapur dan menoleh ke arah junior Tony.
"Glek.....habis dah ne perkutut....nggak bapak nggak anak...sama aja....ngancamnya mau habisin perkutut ku....masa depan ne...." gumam Tony dalam hati sambil berjalan mundur dan melarikan diri masuk ke dalam kamar.
Melihat Tony lari kalang kabut membuat Lia tertawa sejadi-jadinya sambil meletakkan kembali pisaunya. Mendengar Lia tertawa, Tony pun keluar kamar.
Tony :"Terus....ketawa aja lagi....!" sambil mendekat ke arah Lia.
Tony pun memeluk Lia dan mengecup keningnya. Lia pun membalas pelukan Tony dan memejamkan matanya ketika merasakan Tony mencium keningnya.
Tony :"Makasi sayang....aku benar-benar bahagia...." ucap Tony sambil memeluk Lia dan meletakkan dagunya di atas kepala Lia.
Lia :"Aku juga...bahagia banget....aku harap kita bisa sama-sama terus selamanya sampai maut memisahkan...." sambil mendekapkan kepalanya di dada Tony.
Tony :"Aamiin...."
Lia :" (melepaskan pelukannya) mau langsung sarapan atau mau minum kopi dulu,?" tawar Lia karena jam sudah menunjukkan jam 8 pagi.
Tony :"Langsung sarapan...aku sudah lapar soalnya..." ajak Tony.
Dan mereka pun sarapan bersama.
Diseberang negeri nan jauh disana, terdampar seorang lelaki di atas tempat tidurnya, sambil memandangi sebuah foto di hpnya. Ya....Ifan saat ini sedang memandangi wajah Lia yang sempat ia foto diam-diam.
__ADS_1
Ifan :"Sayang ku....kamu sangat cantik dan imut, bibir mungil mu sungguh menggoda...aaaaahhhh....aku sungguh menginginkanmu Lia...." ucap Ifan yang masih memandangi foto Lia.
Ifan :"Karna dengan cara lembut kamu nggak mau berpaling dari Tony, maka jangan salahkan aku menggunakan cara kotor untuk mendapatkan mu sayang....aku ijinkan kamu menikmati waktu dengan Tony, sampai nanti saatnya tiba, aku akan buat kamu jadi milikku, cuma aku yang berhak buat dapetin kamu sayang..."! ucap Ifan sambil tersenyum senang dan menscrool hpnya melihat foto Lia yang sudah ia ambil diam-diam.