Cukup aku saja

Cukup aku saja
Akhirnya


__ADS_3

Sesampainya di apartemen Tony.


Lia :"Sayang, aku mandi dulu ya, soalnya bajuku basah.!"


Tony :"Iya, handuk baru ada di dalam lemari. Kamu bisa pakai baju aku juga, tinggal cari dalam lemari. Aku buatkan teh jahe ya, biar hangat...!" sambil beranjak ke dapur dan membuat teh jahe.


Setelah selesai mandi, Lia beranjak ke tempat Tony duduk yaitu di ruang santai untuk menonton film bersama. Melihat Lia hanya menggunakan kemejanya yang kebesaran, yang panjangnya hanya cukup sampai menutupi bokongnya. Membuat Tony meneguk air liurnya sendiri.


Lia :"Ngelihatnya gak perlu sampai seperti itu kenapa. Aku gak ketemu baju lain selain yang ini yang kebesaran di aku....!" sambil berusaha menutupi pahanya.


Tony pun langsung menuju ke kamarnya dan membawakan Lia selimut untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.


Tony :"Pakai ini aja. Dan jangan mancingin. Lagi hujan soalnya....!" sambil menyerahkan selimut ke Lia.


Lia :"Apa hubungannya sama hujan,?" tanya Lia bingung sambil menutupi pahanya dan meminum teh jahe yang sudah dibuatkan oleh Tony.


Tony pun hanya diam dan mencari kumpulan kaset film dan menyerahkannya ke Lia untuk Lia pilih. Setelah memilih kaset kemudian Lia menyalakannya. Lia dan Tony pun menonton film bersama seperti nonton di bioskop.


Baru menonton sampai setengah perjalanan cintaku, tiba-tiba saja mati lampu.


Lia :"Aaaaaaaaa....." teriak Lia sambil memeluk Tony.


Tony :"Udaaahhh....tenang gak usah takut,!" berusaha menenangkan Lia dan mengeluarkan hpnya kemudian menyalakan senter.


Lia :"Kamu gak ada lilin dirumah,?" tanya Lia.


Tony :"Gak punya, soalnya kalau mati lampu ya aku biarin aja mati." jawab Tony santai.

__ADS_1


Jedddaaarrr.....


Petir pun menggema disertai hujan deras kembali turun membasahi bumi. Lia pun semakin mempererat pelukannya dan mendekatkan kepalanya di leher Tony.


"Ya Allah...khilaf khilaf dah....ampuni diriku ya Allah yang tidak bisa menahan jenis godaan seperti ini....oh papa dan mama Lia....ijin cicip anaknya....anaknya mancingin terus....junior ku kepancing...." batin Tony sambil mengusap punggung Lia dan berusaha menetralkan pikirannya dari hal mesum pada Lia.


Karena sudah tak bisa menahan lagi, tiba-tiba saja Tony memegang wajah Lia dan mengangkat dagunya, sehingga wajah Lia terlihat jelas menghadap ke arah Tony.


Tony :"Maaf sayang....aku udah gak bisa tahan lebih lama lagi...!"


Langsung mencium lembut bibir Lia. Lia pun hanya bisa terdiam dan menerima begitu saja perlakuan dari Tony. Semakin lama ciuman Tony semakin liar. Merasakan perasaan yang lain dari biasa disertai Lia yang mulai menikmati permainan bibir Tony, membuatnya membalas ciuman dari Tony. Mendapatkan balasan dari Lia, Tony pun semakin bermain liar dan bertukar saliva dengan memainkan lidahnya.


Sambil saling memainkan lidah, tangan Tony mulai menjelajahi tubuh Lia. Mulai dari meraba leher, kemudian ke gunung kembar Lia. Tony pun meremasnya perlahan dan lama kemudian semakin keras. Lia pun mulai melenguh. Ciuman Tony mulai turun menuju leher Lia, mencium dan memberikan tanda disana. Saat Tony memberikan tanda, Lia mulai mendesah keras dan menjambak rambut belakang Tony.


Lia :"Aaaahhhh....ehhhmmm....!"


Setelah membuat Lia tanpa menggunakan apa pun, Tony menggendong Lia memasuki kamarnya yang remang-remang hanya di sinari sang rembulan, meskipun masih turun hujan.


Tony pun menurunkan Lia perlahan di tempat tidurnya. Mulai mencumbunya kembali. Sambil mencumbu, tangan Lia mulai mengangkat baju Tony dan meraba perut serta dada Tony. Tony pun melepaskan bajunya.


"Ternyata, badannya Tony atletis banget. Dia kapan olahraganya ya,?" kagum Lia dalam hati ketika melihat tubuh Tony.


Setelah melepas bajunya, Tony pun kembali menghisap si kembar, dan tangannya pun mulai menelusuri tubuh Lia menuju bagian yang paling sensitif dari tubuh Lia. Merasakan **** * Lia mulai basah, Tony pun melepaskan celananya menggunakan sebelah tangannya dengan posisi masih menyusu.


Setelah melepaskan semua sisa pakaian, Tony kembali mencium bibir Lia dan mengarahkan tangan Lia ke junior Tony yang sudah mengeras sejak mencumbu Lia.


Lia :"Apa ukurannya gak kebesaran,!" kaget Lia begitu tangannya memegang junior Tony.

__ADS_1


Tony :" (sambil tersenyum) pas kok ukurannya...!"


(Ihiiiiii....udah kayak ngukur sepatu....babang Tony........)


Tony mencium kening Lia, sambil mengatakan 'I LOVE YOU' dan mencium kembali bibir Lia. Kemudian Tony membuka ke dua paha Lia dan mulai mengarahkan juniornya ke **** * milik Lia. Perlahan tapi pasti, sambil berusaha memasukkan sambil Tony menggesekkan juniornya, yang semakin membuat **** * Lia basah.


Dan mereka pun akhirnya mulai saling menyatu.


Desahan demi desahan bercampur dengan keringat membuat malam mereka menjadi semakin panjang. Tanpa terasa hampir sejam mereka bergulat dan akhirnya Tony mulai mencapai puncaknya.


Dengan sekali hentakan yang keras Tony dan Lia pun mencapai puncak kepuasan mereka. Dan Tony pun menyemburkan bakal juniornya di dalam rahim Lia. Mereka pun terkulai lemas, mengatur nafas mereka yang terengah-engah.


Satu jam kemudian, lampu pun menyala. Melihat Lia tanpa busana dipenuhi oleh keringat dan tanda yang dibuat oleh Tony, ia pun menarik selimut dan menutupi tubuhnya dan tubuh Lia. Merasakan lampu yang menyala membuat Lia menjadi silau sehingga membuatnya terbangun.


Lia :"Kamu ngeluarin nya di dalam ya,?" tanya Lia yang sudah berada di pelukan Tony.


Tony :"Maaf sayang, aku gak tahan...habis punyamu sempit banget, jadi aku keluarin di dalam...!" sambil mengelus bahu Lia.


Lia :"Kalau aku hamil gimana,?"


Tony :"Kamu masih gak percaya sama aku,?" sambil menarik wajah Lia agar bisa melihatnya. "Kalau kamu gak percaya, kita majuin acara pernikahan kita, aku juga gak mau saat di hari H tiba-tiba kamu mual-mual, aku pingin secepatnya kamu jadi milikku selamanya, kamu tau kalau di dunia ini wanita yang aku cinta cuma kamu...!"


Lia :" (sambil tersenyum) aku percaya kok sama kamu..." mencium bibir Tony.


Tony :"I love u, jangan pernah berhenti percaya sama aku, dan pastinya jangan pernah tinggalin aku dan jangan pernah berhenti mencintai aku...!"


Lia :"I love u to...aku janji gak akan pernah berhenti mencintaimu, dan gak akan ninggalin kamu sampai maut memisahkan...!"

__ADS_1


Dan mereka pun melanjutkan pergulatan kembali. Pergulatan yang berlangsung beberapa kali pada malam yang dingin itu. Malam yang penuh kehangatan untuk sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta


__ADS_2