Cukup aku saja

Cukup aku saja
Gawat Darurat


__ADS_3

Di saat Ifan masih dengan pemikirannya sendiri tentang hatinya, tiba-tiba ada mobil rujukan datang dan berhenti tepat di depan UGD. Dengan gerak cepat Lia berlari ke arah ambulan. Mendapatkan Lia berlari, Ifan pun tersadar bahwa ada pasien gawat yang datang.


Petugas ambulan membukakan pintu belakang ambulan. Seorang perawat keluar dengan embel-embel rujukan.


Lia :"Masnya langsung ke dalam ketemu sama dokter yang disana...!" perintah Lia.


Supir ambulan mengeluarkan pasien yang sudah dipasangkan selang oksigen. Doni dan Iwan pun sudah ada di sebelah Lia.


Lia :"Ayo, kita bawa pasiennya kedalam...!" perintah Lia ke Iwan dan Doni sambil mengikuti mereka dari belakang.


Sesampainya di bed gawat darurat, pasien di pindahkan dari brangkar ambulan ke bed rumah sakit. Supir pun mengambil kembali brangkarnya dan membawa ke ambulan.


Setelah pasien dipindahkan, Lia melancarkan kembali saluran infus yang terhambat. Sementara Iwan memasangkan selang oksigen.


Setelah perawat yang membawa pasien tadi melakukan operan ke Ifan, Ifan pun langsung meluncur ke tempat pasien berada.


Ifan :"Pasiennya gimana,?"


Lia :"Pasien masih belum sadar. Ada luka robek di bagian lengan atas sebelah kanan, bahu kanan dan betis sebelah kiri dan seperti sudah diheacting (dijahit) di puskesmas. Ada benjolan di kepala belakang dan rambut di sekitar benjolan sudah dibersihkan. Benjolan berwarna merah dan kebiruan. Kita harus segera hubungi dokter bedah...." jelas Lia yang sudah melakukan pemeriksaan sepintas.


Ifan :"Kamu bener. Ini pasien kecelakaan. Petugas puskesmas tadi sudah memberikan penanganan kegawat daruratan sementara karena tiba-tiba pasien kejang dan pingsan. Iwan kamu hubungi dokter bedah yang piket sekarang. Doni kamu ke OC (ruang operasi) konfirmasi dokter anastesi dan perawatnya." perintah Ifan.


Tiba-tiba saja pasien mengalami syok, pasien mengalami tanda-tanda gagal nafas dan kembali tak sadarkan diri.


Langsung saja Lia mengambil stetoskop, memeriksa dada pasien.


Lia :"Pasien henti nafas" melepas stetoskopnya dan melakukan RJP (memberikan bantuan pernapasan dengan menekan dada menggunakan kedua tangan dan memberikan nafas buatan).


Ifan :"Biar aku aja, dia pasien laki-laki..!" langsung mengambil alih melakukan RJP menggantikan Lia.


OMG Ifan....apa hubungannya coba antara ngelakuin RJP sama pasien laki-laki...halllluuuuu....sama pasien juga cemburu...please dech...


Plak....


Maaf reader...authornya ribut. Lanjut lagi


Setelah melakukan beberapa kali tindakan RJP, dokter bedah dan petugas radiologi serta perawat OC datang. Kemudian pasien pun kembali bernapas meskipun tingkat saturasi oksigennya masih rendah karena perdarahan di kepalanya.


Pasien langsung di operkan ke petugas radiologi dan dokter bedah untuk segera dilakukan operasi.

__ADS_1


Perawat OC :"Keluarga pasien dimana,?"


Perawat :"Sudah saya suruh untuk mendaftar..!"


Perawat OC :"Oke, saya kasi tau prosedur tindakan ke keluarga pasien, karna ini pasien gawat. Terimakasih dokter Ifan sudah RJP tadi...!" sambil tersenyum ke arah Ifan.


Irma :"Eh...Tante genit...sempet-sempetnya tebar senyum ke Om dokter kita,!" celetuk Irma sewot.


Ifan :"Ya" ucap Ifan dingin sambil berlalu menarik Lia untuk membersihkan tangan mereka.


Perawat :"Saya permisi dulu." pamit perawat yang tadi dan pergi ke ambulannya.


Setelah mencuci tangan dengan handscrube Lia dan Ifan kembali ke meja UGD. Iwan dan Doni merapikan bed dan oksigen yang tadi digunakan untuk pasien.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 2 siang. Waktunya Lia untuk pulang. Saat Lia berjalan ke arah UGD menuju parkiran depan, Ifan memanggil Lia.


Ifan :"Lia...tunggu bentar,!' panggil Ifan sambil berlari kecil ke arah Lia.


Lia :"Kenapa mas,?" tanya Lia.


Ifan :"Kamu mau kemana, koq nggak nungguin aku,?"


Lia :"Mau pulang,!" jawab polos Lia.


Lia :"Nggak usah mas, aku udah di jemput,!" tolak Lia sambil melepaskan pegangan tangan Ifan, karna banyak mata yang melihat mereka.


Ifan :"Oh ya,!! Siapa yang jemput kamu,!" tanya Ifan kepo.


Belum Lia menjawab, Tony datang menghampiri Lia. Karna Tony sudah menunggu Lia sekitar 15 menit tetapi ujung bulu mata Lia tak terlihat di pelupuk hati....(jiah....lebay author....)


Tony :"Sayang....!" panggil Tony.


Mendengar suara Tony yang memanggil sayang, Lia langsung menoleh dan tersenyum lalu menghampiri Tony.


Tony :"Kamu koq lama banget keluarnya, aku tungguin dari tadi..." sambil mengelus kepala Lia.


Mendengar dan melihat apa yang terjadi di depan mata Ifan membuat Ifan tak bisa berkutik bahkan berbicara, seakan-akan menjadi lumpuh karena otak dan hatinya menerima sebuah kegagalan.... Kegagalan cinta....


Lia :"Tadi ngasi tau ke Mas Ifan dulu kalo aku nggak ikut bareng Mas Ifan Pulangnya, soalnya udah ada yang jemput.." jelas Lia

__ADS_1


"Mas Ifan...?? Sejak kapan Lia jadi manggil dokter Ifan Mas Ifan....??" dalam hati Tony sambil memasang wajah bingung penuh tanya.


Lia dan Tony menghampiri Ifan.


Lia :"Mas, ini dokter Tony, Lia di jemputnya sama Tony, jadi untuk yang hari ini terimakasih banyak ya mas,!"


Ifan masih terdiam tanpa aksi dan reaksi.


Tony :"Dok...saya sama Lia pamit dulu. Terimakasih karna sudah menolong calon istri saya tadi pagi,!" senyum mematikan dari Tony.


"Harus aku kasi penekanan ne siapa Lia itu. Lia cuma milik Tony, yang lain....lewat aja..." gumam Tony memamerkan senyum kemenangan nan liciknya kepada Ifan.


Mendengar kata 'CALON ISTRI' dari Tony semakin membuat Ifan kaget. Dan hanya membuatnya mengangguk saja saat Lia pamit pulang dengan Tony.


Ifan langsung beranjak menuruni basement dengan lift. Sesampainya di mobil, ia tidak langsung pulang, ia masih memikirkan perkataan Tony mengenai Lia adalah calon istrinya.


Ifan :"Jadi...selama ini...aku tu suka sama cewek orang...sial...aku kira dia nggak punya pacar. Apa aku aja yang terlalu buru-buru..??" omel Ifan sendiri dalam mobil.


Ifan :"Nggak...ini nggak bisa...Lia masih calon istrinya, belum tentu jadi istrinya. Dan...apa-apaan senyum sinis dari laki-laki tadi..." kesal Ifan dan menggenggam kencang stir mobilnya.


Ifan :"Ha ha ha...kamu nantangin aku...oke...fine...aku bakal rebut Lia dari kamu. Lihat aja, Lia bakal jadi istri aku, istri dari RIZQIFAN WIJAYA...!!!" ucap Ifan dengan semangatnya.


Di chanel sebelah, Lia dan Tony.


(Kalah-kalah TV aja....Masya Allah...kumat gila authornya...)


Tony :"Sayang...aku mau tanya, tapi kamu jangan marah dan jujur ma aku ya...!"


Lia :"Mangnya mau tanya apaan,? Kan selama ne aku nggak pernah bohong ma kamu,??" tanya Lia heran dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Tony.


Tony :"Iya sayang...aku percaya koq. Eehhhmm...kenapa kamu panggil dokter Ifan dengan Mas Ifan,?"


Lia :"Dia yang suruh, katanya biar nggak terlalu tua kalo aku panggil pak dokter ato pak dok,!"


Tony :"Kamu nggak kasi tau tentang kita ke dokter Ifan,?"


Lia :"Nggak pernah. Soalnya nggak ditanya ya buat apa aku cerita.."


Tony :"Teruuuusss....kamu tau nggak kalo dokter Ifan tu suka ma kamu,??"

__ADS_1


Lia :"Ya nggak mungkinlah, ngapain juga dia mau suka ma orang kayak aku. Kamu ni ada-ada aja dech...!"


"Oh ya Rabb....bini gua polos bangeeettt....kebangetan malah...masak ada laki suka nggak dia tau....tingkat kepekaannya terbuat dari apa sih....!!!!" gumam Tony dalam hati yang hanya bisa menggelengkan kepala.


__ADS_2