
(nada panggilan masuk)
Lia :"halo ma?"
-----------------------
Lia :"koq tumben banget, kan biasanya nggak pernah sampe lewat sehari,?"
-----------------------
Lia :"ya udah loq gitu ma, mama sama papa jaga kesehatan, jangan sampe telat maemnya. Biar urus pasien mama papa juga kan perlu maem"
-----------------------
Lia :"Tony ada sih ni ma, mama mau ngomong,?"
Menyerahkan hp ke Tony.
Lia :"ne Ton, katanya mama mau klngomong m kamu"
Tony :"iya Tante kenapa,?
----------------------
__ADS_1
Tony :"oke Tante. Ntar aku kasi tau Lia, jaga kesehatan Tante. bay.....!!"
Lia :"mama bilang apa,?" sambil mengambil hp yang diberikan Tony.
Tony :"Tante nyuruh aku nginep disini jagain kamu, soalnya Tante nggak tau pulang jam berapa"
Saat malam, aku sibuk di dapur untuk membuatkan makan malam. Karna kebetulan juga bermalam di rumah ku.
Lia :"ton...buruan turun, makanannya udah jadi ne" teriak ku memanggil Tony untuk segera turun
Setelah beberapa saat Tony pun turun dan duduk berhadapan dengan ku. Dan kita berdua makan malam bersama
Hal seperti ini sudah biasa, jika orangtua ku tidak bisa pulang karna lembur atau pergi ke luar kota, Tony akan menginap di rumah ku.
Setelah makan malam, kami duduk diruang keluarga untuk nonton tv bersama, hingga tak terasa waktu sudah larut.
Saat di tangga tiba-tiba lampu mati. Langsung saja Tony menyalakan senter di hpnya untuk turun mencari lilin di dapur. Begitu ia hendak pergi tanpa sadar aku langsung menggenggam lengannya sambil ketakutan. Ya....aku paling takut dengan gelap dan suara petir.
Lia :"turunnya barengan ya Ton, aku takut sendiri di tangga"
eh buset, ne lengan ku untung banget bisa nempel ma dada kenyalx Lia...eh sumpret ne otak mesum. Batin ku ketika Lia menempel pada lengan ku
Tony :"ehm...turun tangganya hati-hati ya"
__ADS_1
Setelah sampai dapur kami mencari lilin. Tapi sialnya ternyata lilin yang biasa disiapkan sama mamanya Lia sudah habis.
Tony :"gimana terus, nggak ada lilin ne, masak mau pake hp senter sampe pagi,?"
Lia :"kalopun mau beli lilin sekarang juga nggak bisa, ne dah tengah malem, mana ada orang jualan buka sampe jam seginian"
Sambil berjalan ke kamar kami memikirkan solusinya. Karna Lia takut gelap dan beli lilin di jam segini pun adalah hal yang mustahil.
"kita tidur sekamar aja, nggak apa kalo tu hp mati sampe pagi, yang penting aku nggak sendirian" kata Lia memecah keheningan
Aku pun kaget mendengarnya. Biar kita sahabatan dari kecil, tapi untuk bersentuhan badan bahkan tidur sekamar itu adalah hal yang tidak biasa kami lakukan.
"Yakin mau tidur sekamar,???" tanya ku untuk meyakinkan Lia.
Dia hanya mengangguk dengan pasti.
Setelah sampai kamar aku melatakkan hp dengan senter yang tetap menyala di atas nakas sebelah tempat tidur. Kami tidur seranjang karna Lia tidak mengizinkan ku tidur di bawah.
Deg
Deg
Deg
__ADS_1
Deg
"ya Tuhan....ne jantung kayak udah mau keluar aja...seandenya kamu dah sah jadi istri aku....habis dah kamu ku makan sayang" batin ku