Cukup aku saja

Cukup aku saja
Someone


__ADS_3

"Eeee...buset dah....masa berhala gue mau dipotong, masa depan ne pa...." Batin Tony sambil memegang berhalanya.


Setelahnya mereka pun berpamitan dan masuk mobil kemudian pulang ke apartemen.


Sepanjang perjalanan, karena merasa curiga dengan tingkah papa dan Tony saat pamitan pulang, Lia pun bertanya pada Tony.


Lia :"Tadi sebelum pulang, papa ada ngomong apa ma kamu sayang,?"


Tony :"Ah....nggak ada ngomong apa-apa koq,!" Bohong Tony. "Maaf sayang, ke paksa bohong, ampuni Baim ya allah...nggak mungkin kan aku kasi tau kamu kalo berhala mu ini mau di potong ma papa mu," batin Tony.


Lia :"Beneran nggak ada ngomong apa-apa,?" Tanya Lia tak percaya.


Tony :"Beneran koq sayang...kalo nggak percaya tanya aja ke papa,!"


Lia :"Oke, aku percaya. Oh ya, ntar mampir ke minimarket deket apartemen ada mau aku beli,!"


Tony :"Mau beli apa,? Bukannya minggu kemarin kita udah belanja,?"


Lia :"Beli roti bersayap,!!"


Tony :"Roti bersayap,?" Tanya Tony keheranan, karna baru sekarang ia mendengar ada roti yang bersayap.


Lia pun hanya tersenyum menahan tawanya sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di minimarket dekat apartemen mereka. Tony pun memarkirkan mobilnya.


Tony :"Perlu aku temenin nggak,?" Tanya Tony menawarkan diri.


Lia :"Nggak usah, belanjanya cuma bentar aja koq. Kamu ada mau nitip juga nggak biar sekalian aku belanjanya."


Tony :"Kopi ya, merk apa-apa dah, belum ngopi dari pagi,!"


Lia :"Oke,!" Lia pun berlalu masuk ke dalam minimarket.


Karna penasaran Tony melakukan browsing di Mbah Google, mencari bagaimana bentuk roti bersayap. Berbagai macam kata untuk mencari roti bersayap yang keluar hanya gambar pembalut kewanitaan. Karna tidak berhasil dan tidak puas dengan apa yang dicari Tony pun mengakhiri pencariannya di Mbah Google.


Tony :"Eeeehhhhh....googlenya yang bodo mungkin. Ntar tak tanya ke Lia aja dah langsung,!"

__ADS_1


Setelah beberapa menit Lia pun kembali dengan belanjaannya dan kopi yang di pesan oleh Tony.


Tony :"Sayang, roti bersayap yang kamu maksud tadi ada nggak,? Aku pingin nyoba. Soalnya tadi tak Googling gambar yang keluar pembalut doank,!" Sambil mengacak-acak belanjaan Lia.


Lia pun tertawa mendengar perkataan Tony yang bingung mencari 'roti bersayap' di dalam plastik belanjaannya.


Lia :"Hahahahahaha.....baru pertama dengar roti bersayap ya,!!"


Tony pun keheranan karna Lia tertawa keras begitu mendengar Tony mencari roti bersayap.


Lia pun langsung mengambil ini



Lia :"Ne namanya roti bersayap sayang...hahahaha,!" Sambil menunjukkan pembalutnya ke Tony.


"Eh sumpret ne sayang ku, masa iya pembalut dibilang roti bersayap. Bodohnya aku juga sampai Googling di Mbah Google." Batin Tony yang kesal karna dikerjai oleh Lia.


Tony hanya bisa terdiam dan tak bisa berbicara apa pun. Dan langsung membawa mobilnya menuju basemen apartemen. Dan Lia pun hanya tertawa sampai mereka berpisah dan masuk ke apartemen masing-masing.


Lia :"Yups....masak udah, mandi juga. Sarapan siap, bekel buat Tony juga udah. Jam masih 1/2 jam lagi, berangkat sekarang aja dah..." Ucap Lia sambil mengecek jam dan pekerjaannya. Kemudian Lia pun pergi mengambil hpnya, tak lupa juga membawa powerbank dan bekal makanan untuk Tony.


Sampai depan, belum Lia membuka pintu tiba-tiba bunyi bel. Lia pun langsung membukakan pintu. Dan Tony pun sudah bertengger di depan pintu apartemen Lia.


Tony :"Assalamualaikum sayang...." Salam Tony mendekat dan mengecup kening Lia.


Lia :"Waalaikumussalam... Mau kemana, bukannya dapet piket malem ya,?" Tanya Lia heran melihat Tony yang sudah rapi.


Tony :"Mau nganterin bini aku piket.." jawab Tony sambil tersenyum manis yang bikin hati jadi klepek-klepek.


Lia :"Nggak capek mangnya ntar jadi bolak balik anter jemput aku,??"


Tony :"Nggak koq, kan rumah sakit juga deket. Juga yang tak anter kan bini ku sendiri, buat kamu apa sih yang nggak...!!!" Gombal Tony disertai dengan senyuman mautnya yang bikin kelapa goyah.


Lia :"Please deh...nggak usah pake lebay segala. Kalo gitu ayo dah kita berangkat sekarang, biar nggak telat absennya. Bisa ada waktu juga buat sarapan bareng." Ajak Lia untuk segera bergegas.


Sesampainya di rumah sakit, Lia turun di UGD dan Tony pun pergi untuk memarkirkan mobilnya dan langsung menyusul Lia ke UGD.

__ADS_1


Perawat :"Pagi dokter Lia."


Lia :"Pagi juga...!" Senyum Lia sambil absen dan melihat keliling keadaan UGD. "Dokter visitenya siapa mbak,?" Tanya Lia karna melihat jumlah pasien yang belum di pindahkan ke bagian perawatan.


Perawat :"Dokter Ifan dok, tapi dokter Ifan belum dateng. Kenapa dok,?"


Lia :"Bisa sarapan bentar kan, 10 menit aja,!" Tanya Lia sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan angka 07.45


Perawat :"Bisa koq dok, yang penting jangan lewat jam 8 soalnya dokter Ifan orangnya on time,!"


Lia :"Oke....makasi ya mbak...aku makannya di depan koq,!"


Kemudian Lia pergi dan berpapasan dengan Tony. Langsung saja mengajak Tony untuk sarapan di bangku taman halaman depan UGD.


Selesai sarapan Tony pun langsung pamit pulang dan Lia pun langsung kembali ke UGD. Masih kurang 5 menit lagi menuju jam 8. Lia pun stay di UGD bersama dengan para perawat.


Jam 8 tepat dokter Ifan pun datang. Melihat wajah baru di UGD ia pun menaikkan dagunya, isyarat menanyakan identitas yang di maksud.


Lia :"Pagi dok, nama saya Lia, saya dokter koas yang tugas di UGD, saya dokter umum.!" Sapa Lia sekaligus memperkenalkan diri.


Ifan :"Oke, kalo gitu kita mulai visit pagi hari ini." Perintah dokter Ifan yang langsung diikuti oleh Lia dan beberapa perawat yang membawa status pasien.


Setelah selesai visit, dokter Ifan menuliskan hasil pemeriksaannya. Beberapa perawat juga mulai memindahkan pasien menuju ruang perawatan.


Ifan :"Pasien yang baru dateng, yang belum di lakukan pemeriksan nanti periksa laboratorium sama ke radiologi. Dokter Lia tolong bantu temen-temen perawat nanti ambil darah pasien untuk diperiksa di laboratorium, perawat yang laki tolong bawa pasien yang mau periksa di radiologi. Sebelumnya, nanti dokter Lia tolong hubungi dokter spesialis untuk para pasien yang sudah dipindahkan. Nanti kamu bisa lihat hasil visit saya."


Lia :"Siap dok. Saya ulang lagi, jumlah pasien ada 12, 5 orang di pindahkan ke ruang perawatan, 3 orang Konsul dokter obgyn atas nama Ny. Rasmi, Ny. Linda dan Nona Agesha. 2 orang ke dokter bedah atas nama Pak Jurni dan anak Dani. 7 orang pemeriksan, 2 orang periksa radiologi atas nama anak Dimas dan Pak Jumedan, 5 orang sisanya cek laboratorium periksa darah lengkap." Ulang Lia membacakan hasil coretan saat pergi visit bersama dokter Ifan.


Ifan :"Perfect.." jawab pelan Ifan.


Lia :"Gimana dok,?" Tanya Lia yang sayu-sayu mendengar jawaban dokter Ifan.


Para perawat pun tak percaya dengan yang diucapkan oleh dokter Ifan. Karna setau mereka dokter Ifan adalah dokter dingin tanpa senyum.


Ifan :"Ah...nggak, maksud ku yang kamu sampein tadi bener. Ya udah kalian kerjain semuanya, ada apa-apa saya ada diruangan saya.." jawab Ifan sambil berdiri dan berlalu ke ruangannya.


Lia pun langsung pergi mengambil alat-alat untuk melakukan pemeriksaan yang disuruh oleh dokter Ifan.

__ADS_1


__ADS_2