
Suara kicauan burung, sinar matahari yang menyelinap di balik korden kamar, hembusan udara pagi yang damai.....
Ah......pagi yang cerah......
Selain itu, tidur ku pun terasa lebih hangat, terasa lebih nyaman, lebih dari yang biasanya.....
Saat ku buka mataku, ku merasakan sesuatu yang kenyal menempel di dada dan lengan ku, ada aroma sampo seperti wangi bunga.
Ya.....saat ini aku sedang memandang pemandangan yang tak ingin aku lewatkan. Di depan ku saat ini, tidak....lebih tepatnya disisi ku saat ini, seorang bidadari yang aku cintai, seorang wanita yang tak sanggup aku untuk kehilangan dia, seorang sahabat yang harus tetap ada untuk ku....
"Lia......jika kau tau bahwa aku mencintaimu, apa kau akan menerima ku, apakah kita akan tetap bersama,?" batin ku sambil mengelus wajah cantiknya, meminggirkan helaian rambut yang menutupi wajahnya.
Saat aku ingin mencium keningnya tiba-tiba saja Lia membuka matanya. Aku pun menjadi kaget tapi tidak bisa menghindar. Sejenak mata kami bertemu dan saling memandang dalam diam.
Ingin rasanya aku mengecup bibir mungilnya. Sebelum rasa itu menjadi kenyataan, Lia mengatakan
"Makasi ya udah mau nemenin aku yang penakut ini, kamu udah jagain aku semaleman" ucapnya dengan senyumnya yang.... Allahuakbar....hatiku nggak kuat dek lihat senyummu.
Akupun hanya tersenyum menjawab pertanyaannya.
Klek
Tiba-tiba pintu terbuka. Mama Lia yang sudah pulang, hanya diam memandang kami berdua yang tidur seranjang.
Langsung saja Lia membangunkan dirinya dan menuju ke arah mamanya.
Lia :"mama udah pulang....kenapa telat banget pulangnya...??? Tadi malem mati lampu ma, terus lilin dirumah habis, jadinya aku maksa Tony buat nemenin aku tidur, dia mau tidur di bawah, tapi Lia takut sendirian ma. Maaf ma...kami nggak ada maksud apa-apa...jadi mama nggak usah hawatir ya ma...."
Mama :"ya udah sekarang kamu bersihin diri dulu, Lia bantu mama buat sarapan ya,!" perintah mama ke Tony.
------------------------------------------------------
Lia :"ma, hari ini mama ma papa libur kan,?"
Mama :"nggak sayang, hari ini mama jaga siang, papamu jaga malam,!"
__ADS_1
Lia :" lho, kan kemarin dah lembur, koq nggak dapet libur sih,??"
Mama :"maafin mama ya sayang.." sambil mengelus sayang kepala Lia. "terus gimana ujian masuk universitasnya, lulus nggak,? oh ya, terus katanya si Tony juga satu kampus sama kamu, dia ambil jurusan apa,?"
Lia :"alhamdulillaah lulus ma, Tony juga lulus, dia....." pembicaraan Lia terpotong karna mendengar langkah kaki seseorang menuju dapur. "jurusannya bisa mama tanya sendiri aja tu ke orangnya langsung," sambil menunjuk ke arah Tony dengan dagunya.
Mama :"eh...kamu dah selesai, sarapan barengan ya, oh ya Ton, tolong kamu panggilin om di beranda belakang ya, bilang kalo sarapannya udah jadi..."
Tony :"iya Tante"
--------------------------------------------------------
Papa :"gimana ujian universitasnya, Lia...Tony....?"
Lia :"Alhamdulillah lulus pa,!!!"
Tony :"alhmdulillah lulus om,!!!"
Jawab Lia dan Tony bersamaan yang membuat acara makan mereka pagi itu terhenti sejenak.
Papa :"Tu kan ma, apa ku bilang, kalo nggak salah aku pilih Tony buat jadi mantu aku, belum apa-apa juga dah kompak sehati...!"
Lia :"mama....papa.....udah ah....!!!" dengan wajah merahnya sambil memakan sisa sarapan yang ada didepannya
"Ya Allah ya Rabb.....apa gerangan yang terjadi pada hati ku....ada gempa dengan kekuatan 10 skala Richter mengguncang hatiku....di tambah lagi lihat wajah malu-malu calon bini gua....Masya Allah.....pingin.....gue bekam tu muka ke dada gue.....makasi oh Camer kesayangan..." batin Tony sambil menyuap sisa nasi di piringnya.
3 hari kemudian......
Lia :"ma......lihat baju putih aku nggak, mau tak pake ne buat ospek...." teriak ku dari kamar sambil mencari baju putih yang akan ku gunakan untuk ospek hari ini.
Mama :"cari di keranjang, kemarin dah kamu cuci aja belum kamu setrika....." teriak mama dari dapur.
Lia :"Aku lupa kalo aku belum nyetrika baju..." bangkitku sambil tepok jidat mencari baju di keranjang dan langsung menyetrika baju yang harus ku gunakan hari ini.
Tony :"assalamualaikum Tante, Lianya mana,?"
__ADS_1
Mama :"eh Tony....tu masih di atas, barusan dah ribut gara-gara bingung cari bajunya yang belum di setrika,!" sambil menunjuk ke arah kamar Lia. "kamu tunggu aja disini, sambilan nunggu Lia turun. Kamu belum sarapan kan,?" menyuruhku duduk di meja makan dan mengambilkan ku nasi.
Tony :"Tante tau aja kalo aku belum maem,!!!!!" balas ku sambil cengengesan. "andainya bunda ma ayah masih ada, aku pasti nggak akan nyusahin terus-terusan kayak gini..." gumam ku sambil menyendok nasi dan lauk.
Mama :"Sayang....bunda ma ayahmu udah tenang disana, kita yang masih hidup cuma bisa kirim doa aja...kalo kamu mau, kamu bisa panggil Tante mama atau bunda, juga kan kamu emang mantunya Tante, nggak apa kan kamu Tante anggap jadi anaknya Tante..." hibur Tante sambil mengelus kepala ku.
Tony :"Makasi Tan...eh ma....kalo nggak ada mama, mungkin aku juga udah nyusul bunda ma ayah..." balas ku sambil tersenyum bahagia dan memeluk mama baruku....(bukan mama baru, tapi mama mertua.....)
Lia :"Lagi pada kenapa sih kok saling peluk,? Mama nggak berubah haluan kan,? Ton, papa ku masih hidup lho, kamu ngapain peluk-peluk mama...!!" sarkas Lia yang melihat pemandangan di meja makan.
Tony :"Eh kupret....gini-gini aku masih normal, aku kan lagi pendekatan ke camer aku.......iya kan ma...." godaku sambil memeluk mama lagi.
Lia :"Camer,,,???? Maksud looooo,?" tanya Lia sambil berjalan ke arah meja makan.
Mama :"Udah-udah nggak usah pada ribut lagi, buruan sarapan biar nggak telat pergi ospeknya"
Kami pun makan bersama, berangkat ospek hari ini aku pergi sama Tony. Ya karna kita 1 jurusan, 1 angkatan dan 1 kampus jadi ospeknya samaan.
Ospek berlangsung selama 3 hari. Nggak ada cerita seru, semua biasa-biasa saja, berlangsung damai dan normal tanpa ada bumbu-bumbu KDRT dan romansa ospek....
Penutupan Ospek
"Terimakasih untuk para mahasiswa baru yang sudah mengikuti kegiatan ospek di kampus kita ini, dengan pengharapan dalam kegiatan ini bisa saling menjaga silaturahmi dan rasa kekeluargaan. Di akhir kata penghujung acara ini, saya selaku ketua tim dan rektor universitas mengucapkan terimakasih banyak kepada tim ospek kampus dan selamat kepada mahasiswa mahasiswi yang sudah lulus serta mengikuti kegiatan ini"
Prok...prok...prok...
Suara tepuk tangan bergemuruh di aula tanda penutupan kegiatan yang melelahkan ini berakhir.
Tony :"Udah nggak ada acara lagi kan,? Pulang yuk, laper ne, juga barusan mama nelpon buat kita langsung pulang kalau dah selesai ospek" ajak Tony untuk segera pulang kerumah.
Lia :"Ya udah ayo pulang, laper juga. Tapi bentar, kenapa kamu manggil mama aku mama juga,? tanya Lia bingung.
Sejak kejadian di meja makan, Tony memanggil Mama Lia dengan sebutan mama juga, dan itu membuat hati Tony menjadi nyaman dan tenang. Mungkin karena Tony juga merindukan sosok seorang ibu.
Tony : (sambil menarik Lia ke arah parkiran) "Nggak usah banyak tanya sama banyak mikir, belum jadi dokter tu rambut dah botak" ejekku sambil tersenyum.
__ADS_1
Lia :"Biarin..." jawabku ketus kepada Tony. Dia hanya menjawab dengan senyuman dan menggelengkan kepalanya sambil menggandeng tanganku. Tapi....perasaan apa ini,???????
_____________$$$______________