
Mendengar keributan di luar sana, Ifan pun langsung keluar untuk melihat sambil bersiap untuk absen karna sudah waktunya pulang.
Lia :"Siang dok,!" salam Lia sambil menundukkan kepala sedikit.
Ifan :"Siang juga. Semua pasien sudah dibereskan kan,?"
Lia :"Sudah pak dokter, tinggal nanti dioperkan sama temen perawat saja ke yang piket siang,!" jelas Lia.
Ifan :"Kamu dokter jaga siangnya,?" tanya Ifan ke Tony.
Tony :"Bukan pak dokter, saya shift malamnya,!"
Ifan :"Koq udah ada disini, apa nggak kerajinan datengnya,?" sindir Ifan.
"Eee buju buset dah.....kalah-kalah Buser aja pake intograsi segala...!!!" batin Tony.
Tony hanya menjawab dengan senyum saja.
Ifan :"Dokter Lia, ayo pulang sudah jamnya absen juga.!" ajak Ifan ke Lia.
Lia :"Ah....iya pak dokter,!"
"Ya elah ne om-om, absen aja pake ngajakin Lia segala, nggak tau apa tu cewek gua...cewek gua tu Bray..." batin Tony dengan kesalnya.
__ADS_1
Melihat Tony yang diam dan menerima ajakan absen bareng dokter Ifan, Lia pun menjadi serba salah. "Pingin belakangan takut bikin dokter Ifan marah, kalo barengan ntar Tony ngambek....susah dah..." batin Lia sambil menepuk jidatnya.
Ifan :"Ayo dokter Lia,!" panggil Ifan sambil mengajaknya pergi bersamaan untuk absen.
Lia :"Sayang, aku absen dulu ya,!" pamit Lia sambil memberikan senyuman terindahnya kepada Tony.
Tony :"Iya sayang, buruan sana...biar nggak kena omel ntar ma seniornya. Aku tunggu di depan ya. Oh ya, mana tasnya sini aku bawain sekalian." jawab Tony sambil mengulurkan tangannya dan menerima tas yang diberikan oleh Lia.
Lia pun bergegas menyamakan posisi jalan dengan dokter Ifan, untuk mencegah terjadi emosi yang meluap yang hampir sebanding dengan keluarnya magma dari perut bumi.
Ifan :"Selama kamu shift jadwal kita selalu sama, kamu udah tinggalin nomor hpmu di UGD,?"
Lia :"Sudah pak dokter,!"
Lia :"Saya tinggal di apartemen deket-deket sini pak dokter, yg deket sama SMA,!"
Ifan :"Oh...yang itu,!"
Kemudian mereka mengisi absen dan finger.
Ifan :"Pulangnya sama siapa,?" tanya dokter saat berada di depan lift.
Lia :"Saya sudah dijemput pak dokter."
__ADS_1
Ifan :"Oh....oke" sambil memegang belakang kepalanya sejenak. "Kalo gitu hati-hati dijalan, besok kita shift pagi, jangan sampe telat datengnya. Saya pulang dulu." pamit Ifan.
Lia :"Iya pak dokter, hati-hati dijalan juga.." balas Lia sambil tersenyum.
Ifan pun langsung memalingkan wajahnya saat melihat Lia tersenyum dan langsung menekan tombol lift untuk segera turun ke basement.
"Astaga....senyumnya itu lho....kenapa jantung ku jadi kayak gini...." gumam Ifan sambil memegang dadanya yang berdetak dengan kencang seperti genderang yang mau perang....
Lia pun berjalan menuju ke UGD untuk menemui Tony. Sesampainya di depan UGD, Tony dan Lia pun pergi ke arah mobil Tony yang diparkirkan di parkiran luar.
Saat Lia mau masuk ke dalam mobil Tony, Ifan lewat dan melihat Lia masuk ke dalam mobil Tony.
Ifan :"Tu Lia.....Koq sama dokter yang barusan sih,? Kira-kira siapanya Lia ya,?" ucap Ifan sendiri di dalam mobil sambil memperhatikan Lia yang hendak masuk ke dalam mobil Tony.
Ifan :"Sepertinya aku harus tanya anak-anak perawat yang bareng piket dah ne....astagaaaaa....sumpah....Napa juga aku jadi kepo sama tu anak...." omel Ifan dalam mobil.
Ifan pun melajukan mobilnya keluar rumah sakit.
________&&&&_________
Maafkeun daku yang up nya agak lama....aku usahakan akan up setiap hari.
Terimakasi aku ucapkan kepada para pembaca setia atas dukungan dan likenya...
__ADS_1