Cukup aku saja

Cukup aku saja
Cinta Pandangan Pertama


__ADS_3

Setelah melakukan visite, seperti biasa Ifan menulis hasilnya pada rekam medis pasien dan menugaskan perawat yang ada untuk mengambil darah dan mengantarkan ke laboratorium.


Ifan :"Kamu udah sarapan,?" tanya Ifan tapi masih fokus menulis.


Lia :"Saya pak dokter,?" sambil menunjuk dirinya, karna bukan hanya Lia saja yang ada disana.


Ifan :"Ya iyalah dokter Lia, masa saya tanya si Doni, kan nggak mungkin," jawab Ifan yang seketika menghentikan menulisnya begitu mendengar jawaban dari Lia.


Lia :"Oh... Belum pak dokter."


Ifan :"Selesai ini, kamu ke ruangan saya ya, sekalian kamu bawa bungkusan di atas meja tadi yang aku taruh barengan sama tasnya kamu..!" perintah Ifan.


Lia :"Iya pak dokter,!"


Melihat percakapan 2 dokter itu, Doni hanya menyimak saja, sedangkan para wanitanya (Irma dan Dina) sedang asyik bergibah sambil mendengarkan apa saya yang dibicarakan oleh 2 orang yang menjadi trend topik saat ini.


Irma :"Lihat kan tu, dokter Ifan sekarang sudah tobat..." Irma memulai gibahannya.


Dina :"Tobat.. tobat.. Mang dokter Ifan bikin dosa apa,?"


Irma :"Tu dokter kan terkenal dingin sama semua orang, sama direktur aja jawabnya dingin. Naaaah...sejak ada dokter Lia, dokter Ifan tuh lembut ngomongnya, nggak pernah jutek gitu, kan tobat tuh namanya....!"


Dina :"Hus...hati-hati lho kalo bikin gibah, kan kita semua juga tau dokter Lia itu pacarnya dokter Tony,!"


Irma :"Iya juga ya....patah hati dah om dokter kita...!" sambil menggelengkan kepala melihat ke arah Ifan dan Lia.


Setelah Ifan selesai menulis, Ifan berjalan memasuki ruangannya, diikuti Lia dengan membawa tas plastik yang tadi diletakkan oleh Ifan.


Sesampainya dalam ruangan, Ifan duduk di sofa dan Lia meletakkan bungkusan tersebut di meja.


Lia :"Kalo gitu saya permisi dulu pak dok,!"


Ifan :"Kamu mau kemana,?"


Lia :"Mau stay di UGD pak dok."


Ifan :"Kan aku bilang kita sarapan samaan dulu, juga aku udah beliin makanan buat kita sarapan. Aku nggak kuat dong ngabisin sarapan 2 porsi sendiri."


Lia hanya terdiam dan berpikir, apakah ia harus menerima permintaan Ifan untuk makan bersama dengannya.


Ifan :"Kita cuma sarapan aja koq nggak lebih.." bujuk Ifan agar Lia mau makan bersamanya.


Lia :"Iya dah kalo gitu pak dokter,!"

__ADS_1


Ifan :"Satu lagi, tolong jangan panggil saya pak dokter lagi. Kamu bisa kan panggil saya mas ato nama aja,??" pinta Ifan.


Lia :"Ah...iya...mas...Ifan..."


Ifan :"Duduk ayo, sarapan dulu, nanti keburu ada pasien. Dan...tolong jadikan kebiasaan panggil saya mas ya...!" senyum Ifan sambil mengeluarkan makanan dan minuman yang sudah dibelinya tadi.


Mereka pun makan dengan khusyuk, tanpa ada yang berbicara. Setelah selesai makan, Lia pun langsung merapikan dan mengambil tisu di meja kerja Ifan untuk mengelap meja tempat mereka makan.


"Cantik, manis, pintar, mandiri lagi....Perfect...wanita yang sempurna..." gumam Ifan dalam hati sambil memperhatikan wanita yang ia puja di depannya.


Melihat Ifan memperhatikannya sontak saja Lia menjadi terdiam.


Lia :"Maaf pak dokter kalo saya nggak sopan mengambil barang diruangan ini tanpa izin pak dokter,!" ucap Lia dengan nada memelas yang takut kena marah oleh Ifan.


Ifan :"Tuh kan...kamu lupa lagi manggil aku pak dokter terus...!"


Lia :"Maafin Lia mas, udah nggak izin ngambil barang-barangnya mas Ifan.." ulang Lia masih dengan nada memelasnya.


Ifan :"Nggak apa-apa koq, anggap aja ruangannya kamu juga. Mana hpmu,?"


Lia :"Ini di kantong, kenapa mas,?" sambil mengeluarkan hpnya.


Ifan langsung mengambil hp Lia dan membukanya. Hp Lia tidak memakai kode sandi dan sejenisnya. Ifan pun memasukkan sebuah nomor ke hp Lia lalu mendial nomor itu. Panggilan tersebut menyambung ke hpnya Ifan.


Ifan :"Itu aku simpenin nomorku dihpmu."


Lia keluar dari ruangan Ifan dan membuang sampah yang ia bawa. Kemudian ia pun berjaga di UGD.


Lia :"Haaahh...agak bosen juga karna nggak ada pasien,!" sambil menopang dagunya di atas meja dengan kedua tangannya. "Dina ma Irma kemana ya,?" menolah kesana kemarin mencari 2 orang perawat yang 1 tim piket dengannya.


Melihat Lia tolah toleh kesana kemari kayak anak kehilangan emaknya, Ifan pun mengambil hpnya lalu menelpon Lia.


Suara telpon berdering


Mas Ifan calling...


Mendapat nama mas Ifan menelponnya, ia pun langsung menghadap ke arah jendela ruang kerja dokter ifan sambil menjawab panggilan dari Ifan.


Lia :"Halo assalamualaikum, kenapa mas" tanya Lia sambil menggerakkan kepalanya memberikan isyarat.


Ifan :"Waalaikumussalam. Nggak ada koq, karna ngeliat kamu kayak orang bingung ya...jadi aku telpon aja,!"


Lia :"Oh, kirain ada kenapa,!"

__ADS_1


Ifan :"Kamu bingung kenapa,?"


Lia :"Lagi nyariin Dina ma Irma lagi pada kemana, soalnya nggak ada tak liat.."


Ifan :"Paling juga lagi cari makanan mereka,! Kamu ada perlu apa,?"


Lia :"Nggak ada apa-apa koq mas,?"


Ifan :"Nggak ada temennya, mau aku temenin nggak,?" sambil berjalan menuju UGD.


Lia :"Eh, tapi mas..."


Belum selesai Lia membuat menjawab, Ifan mematikan telponnya dan keluar dari ruangan menuju tempat Lia duduk.


Lia :"Kan mas nggak usah sampe nungguin juga, temen-temen juga paling lagi bentar balik koq,!"


Ifan :"Nggak apa koq, bosen juga di dalem sendirian, nggak ada yang nemenin."


Selang beberapa menit kemudian, Dina dan Irma pun kembali masuk ke UGD.


Dina :"Lho..ada dokter Ifan juga. Tumben dok duduk diluar,!" tanya Dina yang merasa heran melihat Ifan berada di UGD jika tidak ada pasien.


Ifan :"Bosen aja diem di dalem sendirian, mana sepi nggak ada yang nemenin,!" sambil menoleh ke arah Lia.


Melihat Ifan ke arah Lia, Dina dan Irma pun mengerti dengan sikap yang ditunjukkan oleh Ifan.


Irma :"Pak dokter lagi PDKT ya sama dokter Lia...."


Mendengar Irma yang keceplosan spontan membuat Lia, Dina dan Ifan menjadi kaget. Ifan yang memang sedang jatuh hati pada Lia menjadi malu, sedangkan Lia merasa ini hal yang impossible, karna ia sendiri sudah memiliki Tony dan hanya menganggap Ifan sebagai seniornya saja.


Dina :" (menyenggol Irma) Tu mulut mang nggak ada saringannya apa,!" kesal Dina sambil berbisik pada Irma.


Irma :" UPS... keceplosan dech.." sambil menutup mulutnya.


Irma :"Maaf pak dokter, saya salah ngomong. Ah...kalo gitu saya sama Dina izin makan sebentar pak dokter."


Ifan :"Ya...kalian makan aja sana. Kalo bisa lama-lama,, biar nggak ganggu...." goda Ifan sambil tersenyum ke Lia.


Lia :"Mas Ifan apaan sih, ntar dikira beneran lho ma Dina juga Irma..."


Irma dan Dina :"Mas Ifan..??" ucap mereka bersamaan dengan rasa kaget.


Secara.....dokter Ifan yang dingin dan jutek kayak gunung Everest ntu dipanggil 'MAS'....OMG dunia udah mulai penuh sama love love....

__ADS_1


Ifan yang mendengar Lia memanggilnya mas, dan kekagetan 2 orang perawat di depannya membuatnya malah tersenyum.


"Aku harus bisa mendapatkanmu Lia, aku rasa...aku memang menyukaimu dari awal ketemu...ini mungkin namanya cinta pandangan pertama..." gumam Ifan dalam hati sambil tetap tersenyum.


__ADS_2