Cukup aku saja

Cukup aku saja
Acara Pertunangan


__ADS_3

Saat ini.....


Tony dan Lia berada di rumah orang tua Lia untuk membicarakan acara pertunangan mereka minggu depan.


Mama :"Gimana persiapannya,?"


Tony :"Undangan udah jadi, tempat kan dirumah, catering juga udah, tinggal kita bagi undangan besok di rumah sakit."


Papa :"Setelah tunangan kalian mau tinggal di apartemen,?"


Lia datang dengan membawa sesajen untuk semua orang (udah kayak pesugihan aja...maksudnya sajian minuman dan camilan).


Lia :"Lia sama Tony udah sepakat bakal jual apartemen kita pa, tapi itu ada yang beli waktunya bertepatan dengan bulan pernikahan kita."


Papa :"Ya udah, tinggal di apartemen aja dulu, juga kan masih magang di rumah sakit."


Lia :"Iya pa,!"


Keseokan harinya, Lia dan Tony menyebarkan undangan pertunangan mereka di rumah sakit. Semua orang ikut bahagia mendengar acara pertunangan Tony dan Lia.


Lia :"Sayang, undangan dokter Ifan ada di kamu nggak,? Soalnya mau aku kasi dokter Ifan,!" tanya Lia sambil membongkar tupukan undangan yang belum dibagikan dan mencari nama dokter Ifan.


Tony :"Ada di aku. Ntar biar aku aja yang kasi dokter Ifan, sekalian ada yang mau dibicarain antar lelaki juga,!" jawab Tony sambil membawa undangan yang diperuntukkan ke Ifan.


Lia :"Hem, oke...tapi nggak pake ribut apa lagi berantem ya...!" jelas Lia ke Tony.


Tony :"Iya sayang ku...." sambil mengelus kepala Lia dan pergi ke ruangan Ifan.


Tony :"(membuka pintu perlahan) permisi dok, bisa saya masuk,?" tanya Tony sopan.


Ifan :"Oh silahkan..!"


Tony berjalan ke meja Ifan dan menyerahkan undangan ke Ifan. Melihat undangan yang bertuliskan nama Lia membuat Ifan semakin patah hati.


Tony :"Saya tau dokter Ifan punya perasaan lebih ke Lia, tapi Lia adalah wanita yang sudah memiliki pasangan hidup, yaitu dengan saya. Dan saya pun sangat mencintainya."


Ifan :"Kamu bisa mendapatkan Lia hari ini dan atau esok. Tapi aku pastikan kamu bukan yang akan menjadi suaminya. Saya akan datang ke acara pertunangan kalian. Kalo tidak ada hal lain lagi silahkan keluar." sambil menunjuk ke arah pintu keluar.


"Kalo bukan janji sama Lia buat nggak ngajakin ribut, udah bonyok tu muka tak jotos dari tadi" batin Tony dan berlalu keluar ruangan.


Ifan :"Setan tu anak...kita lihat aja nanti. Siapa yang akan jadi suami Lia." ucap Ifan setelah Tony keluar dari ruangannya.


Setelah dari ruang Ifan, Tony segera menyusul Lia dan mengajaknya pulang. Karena kebetulan hari ini mereka mendapatkan jadwal libur. Dan untuk acara mereka, mereka sudah meminta izin dan sudah mendapatkan izin.


Di dalam mobil perjalanan kembali ke apartemen.


Lia :"Gimana,? Udah ketemu dokter Ifan tadi,?


Tony :"Ketemu tadi, udangan juga tak kasi koq" sambil fokus menyetir karna sedang turun hujan.

__ADS_1


Lia :"Nggak pake berantem kan,?"


"Bilang jujur ntar Lia malah mikirin, ogah gua sampai kutu kupret Ifan ntu dipikirin ma bini gua...!" batin Tony.


Tony :"Nggak koq sayang...malah baik-baik aja, dokter Ifan juga mau dateng koq acara kita besok."


Sesampainya di apartemen, mereka makan malam terlebih dahulu di apartemen Lia, mengobrol sejenak dan kembali ke apartemen masing-masing.


Hari H pertunangan....


Acara diadakan di rumah orang tua Lia. Para tamu undangan sudah hampir semua datang. Ifan pun sudah terlihat di acara tersebut.


Terlihat orang tua Lia sedang mengobrol dengan para sesepuh rumah sakit tempat anak dan menantunya magang. Dan ternyata mereka juga mengenal Ifan. Ifan adalah salah satu anak didik mereka saat Ifan masih menjadi dokter magang dan dokter junior di tempat orang tua Lia bekerja.


Ifan :"Loh...itu bukannya dokter Ridwan dan dokter Elly,?" tanya Ifan pada seseorang yang juga mengenal orang tua Lia.


Sebelum mendapat jawaban dari orang yang Ifan tanya, Ifan langsung menuju ke arah dimana orang tua Lia berdiri.


Ifan :"Dokter Ridwan kan,?" tanya Ifan menghampiri papa Lia.


Papa :"Iya...eh...bukannya ini nak Ifan ya,?" tanya balik papa Lia sambil mengingat-ingat wajah Ifan.


Mama :"Iya pa beneran Ifan ne pa..!" terang mama sambil memeluk Ifan, seakan bertemu dengan anak lelakinya yang sudah lama merantau.


Ifan langsung membalas pelukan dari mama Lia dan bergilir memeluk papa Lia.


Ifan :"Dokter Ridwan sama dokter Elly gimana kabarnya,?" tanya Ifan senang karena bertemu dengan senior yang sudah membimbingnya dan sudah menganggapnya sebagai orang tua keduanya.


Ifan :"Alhmdulillah sehat koq om,!"


Mama :"Kamu sendirian dateng kesini, nggak sama istri to pacarmu nak,?"


Ifan :"Ah tante....Ifan belum nikah juga belum punya pacar, soalnya nggak ada yang mau sama Ifan..." jawab Ifan sambil tersenyum.


Mama :"Masa...ganteng kayak gini nggak ada yang mau sih...."


Papa :"Udah ah ma...nggak usah di bully... Kamu kerja dimana sekarang nak,?"


Ifan :"Di rumah sakit kota om, di unit UGD,!"


Papa :"Rumah sakit kota, berati sama dong sama tempatnya Lia dan Tony magang..!!"


Ifan :"Emank om kenal sama Lia dan Tony,?" tanya Ifan.


Mama :"Lia itu anaknya tante, dan Tony itu mantunya tante sayang..." jelas mama Lia.


Penjelasan dari mama Lia membuat Ifan menjadi kaget, karna ia baru mengetahui bahwa mereka adalah orang tua Lia.


"Ini adalah kartu as bagiku buat dapetin kamu Lia sayang. Tunggu sebentar saja...aku akan membuatmu mejadi milikku..." batin Ifan sambil tersenyum licik.

__ADS_1


Kemudian pembawa acara memulai acaranya. Orang tua Lia di persilahkan menaiki mimbar yang sudah disiapkan. Kemudian Tony dengan jas hitamnya menaiki mimbar berdiri di depan orang tua Lia.


Setelahnya, Lia pun turun dari tangga dengan menggunakan pakaian kebaya bewarna putih dengan juntaian kain di belakangnya. Rambutnya hanya disanggul ringan setengah dan setengahnya lagi biarkan terurai.


Tony pun terpana melihat kemolekan dan kecantikan wanitanya. Lia pun terus berjalan sampai di depan orang tua Lia.


Papa :"Jangan dilihatin terus, ntar matamu bikin anak gadisku jadi berlubang..!" goda papa.


Tony pun langsung melepaskan penglihatannya dan memandang papa mertuanya. Lia dan mama hanya bisa tersenyum mendengar percakapan keduanya.


Acara pertunangan pun dimulai. Pembawa acara membantu menyampaikan isi acara, sedangkan mama membantu Lia dan Tony membawakan cincin untuk di pasangkan nanti di jari Lia.


Lalu mama memberikan sepasang cincin untuk Tony dan Lia. Tony dan Lia pun saling berhadapan dan saling bertukar cincin. Dan resmilah mereka bertunangan hari ini.


Suara tepuk tangan semakin meramaikan acara mereka. Disaat Lia dan Tony sedang sedang menikmati rasa bahagianya, di hati dan pikiran Ifan mulai terlintas niat buruk untuk di berikan kepada kedua pasangan yang sedang bahagaia sat ini


Setelah acara pertunangan diakhiri dengan tukar cincin antara Tony dan Lia, mereka pun makan bersama. Tetapi di dalam satu meja itu ada satu orang tamu yang membuat Lia dan Tony menjadi khawatir.


Di meja bundar itu ada papa dan mama Lia, Lia, Tony dan satu lagi Ifan. Papa dan mama mengajak Ifan makan bersama dengan mereka yang awalnya Ifan pura-pura menolak ajakan mereka.


Papa :"Lia....Tony...kalian pasti udah tau kan sama dokter Ifan, dia ini dulu anak didiknya papa sama mama, dan udah kami anggap sebagai anak sendiri juga. Awalnya Ifan kerja di rumah sakit yang sama dengan papa dan mama, tetapi kemudian dia pindah ke rumah sakit kota di tempat kalian magang." jelas papa


Tony :"Iya pa, dokter Ifan adalah dokter yang hebat. Beliau selalu mengajari dan membagikan kami ilmu-ilmunya. Terimakasih atas bimbingan dari dokter Ifan..." ucap Tony basa-basi.


Lia yang paham akan keadaan ini dan apa yang dipikirkan Tony hanya bisa memandangnya dengan tetap memberikan senyum termanisnya.


Mama :"Oke...karna makanan sudah siap daripada ngobrol terus sekarang ayo kita makan malam dulu.." sela mama menyela obrolan di tengah meja makan.


Setelah selesai makan, Ifan berpamitan ke papa dan mama Lia, kemudian ke Lia dan Tony.


"Aku akan segera memilikimu Lia....sabarlah menungguku...." batin Ifan sambil beranjak pergi ke mobilnya dan melaju untuk pulang.


Lia :"Ma...Pa...aku sama Tony kembali ke apartemen, kami harus mengurus surat-surat kepemilikan apartemen."


Mama :"Iya sayang, kalian langsung istirahat ya. Masih dapet izin libur kan,?"


Lia :"Iya ma masih, dapet izin 3 hari, hari ini sampe lusa."


Mama :"Kamu ganti baju dulu kalau gitu, biar nyaman nanti di perjalanan pulangnya..!"


Lia :"Iya ma."


Lia pun naik ke atas dan masuk ke dalam ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian menjadi lebih nyaman. Setelah selesai, Lia pun turun dan berpamitan dengan orang tuanya.


Mama :"Ya udah, Ton...kamu pelan-pelan ya nyetirnya, soalnya lagi musim hujan, nggak usah ngebut-ngebut di jalan. Nanti kalo dah sampe apartemen jangan lupa hubungi mama ya sayang."


Lia :"Iya ma."


Tony :"Kalo gitu Tony sama Lia pulang dulu..." sambil mencium tangan mama Lia dan bergantian mencium tangan papa Lia. Begitupun dengan Lia.

__ADS_1


Mereka pun berpamitan untuk pulang dan istirahat.


__ADS_2