Cukup aku saja

Cukup aku saja
Pertemuan Kembali


__ADS_3

Lia pun langsung keluar kamar dan menitipkan Al kepada Mamanya dan memberitahukan apa yang terjadi yang membuatnya harus segera pergi menemui Ifan di rumah sakit.


15 menit kemudian Tony sudah sampai di rumah sakit di bantu dengan kedua tongkatnya. Orang-orang yang mengenal Tony menjadi terkejut dengan kedatangan Tony yang tiba-tiba serta kondisinya yang seperti saat ini.


Setelah sampai ia langsung menuju tempat Ifan berada. Melihat Ifan yang masih diberikan bantuan RJP karena mengalami gagal nafas. Setelah hampir 20 menit tiba-tiba nafas Ifan kembali.


Mendapatkan Ifan yang sudah bernafas kembali meskipun lemah, Tony langsung masuk bersama X menghampiri Ifan yang sudah di pasangkan oksigen.


Selang 5 menit Lia pun datang. Ia langsung menuju ke tempat dimana Ifan berada berdasarkan apa yang sudah di beritahukan oleh X.


Sesampainya di ruangan, Lia melihat orang yang selama ini menghilang dari kehidupannya. Orang yang sangat ia cintai. Lia pun masuk dengan perlahan sambil terus menatap kehadiran orang tersebut.


Mendengar suara pintu yang terbuka, spontan membuat Tony menoleh ke arah pintu, dan tanpa sengaja mata mereka pun saling bertemu. Rasa rindu terpancar di kedua.


Ifan yang masih sadar, melihat reaksi 2 orang di depannya itu. Lia berdiri tepat di sebelah kanan ifan, sedangkan Tony dan X berada di sebelah kiri Ifan.


Ifan :"X. . .bisakah. . .kau. . .telpon ayah. . .dan. . .beritaukan kondisiku. . . sekaligus. . .ke. . . orang tua Lia. . . !" pinta Ifan sambil terbata-bata

__ADS_1


Si X :"Sudah bos."


Selama 10 menit sambil menunggu kedatangan para orang tua, Lia hanya terdiam sambil tetap memandang Tony. Berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi selama ini. Kemudian para orang tua pun sampai.


Sama halnya dengan yang dirasakan oleh Lia, lara orang tua pun terkejut melihat kehadiran Tony di sebelah Ifan dengan kondisi sedang menggunakan tongkat.


Papa :"Nak Tony kan,?"


Ayah :"Apa yang terjadi disini,?"


Ifan :"Semua. . .sudah datang kan. . . ,?"


Ifan :"X. . .bisakah. . .kamu kasi tau. . .semuanya,?"


Si X :"Baik bos,"


Dan X pun menceritakan semuanya, mulai dari rencana Ifan yang mencelakai Tony, kejadian tabrakan, dan penyakitnya saat ini.

__ADS_1


Mendengar penjelasan X, membuat Lia tak kuasa menahan diri dan membuatnya jatuh duduk dengan lemas. Dan ayah Ifan pun jatuh bersujud mendengar apa yang selama ini telah disembunyikan oleh anaknya.


Mama Lia hanya bisa menangis mengetahui hal itu, ia harus berusaha kuat karena saat ini ia tengah menggendong cucunya, Al.


Papa :"Kenapa kamu tidak menemui Lia Ton, apa Lia tidak berarti untukmu,? Apa kamu nggak pernah mikirin bayi yang Lia kandung, anakmu sendiri,?"


Tony :"Maafin Tony pa, Tony bukan nggak mau nemuin Lia. Lia segalanya buat Tony. Tapi Tony pikir, kalo Tony kembali ke Lia dengan kondisi cacat seperti ini, yang ada Tony cuma nyusahin Lia, Tony nggak mau pa...!"


Papa :"Kamu hilang justru membuat Lia menderita....!" teriak papa Lia yang tak kuasa menahan rasa yang selama ini ia pendam di dalam hatinya.


Ifan :"Lia. . . .!"


Mendengar Ifan memanggil namanya, Lia pun berusaha untuk bangun dan berdiri.


Ifan :"Saya. . .Rizqifan. . .Wijaya


. .menceraikan engkau. . .Melia. . .Anggraini Putri. . .dengan. . .talak 3. . ."

__ADS_1


Mendengar kata talak dari Ifan semakin membuat suasana tak tenang. Ifan yang tiba-tiba sakit, langsung menceraikan Lia. Membuat Lia berfikir flash back tentang pertanyaan serta sikap Ifan yang berbeda beberapa hari setelah ia melahirkan.


__ADS_2