Cukup aku saja

Cukup aku saja
Namanya Ngidam


__ADS_3

Melihat Lia yang puas makan dengan makan yang diinginkannya, membuat Ifan menjadi tenang.


"Dia hamil sama Tony, tapi aku yang bahagia. Cinta tu emang buta ya...." batin Ifan dalam hati.


Lia :"Mas nggak ikutan maem, kasihan lho satenya di anggurin...!" tanya Lia yang melihat Ifan dari tadi hanya memandangi dirinya dan tidak menyentuh makanan di depannya.


Ifan :"Nanti aja... Gimana kalo kita bungkus aja, siapa tau nanti kamu mau makan lagi,!" usul Ifan yang sudah sangat pasti tau bahwa Lia sedang hamil.


Lia :"Oke mas....!" sambil menunjukkan tanda oke dengan jarinya.


Setelah selesai makan, mereka berdua pun kembali ke rumah sakit. Selang 2 jam, kembali Lia merasakan lapar. Ia pun langsung menghubungi Ifan.


Lia


Mas, sate yang tadi dimana,?


Ifan


Ini di dalam. Kenapa,? Udah lapar lagi,?


Lia


😁😁😁 Iya mas....


Ifan


Ya udah sini masuk, makan di dalam aja.


Lia pun langsung menuju ruangan Ifan dan akan membawa bungkusannya keluar.


Ifan :"Lho, mau dibawa kemana,?" tanya Ifan yang melihat Lia akan keluar ruangannya sambil membawa makanannya.


Lia :"Mau makan di luar mas, kan satenya ada banyak...sekalian bagi-bagi sama yang lain juga,!" ijin Lia ke Ifan.


Ifan :"Ya udah terserah kamu,!"


Lia pun langsung keluar ruangan. Selang beberapa menit Lia kembali masuk ke dalam dengan wajah yang agak pucat. Melihat Lia masuk kembali ke dalam dengan wajah pucat langsung saja membuat Ifan menghampiri Lia.


Ifan :"Kamu kenapa,? Mual lagi,?" sambil mengelap keringat dingin Lia.


Lia :"Maaf mas, kalo Lia kurang ajar. Bisa mas pegangin satenya dulu.!" pinta Lia. Dan Ifan segera mengambil bungkusan sate yang dibawa Lia tadi.


Begitu Ifan mengambil bungkusan tersebut, Lia langsung menarik baju Ifan dan mendekatkan dirinya untuk mencium aroma tubuh Ifan. Saat mencium aroma tubuh Ifan, Lia pun menjadi tenang. Ifan pun membiarkan Lia melakukan apa pun padanya, karena memang itu adalah keinginannya juga meskipun saat ini Lia hamil anak dari Tony.


(Itulah keajaiban dari seseorang yang ngidam...coba ngidamnya tinggal sama Ronaldo ato Keanu Reeves kan hancur dunia...)

__ADS_1


Lia :"Kalo saat ini Tony ato yang lain lihat pasti orang bilang Lia cewek nggak bener, cewek ******...!" senyum Lia setelah merasa puas mencium aroma tubuh Ifan.


Ifan :"Nggak masalah buat aku. Sekarang kamu duduk disana, terus makan. Aku temenin duduk di samping biar kamu bisa makan,!" ajak Ifan menuju sofa.


Dan benar saja, Lia pun makan dengan lahap karena Ifan berada di sebelahnya. Melihat Lia yang lahap makan karena ada dirinya, Ifan semakin bertekad untuk memiliki Lia seutuhnya.


Ifan


Bisa ketemu. Ada yang mau tak omongin tentang Lia.


Tony


Tolong jauhi Lia, Lia akan menjadi istri saya, dan bahkan mungkin saat ini sedang menjadi seorang ibu dari anak saya.


"Aku kira kamu nggak tau kalo Lia lagi hamil, tapi kamu nggak tau kalo kehamilan Lia saat ini dia membutuhkan aku untuk tetap ada disisinya...." batin Ifan dengan tersenyum licik.


Ifan


Aku tau bagaimana kondisi Lia saat ini. Justru karena itu aku ingin membicarakannya dengan mu. Jika memang kamu tak punya waktu untuk berbicara, bisa aku anggap kamu menyerahkannya padaku cuma-cuma


Tony :"Emang bini gua barang apa." emosi Tony.


Tony


Hari ini saat aku akan menjemput Lia.


Setelah Lia selesai makan, ia pun merapikan bekas makannya.


Ifan :"Dijemput sama Tony lagi,?"


Lia :"Iya mas. Kenapa,?"


Ifan :"Nggak ada sih, cuma mau tanya aja."


Lia :"Ya udah mas, makasi ya satenya. Lia ke depan dulu, sekalian mau siap-siap buat pulang." menuju pintu dan keluar.


Beberapa menit kemudian Tony datang. Ia pun langsung menuju tempat Lia berada.


Tony :"Hai sayang..." sapa Tony menghampiri Lia.


Lia :"Hai...cepet banget datengnya,!!" balas Lia sambil tersenyum.


Tony :"Iya, biar bisa lihat kamu lamaan. Oh ya, aku keruangannya dokter Ifan dulu ya,!" sambil berlalu menuju ruangan Ifan tanpa menunggu jawaban dari Lia.


Sesampainya di depan ruangan Ifan, Tony pun mengetuk pintu. Setelah di persilahkan masuk, Tony pun masuk ke dalam ruangan Ifan dan mengunci pintunya karena disuruh oleh Ifan.

__ADS_1


Ifan pun mempersilahkan Tony duduk di sofa dan ia pun menyusul Tony.


Ifan :"Langsung aja. Batalin pertunanganmu sama Lia."


"Eee buju buset...makhluk halus ne...enak aja maen batalin pertunangan...nggak tau jatuh bangunnya aku buat dapetin Lia." batin Tony emosi.


Tony :"Maaf. Maksudnya dokter Ifan apa ya,? Dan haknya dokter Ifan bilang seperti itu apa,?"


Ifan :"Aku tau saat ini Lia sedang hamil. Ia bisa makan sesuatu apa pun itu jika aku ada disampingnya."


Tony :"Saya masih menghormati dokter karena dokter adalah senior di tempat saya magang. Tapi jika bersangkutan dengan hal pribadi saya, terutama itu mengenai Lia, saya harap dokter Ifan masih punya batasan-batasan. Urusan Lia itu urusan saya. Terimakasih sudah memiliki perhatian lebih untuk calon istri saya, tepatnya ibu dari anak saya. Saya permisi.." langsung saja bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Ifan.


Ifan :"Kamu maksa aku buat pake cara kasar buat dapetin Lia." ucap Ifan dengan emosi disertai senyum licik setelah Tony keluar dari ruangannya.


"Sampe kapan pun, bahkan sampe aku mati, aku nggak akan pernah nyerahin Lia ke kamu Fan. Apa pun yang terjadi aku akan melindungi dan menjaga Lia." kesal Tony dalam batin.


Lia :"Sayang, kamu udah selesai ketemu dokter Ifan. Kalo udah kita pulang yuk...!" ajak Lia.


Sesampainya di dalam mobil Tony, tiba-tiba Lia merasakan mual seperti yang ia rasakan tadi. Dan langsung saja ia keluar dari mobil dan menuju toilet yang ada di sebelah UGD.


Melihat Lia yang tiba-tiba berlari, Tony pun langsung menyusulnya. Dan Ifan pun kebetulan melihat Lia yang berlari ke arah kamar mandi. Ifan dan Tony pun masuk ke kamar mandi bersamaan dan berada di samping Lia.


Tony :"Sayang...kamu nggak apa-apa,?" sambil menepuk-nepuk pelan punggung Lia.


Lia :"Nggak apa-apa, tapi sayang, kamu jemput aku belum mandi ya,?" tanya Lia sambil membersihkan mulutnya dan mengelap dengan tisu.


Tony :"Udah kok...wangi malah...!" ucap Tony sambil mencium aroma tubuhnya.


Lia pun kembali muntah. Melihat itu, Ifan pun langsung maju dan menyingkirkan Tony. Setelah selesai, Lia pun baru sadar jika ada Ifan dari tadi di belakangnya.


Lia :"Mas Ifan...kapan kesini...!"


Ifan :"Dari tadi, waktu aku lihat kamu lari ke kamar mandi. Butuh bantuan,?" sambil membuka tangannya menawarkan dirinya.


Lia :"Nggak usah mas, tapi...aku bisa minta baju yang mas Ifan pake sekarang kan,?"


Ifan dan Tony pun saling pandang mendengar permintaan Lia.


Lia :"Aku udah tes pack 2 hari lalu dan hasilnya positif. Aku tau kalo aku hamil sekarang. Aku cuma pingin cium aroma dari mas Ifan, maaf sayang....makanya aku minta bajunya mas Ifan yang di pake sekarang..." pinta Lia dengan wajah memelasnya.


Tony pun langsung menarik Ifan menjauh dari Lia.


Tony :"Saya sudah nggak bisa panggil dokter lagi, jadi saya panggil nama karna kita juga seumuran. Karna Lia hamil, aku kasi kamu kesempatan buat ada di sebelah Lia. Itu hanya karna dia sedang ngidam, jika sudah lewat masa itu, aku harap kamu bisa pergi menjauh dari Lia."


Ifan setuju tersenyum "Sudah aku bilang, Lia hanya butuh aku, justru yang harus pergi itu kamu..." menunjuk dada Tony dan pergi ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Setelah Ifan melepaskan bajunya, ia pun menyerahkan ke Lia, dan Lia pun langsung menghirupnya dengan tersenyum dan langsung berlari ke arah Tony.


__ADS_2