Cukup aku saja

Cukup aku saja
2 suami


__ADS_3

Setelah masakan jadi dengan perpaduan antara tangan Ifan dan Tony. Mereka pun menyajikan hasil masakan mereka di meja makan.


Setelah hampir selesai tertata, Tony pun langsung menuju kamar untuk membangunkan Lia.


Tony :"Mudahan nggak mual lagi pas aku deketin buat bangunin....!" sambil berjalan perlahan mendekat ke arah tempat tidur. "Sayang....ayo bangun....makanannya udah jadi lho...." membangunkan Lia dengan lembut sambil mengelus pelan kepala Lia.


Lia :"Heeeemmmmm....bentar lagi....masih ngantuk ne....!" sambil menenggelamkan kepalanya ke dalam selimut.


Tony :"Sayang....nanti kamu sakit lho....bangun maem dulu, habis itu kamu bisa tidur lagi koq....!" bujuk Tony.


Lia :"Aaaahhhhh...iya iya...aku bangun sekarang...tapi sayang keluar donk...aku nggak kuat sama baumu....!" bangun dari tidur dan duduk sambil menutup hidung serta mulutnya.


Tony :"Iya sayang....maaf....kalo gitu aku tunggu di luar ya....jangan tidur lagi." beranjak dari tempat tidur dan langsung keluar menuju meja makan.


Ifan :"Lia nggak muntah kamu bangunin dia.?"


Tony :"Nggak tuh. Nggak usah sok perhatian deh ke Lia." kesal Tony.


Ifan :"1 bulan lagi. Aku kasi waktu kamu 1 bulan buat tinggalin Lia. Lia lebih tenang bersamaku." sambil tersenyum tipis.


Tony :"Kurang ajar Lo....!" mengangkat tangannya hendak memukul Ifan, tapi tak jadi karna mendengar suara Lia keluar dari kamarnya.


Lia :"Ayo, kita mulai makannya. Eh....pada kenapa,?" tanya Lia bingung dengan posisi Ifan dan Tony saat ini.


Tony :"Nggak ada sayang. Duduk sini...maem dulu terus minum vitaminnya."


Lia pun langsung duduk. Ia duduk diantara Tony dan Ifan. Selanjutnya mereka pun makan bersama.


Mereka makan dengan lahap. Ifan dan Tony bergilir memperhatikan porsi makan Lia malam. Mereka bergilir memberikan lauk ke dalam piring Lia.


Setelah mereka semua selesai makan, Tony dan Ifan membersihkan meja makan dan dapur.


Lia :"Biar aku aja yang bersihin dapur, kalian duduk aja di depan TV." perintah Lia kepada Tony dan Ifan.


Tony :"Sayang...kamu itu lagi hamil sekarang, kesehatanmu yang utama. Tadi kan dokter juga bilang "jangan terlalu capek, istirahat yang cukup".!" jawab Tony dengan mengulang pesan yang di sampaikan oleh dokter kandungan tadi siang saat membawa Lia untuk memeriksakan kehamilannya.

__ADS_1


Ifan :"Untuk saat ini mas setuju sama katanya Tony, lebih baik kamu yang duduk manis di depan TV. Biar yang di dapur kita berdua yang selesaikan." jawab Ifan yang setuju dengan pendapat Tony.


Lia pun akhirnya mengalah dengan jawaban 2 lelaki yang ada di hadapannya.


Lia :"Punya suami 2 sepertinya enak deh..."! sambil berjalan ke arah TV.


Tony dan Ifan yang mendengar perkataan Lia spontan menghentikan pekerjaannya dan saling pandang, kemudian berganti memandangi Lia yang sudah berlalu untuk menonton TV.


Ifan :"Sepertinya aku sudah dapat lampu hijau dari Lia." sambil tersenyum sinis mengejek Tony.


Tony :"Gue pegang pisau ne...!" emosi Tony sambil mengacungkan pisau yang ia pegang.


Ifan :"Wah wah wah....senggol dikit langsung bacok. Kabuuuurrrr....!" sambil berlari kecil menuju tempat Lia berada.


Tony :"Sumpah dah, mau tak racun aja itu iblis. Lia juga, bisa bisanya bilang mau punya suami 2, emangnya aku kurang apa,?" kesal Tony sambil melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Di ruang santai


Ifan :"Gimana rasanya,? Masih mual sama pusing nggak,?" tanya Ifan sambil duduk tepat di sebelah Lia.


Ifan :"Besok ijin aja dulu, jangan masuk beberapa hari ke depan."


Lia :"Sepertinya nggak bisa deh mas, soalnya kalau Lia ijin kerjaan di rumah sakit jadi numpuk nanti waktu Lia masuk lagi. Tambah capek dong...!"


Ifan :"Nanti mas yang urusin...!"


Tony :"Bener juga apa yang di bilang sama Ifan. Kan masih ada aku juga...!"


drrt...drrt...drrt...


Ifan :"Assalamualaikum. Halo yah,!"


Ayah Ifan :"Waalaikumussalam. Lagi dimana sih, beli es krimnya aja sampe malam.?"


Ifan :"Lagi di rumahnya Lia yah. Ini sekarang mau pulang."

__ADS_1


Ayah Ifan :"Ya sudah, salam sama nak Lia. Kamu jangan lama-lama di rumahnya Lia, istri orang itu."


Ifan :"Masih calon yah, belum jadi istrinya. Ya sudah, Ifan pulang sekarang. Assalamualaikum."


Ayah Ifan :"Waalaikumussalam"


Setelah selesai menerima telpon dari ayahnya, Ifan pun berpamitan untuk pulang dan menuju ke dapur untuk mengambil es krim yang sempat ia beli.


Ifan :"Mas pulang dulu, mas lupa kalau ayah titip es krim tadi."


Lia :"Astaga...nggak cair es krimnya,?"


Ifan :"Nggak. Tadi waktu sampai es krimnya mas titip ke Tony buat di taruh di dalam freezer. Jadinya aman dech.." sambil memperlihatkan es krimnya. "Kamu istirahat, jangan sampe capek ya. Ada apa-apa langsung hubungi mas aja.!"


Lia :"Iya mas. Mas tenang aja, ada Tony juga kok yang ngurusin aku. Mas hati-hati di jalan ya...!"


Ifan pun menuju ke basement untuk mengambil mobilnya. Sesampainya di mobil Ifan langsung menghubungi seseorang.


Ifan :"Dalam beberapa hari ke depan, kamu ikutin orang yang bernama Tony Bagaskara, dia dokter magang di rumah sakit tempat ku kerja. Dan bulan depan adalah acara pernikahannya. Aku ingin dia mati bagaimana pun caramu. Masalah uang berapa pun kamu minta bukan masalah buatku." perintah Ifan di telpon yang berbicara dengan seseorang.


Setelahnya Ifan pun melajukan mobilnya untuk kembali ke apartemennya.


Tony :"Sayang.....kamu nggak istirahat,? Mualnya gimana,?" tanya Tony yang khawatir dengan kondisi Lia.


Lia :"Aku udah minum obat mual yang dikasi dari dokter kandungan tadi sebelum tidur, obat langsung bereaksi. Mualnya sih udah agak mendingan. Cuma...jangan deket-deket dulu ya sayang....masih sakit kepala kalo cium baunya sayang....!"


Tony :"Bingung dech, kamu kan hamilnya sama aku, tapi kok nggak bisa cium bau aku. Kenapa juga harus si kampret itu,?"


Lia :"Hush...nggak usah gitu ngomongnya. Ya aku juga nggak tau kenapa,? Mungkin dia kesel gara-gara bapaknya cebol gawang duluan...!"


Tony :"Lha....kok jadi aku yang kena...yang mancingin duluan siapa,? Yang pasrah diem diapa-apain siapa coba,? Masa iya aku buatnya sendiri,?" sewot Tony membela diri.


Lia :"Udah ah, nggak tau dan nggak mau tau. Besok siang kita foto prewed, lusa kita udah harus sebar undangan. Setelah lusa aku pulang ke rumah mama papa....!"


Tony :"Iya sayang ku.....wanita selalu menang...apalagi kalo lagi hamil. Kamu habisin susunya dulu, habis itu aku anterin pulang. Oh ya, mama papa udah tau kalo sayang hamil,?"

__ADS_1


Lia :"Kalo tau, aku nggak akan bernyawa sampe sekarang,!!"


__ADS_2