Cukup aku saja

Cukup aku saja
Akhir Pertengkaran


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Tony hanya diam saja.


"Entah apa yang merasukinya,???" batin Lia yang juga hanya diam sambil melirik ke arah Tony, tapi ia tak berani berbicara.


"Alamat dah, gara-gara dokter Ifan pasti ne,!!!" sambung dalam hati Lia.


Setelah sampai di apartemen, Tony pun masih diam, tidak mengeluarkan sedikit pun. Sesampainya di depan pintu apartemen masing-masing.


Lia :"Aku minta maaf kalo aku ada salah, kalo gitu kamu istirahat aja, entar kan mau piket malem. Assalamualaikum,!" ucap Lia.


Kemudian Lia membuka pintu apartemennya, tetapi pintu apartemennya tidak bisa tertutup, Lia pun membuka pintunya kembali, di dapatnya Tony menahan pintu itu.


Lia :"Kenapa,??" tanya Lia bingung.


Langsung saja Tony masuk, memegang bahu Lia dan mendorongnya ke dalam dan menutup pintu apartemen dengan kakinya. Tanpa basa basi dan peringatan, langsung saja Tony mencium bibir Lia setelah pintu tertutup.


Lia pun menjadi kaget mendapatkan ciuman mendadak dari Tony. Bibir Lia hanya terdiam mendapat ciuman mendadak dari Tony, matanya pun masih berkedip-kedip kayak lampu 5 Watt.


Mendapatkan reaksi kaget dari Lia, Tony pun langsung memeluk Lia, melepaskan tas yang bertengger di bahu Lia.


Merasakan Tony mulai memeluknya, Lia pun mulai membalas pelukan Tony dan memejamkan matanya, tetapi bibirnya masih terdiam.


Karena masih tak ada reaksi dari Lia, Tony mulai beraksi dengan mengelus lembut punggung dan leher Lia, seketika saja Lia membuka bibirnya. Tony pun ******* bibir manis Lia dan mulai memainkan lidahnya, sambil mendorong dengan perlahan dan membawa Lia ke arah sofa sehingga kaki Lia pun menabrak sofa dan membuat Lia terjatuh di atas sofa dengan posisi Tony menindih di atasnya.


Mendapatkan dirinya berada di atas Lia, Tony melepaskan ciumannya dan membiarkan Lia untuk mengambil udara akibat perciuman panjang mereka.


Tony :"Sayang....aku sudah nggak bisa nunggu lagi,!" ucap Tony sambil terengah-engah.


Lia masih terdiam dan masih mengatur nafasnya, hanya gerakan bola matanya saja yang bergerak.


Tony pun mulai ******* bibir Lia, kali ini ciumannya terasa seakan menuntut sesuatu yang lebih. Tangan Tony mulai mendaki gundukan kembar milik Lia dan meremasnya pelan.


"eehhmmm" desahan Lia dalam ciuman dahsyatnya dengan Tony ketika mendapat perlakuan seperti itu. Tapi dengan cepat kesadaran Lia kembali.


Lia pun mendorong Tony. Melihat Lia mendorong dirinya, Tony pun tersadar dengan apa yang sudah ia lakukan.


"Ya Allah....apa yang udah aku lakuin ke Lia....bodo...bodo...bodo..." batin Tony sambil mengambil posisi duduk menjauhi Lia.


Lia pun langsung bangun dan pindah posisi duduk menjauhi Tony. Ia pun menjadi bingung dengan apa yang sudah Tony dan ia lakukan barusan.


Lia :"Sebenernya kamu kenapa sih, kenapa kamu jadi kayak gini,?" tanya Lia dan mulai menitikkan air matanya.


Melihat Lia menangis langsung saja Tony menghampiri dan duduk di bawah depan kaki Lia. Sambil memegang tangan Lia "Maafin aku, aku nggak ada maksud kayak gini ke kamu, aku tau aku salah...kalo kamu mau marah, kamu boleh marah, kamu boleh pukul aku...tapi aku mohon kamu jangan nangis...maafin aku yang udah nyakitin hatimu..." ucap Tony berusaha menenangkan hati Lia.


Lia :"Terus kenapa kamu kayak gini Ton....??" masih tanya Lia dengan isakannya.

__ADS_1


Tony :"Ya..aku marah, aku cemburu karna kamu deket sama cowok lain, aku benci sama diri ku sendiri, padahal aku juga ada disana, awalnya aku menciummu agar aku bisa meredakan marah ku....tapi malah jadi seperti ini....aku mohon Lia, janganlah menangis.....dan bisakah kita meminta orang tuamu untuk mempercepat waktu pernikahan kita???"


Lia hanya terdiam mendengar penjelasan dari Tony, berusaha menahan air mata dan menenangkan dirinya sendiri.


Lia :"Aku mohon...bisakah kamu keluar dari sini...aku ingin sendiri,!" ucap Lia sambil berdiri dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya.


Mendengarkan perkataan Lia seperti itu Tony pun hanya bisa pasrah, ia pun hanya bisa termangu di tempat sambil duduk meratapi penyesalannya.


Di dalam kamar.....


Lia berbaring di tempat tidur sambil menangis, ia memikirkan tindakan yang Tony lakukan baru saja.


Lia :"Aku tau kalo dia cemburu....tapi...apa iya...sampe dia jamah aku kayak tadi..." gumam Lia sambil menangis. Lia menangis sampai akhirnya ia tertidur


Seperginya Tony dari apartemen Lia, Lia pun akhirnya bangkit dari tidurnya karena sudah tak kuasa lagi untuk menahan amukan para cacing yang sedang berdemo di dalam ususnya.


Lia pun pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan keluar kamar menuju meja makan. Di atas meja makan, ia melihat masakan yang sudah dibuat oleh Tony. Karna sudah sangat lapar, Lia pun langsung mengambil nasi dan makan.


Lia :"Padahal pinter kayak gini masaknya, masih aja minta dibuatin masakan buat bekelnya....dasar....!" omel Lia sambil tersenyum.


Setelah ia menyantap masakan yang sudah dibuatkan oleh Tony, ia pun membereskan sisa makannya dan mencuci piring. Setelah mencuci piring, Lia pun ke ruang santai untuk menonton acara TV. Baru saja ingin mendudukkan pantatnya, tiba-tiba hpnya berbunyi.


Lia :"Ya halo" dengan nada malas untuk menjawabnya.


Lia :"Waalaikumussalam. Iya udah tadi." masih menjawab dengan singkat.


Mendengar nada suara Lia yang masih marah Tony pun pergi mencari tempat yang sepi untuk bisa berbicara dalam telepon.


Tony :"Sayang...aku mohon, kamu jangan marah lagi ya, aku nggak akan kayak gitu, aku janji nggak akan cium-cium kamu lagi...jadi tolong maafin aku ya...!" mohon Tony kepada Lia.


"Sebenarnya ini juga salah ku, kalo seandainya aku bisa nahan diri dan nggak ikut terbawa suasana, nggak mungkin Tony ngelakuin hal kayak gini..." gumam Lia dalam hati.


Tony :"Sayang....kenapa diem, kamu nggak napa-napa kan,? halo Lia,?" khawatir Tony karena tidak mendengar suara Lia dari seberang telepon disana.


Lia :"Iya aku nggk napa-napa. Kamu dimana sekarang,!"


Tony :"Aku di rumah sakit, tapi ini lagi di taman depan tempat kita sarapan tadi pagi, biar aku bisa ngomong ma kamu sayang,!"


Lia :"Ya udah loq gitu. Assalamualaikum."


Tony :"Ha..tapi Lia....."


Tuut..tuut..tuut..tuut


Belum selesai Tony berbicara, Lia sudah menutup panggilannya.

__ADS_1


Tony :"Waalaikumussalam..." jawab Tony dengan lesu sambil melihat hpnya.


Tony pun kembali ke UGD dengan rasa tidak semangat, karna masih belum mendapatkan maaf dari sang kekasih.


Perawat 1 :"Lho...pak dokter kenapa jadi lesu gitu, pak dokter sakit ya,?" tanya salah satu perawat yang sedang shift bersamaan dengan Tony.


Tony :"Ah...nggak koq, cuma lagi ada kepikiran aja....!" jawab Tony dan duduk di UGD bersama para perawat yang lain.


Beberapa saat kemudian, Lia pun tiba di rumah sakit dengan membawakan beberapa camilan untuk Tony berjaga malam ini.


Perawat 2 :"Eh...malem Bu dokter...cari siapa Bu dok,?" tanya salah satu perawat.


Melihat teman perawatnya menyapa seseorang, Tony pun melihat ke arah depan. Dan didapatnya Lia berada disana. Ia pun terdiam sesaat.


Lia :"Mau cari orang yang katanya mau minta maaf sama saya..!" sambil tersenyum.


Tony pun langsung berdiri dan menghampiri Lia, seperti peliharaan yang langsung datang begitu dipanggil oleh sang majikannya. Melihat reaksi Tony, para perawat pun menjadi bertanya-tanya.


Tony :"Teman-teman...maaf ya...saya permisi ke depan dulu sebentar..." menunggu Lia untuk berjalan ke luar ruangan mencari tempat privasi.


Lia :"Nggak usah..ntar kalo ada pasien dateng tapi kamunya nggak stay disini malah jadi masalah...!" sambil tersenyum dan merangkul tangan Tony sambil mengajaknya duduk di kursi jaga UGD di tempatnya tadi.


Tony pun menjadi heran dengan sikap Lia. "Apa mungkin Lia udah nggak marah lagi ke aku,??" tanya Tony dalam hatinya, karna mendapati Lia bersikap seperti ini.


Melihat kemesraan antara Lia dan Tony, para perawat mulai bergibah. (emank ya..hidup ini nggak jauh-jauh dari gibah....yang bikin kita berdua jadi bahan gibahan kan lo sendiri author kutu kupret....)


Lia :"Ini aku bawain cemilan buat piket malem..."! sambil tersenyum dan menyerahkan plastik yang berisikan camilan dan minuman.


Semua perawat :"Waaahhhh....makasi banyak Bu dokter....."!


Lia :"Tapi ada syaratnya...!"


Perawat 2 :"Apa Bu dokter,??"


Lia :"Jagain imam saya, biar dia nggak kecapean jaga malem, sama jangan kasi dia bergadang kalo memang nggak ada pasien..!" ucap Lia yang spontan saja membuat semua menjadi kaget.


Perawat yang perempuan jadi langsung patah hati, tapi lain halnya dengan Tony yang langsung tersenyum lebar nan bahagia mendengar perkataan sang kekasihnya.


Lia :"Sayang, aku pulang dulu ya, assalamualaikum...!" pamit Lia sambil tetap tersenyum.


Tony :"Waalaikumussalam sayang, kamu hati-hati dijalan ya, kalo udah sampe apartemen langsung hubungin aku ya...samaaaaaa...makasi udah maafin aku..."


Lia :"Iya....dah ya, aku pulang dulu. Yang lain saya pamit dulu..." berjalan sambil melambaikan tangannya.


"Ya Allah...jatuh cinta lagi..." gumam Tony sambil tetap melambai padahal Lia sudah tidak ada lagi. Sampai akhirnya salah satu perawat menegur dan menyadarkan keadaan Tony yang nyawanya seakan ikut ditarik oleh kepergiaan Lia.

__ADS_1


__ADS_2