
Beberapa menit setelah perdebatan itu, Lia dan Ifan duduk di depan penghulu. Para tamu yang merasa bingung dengan kejadian perubahan pengantin prianya tak membuat acara menjadi terhambat.
Bla bla bla dari penghulu.
Ifan :"Saya terima nikahnya Melia Anggraini Putri bin Ridwan dengan seperangkat alat shalat dan 1 set perhiasan emas dibayar tunai."
Penghulu :"Sah"
Para saksi :"Sah...."
Acara akad dan resepsi selesai lebih awal. Mama Lia yang sudah sadar tidak banyak berbicara setelah papa Lia menjelaskan keadaan Lia dan yang terjadi saat ini.
Yang harusnya semua orang bahagia di hari pernikahnnya, berbeda dengan yang di alami Lia. Setelah semua selesai, ia langsung menuju kamarnya, melepaskan semua yang ia pakai hari ini.
__ADS_1
Lia :"Semua yang aku pakai hari ini, atas pilihanmu sendiri Ton, tapi kenapa kamu malah ninggalin aku..!" isak Lia sambil melepaskan atribut pernikahannya.
Mendengar Lia yang menangis dari balik pintu membuat Ifan masuk ke dalam kamar Lia.
Lia :"Mas. Maaf, Lia nggak bisa bareng sama Mas malam ini.!"
Ifan berjalan menghampiri Lia yang duduk di depan meja riasnya dan memeluknya dari belakang dengan posisi setengah duduk dan Lia duduk di kursi meja rias.
Ifan :"Bukan masalah buat mas kamu mau bareng ato nggak malam ini. Yang mas butuhin udah mas dapet. Kamu tau kalo mas sayang sama kamu, kita akan membesarkan anak ini bersama-sama. Jadi aku harap kamu jangan bersedih lagi."
8 bulan kemudian
Lia :"Mas, sarapannya udah jadi...!" ucap Lia dari dapur memanggil Ifan.
__ADS_1
2 Minggu setelah acara pernikahan mereka, Ifan membawa Lia ke apartemennya. Kehidupan pernikahan yang diharapkan tidak terjadi pada kehidupan Lia dan Ifan. Meskipun mereka tinggal bersama, dan seranjang, Ifan tetap tidak menyentuh Lia sebelum Lia yang memintanya. Karena Ifan ingin memiliki Lia untuk disisinya dan bahagia bersama dengannya, bukan untuk membuatnha menderita dengan memaksakan cintanya kepada Lia.
Ifan :"Iya sayang....tunggu bentar soalnya masih cari jas..!" teriak Ifan dari kamar yang sedang mencari jasnya.
Lia :"Sini biar aku yang cariin mas, mas Ifan sarapan dulu, entar malah telat lho...!" sambil membantu Ifan mencari apa yang dicari. Belum lama jas yang dicari sudah ditemukan oleh Lia.
Lia :"Ini jasnya mas, coba nyarinya nggak buru-buru kan pasti ketemu...!" sambil memakaikan Ifan jas dokternya.
Karena baru kali ini Lia memakaikannya pakaian, Ifan pun menjadi terharu sambil tersenyum, menggerakkan tangan sesuai perintah Lia. Setelah selesai Ifan dan Lia pun saling bertatapan.
Ifan :"Tumben banget...!" sambil tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya ke pipi Lia yang gembul. Sejak kehamilannya postur tubuh Lia menjadi lebih berisi.
Lia :"Ah...ng nggak koq..itu..mas sarapan dulu..." ucap Lia yang gugup saat Ifan memegang wajahnya.
__ADS_1
Ifan :"Hahahaha....kamu imut banget sih kalo gugup... sering-sering tunjukkin ke aku sifatmu ya...!" sambil mengelus kepala Lia dan berlalu ke luar kamar untuk sarapan.