Cukup aku saja

Cukup aku saja
Terpaksa


__ADS_3

Hari yang di nanti-nanti pun tiba. Ya, hari ini adalah hari yang paling bahagia bagi Tony dan Lia. Meskipun mereka di rias dan di siapkan di tempat yang berbeda.


Lia di rias di rumah oleh pegawai salon yang sudah menjadi langganan dari bibinya. Pakaian yang sudah disiapkan dari waktu mereka bertunangan. Kelengkapan acara yang sudah dipersiapkan oleh orang tua Lia.


Tony pun sedang mempersiapkan dirinya sendiri di rumahnya. Karna apartemennya sudah laku terjual, ia pun kembali ke rumahnya, karna hanya tinggal ia seorang diri dirumah besarnya itu, setelah kepergian kedua orang tuanya.


Sebagai penyambut tamu, berdirilah Ifan disana sambil membantu ayahnya dan orang tua Lia. Mulai dari sahabat sampai para petinggi pun ikut hadir dalam acara ini, karena Lia memberikan beberapa undangan kepada Ifan, dan Ifan pun memberikan kepada ayahnya, alhasil datanglah para petinggi ini.


Cucok :"Jenk....jangan gugup gitu dong Jenk...make up eike kan jadi jelek..Eike nggak mau di omelin sama Tante Sintya...!" protes salah seorang pegawai salon yang tak ingin kena amarah dari bibinya.


Lia :"Maaf mas....saya juga pinginnya nggak gugup...tapi mau gimana lagi...!"


Cucok :"Eits...no call me mas, panggil Eike Jenk Lista.!"


Lia :"Ah....em...iya Jenk...!" ucap Lia dengan gelinya.

__ADS_1


Sambil menerima tamu, Ifan tetap memantau suruhannya. Selang beberapa menit, suruhan Ifan memberitahukan bahwa ia akan berangkat ke tempat acara.


"Akhirnya..." batin Ifan sambil tersenyum licik yang penuh dengan kemenangan.


-----------------------


Tony :"Ayo, kita berangkat, acara tak akan bisa mulai jika mempelai prianya belum tiba...!"


Si X :"Anda benar tuan, silahkan anda masuk." sambil membukakan pintu untuk Tony.


Di tempat Lia.


Papa :"Tony kenapa belum dateng ya, ini sudah lewat hampir 1 1/2 jam. Mana hpnya nggak diangkat lagi,!" bingung papa Lia.


Para tamu pun sudah lama menantikan acara di mulai.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Ifan datang menghampiri papa Lia dan menyampaikan apa yang terjadi dengan Tony. Mendengar perkataan Ifan, papa Lia pun langsung terduduk lemas. Melihat suaminya yang tiba-tiba lemas langsung saja mama Lia menghampirinya.


Mama :"Kenapa pa,? Ada masalah apa,?"


Papa :"Tony ma, Tony kecelakaan dan saat ini belum ditemukan...!" sambil menundukkan kepalanya dan menangis dengan suara yang pelan. Dan mama pun langsung pingsan karena tak kuasa mendengar apa yang terjadi dengan Tony.


Papa Lia dan Ifan pun menjadi kaget. Mendengar ada kehebohan di dalam kamar membuat ayah Ifan masuk, dan mendapatkan keadaan yang menegangkan. Langsung saja ayah Ifan masuk dan menutup kembali pintu kamar.


Ayah Ifan :"Sebenarnya ada apa,?"


Ifan :"Tony kecelakaan, dan jasadnya belum di temuin."


Papa :"Kita hentikan acara ini dan kasitau Lia."


Ifan pun keluar dan memanggil Lia untuk masuk ke dalam kamar tau tempat para orang tua. Ifan tidak memberitahukan apa yang terjadi sehingga Lia harus datang menemui orang tuanya di kamar tamu.

__ADS_1


__ADS_2