
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 2 siang. Waktunya Lia untuk pulang. Saat Lia berjalan ke arah UGD menuju parkiran depan, Ifan memanggil Lia.
Ifan :"Lia...tunggu bentar,!' panggil Ifan sambil berlari kecil ke arah Lia.
Lia :"Kenapa mas,?" tanya Lia.
Ifan :"Kamu mau kemana, koq nggak nungguin aku,?"
Lia :"Mau pulang,!" jawab polos Lia.
Ifan :"Kan kamu nggak bawa mobil, ya pulangnya bareng aku aja.!" sambil memegang tangan Lia dan menariknya ke arah lift untuk turun bersama ke basement.
Lia :"Nggak usah mas, aku udah di jemput,!" tolak Lia sambil melepaskan pegangan tangan Ifan, karna banyak mata yang melihat mereka.
Ifan :"Oh ya,!! Siapa yang jemput kamu,!" tanya Ifan kepo.
Belum Lia menjawab, Tony datang menghampiri Lia. Karna Tony sudah menunggu Lia sekitar 15 menit tetapi ujung bulu mata Lia tak terlihat di pelupuk hati....(jiah....lebay author....)
Tony :"Sayang....!" panggil Tony.
Mendengar suara Tony yang memanggil sayang, Lia langsung menoleh dan tersenyum lalu menghampiri Tony.
__ADS_1
Tony :"Kamu koq lama banget keluarnya, aku tungguin dari tadi..." sambil mengelus kepala Lia.
Mendengar dan melihat apa yang terjadi di depan mata Ifan membuat Ifan tak bisa berkutik bahkan berbicara, seakan-akan menjadi lumpuh karena otak dan hatinya menerima sebuah kegagalan.... Kegagalan cinta....
Lia :"Tadi ngasi tau ke Mas Ifan dulu kalo aku nggak ikut bareng Mas Ifan Pulangnya, soalnya udah ada yang jemput.." jelas Lia
"Mas Ifan...?? Sejak kapan Lia jadi manggil dokter Ifan Mas Ifan....??" dalam hati Tony sambil memasang wajah bingung penuh tanya.
Lia dan Tony menghampiri Ifan.
Lia :"Mas, ini dokter Tony, Lia di jemputnya sama Tony, jadi untuk yang hari ini terimakasih banyak ya mas,!"
Ifan masih terdiam tanpa aksi dan reaksi.
"Harus aku kasi penekanan ne siapa Lia itu. Lia cuma milik Tony, yang lain....lewat aja..." gumam Tony memamerkan senyum kemenangan nan liciknya kepada Ifan.
Mendengar kata 'CALON ISTRI' dari Tony semakin membuat Ifan kaget. Dan hanya membuatnya mengangguk saja saat Lia pamit pulang dengan Tony.
Ifan langsung beranjak menuruni basement dengan lift. Sesampainya di mobil, ia tidak langsung pulang, ia masih memikirkan perkataan Tony mengenai Lia adalah calon istrinya.
Ifan :"Jadi...selama ini...aku tu suka sama cewek orang...sial...aku kira dia nggak punya pacar. Apa aku aja yang terlalu buru-buru..??" omel Ifan sendiri dalam mobil.
__ADS_1
Ifan :"Nggak...ini nggak bisa...Lia masih calon istrinya, belum tentu jadi istrinya. Dan...apa-apaan senyum sinis dari laki-laki tadi..." kesal Ifan dan menggenggam kencang stir mobilnya.
Ifan :"Ha ha ha...kamu nantangin aku...oke...fine...aku bakal rebut Lia dari kamu. Lihat aja, Lia bakal jadi istri aku, istri dari RIZQIFAN WIJAYA...!!!" ucap Ifan dengan semangatnya.
Di chanel sebelah, Lia dan Tony.
(Kalah-kalah TV aja....Masya Allah...kumat gila authornya...)
Tony :"Sayang...aku mau tanya, tapi kamu jangan marah dan jujur ma aku ya...!"
Lia :"Mangnya mau tanya apaan,? Kan selama ne aku nggak pernah bohong ma kamu,??" tanya Lia heran dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Tony.
Tony :"Iya sayang...aku percaya koq. Eehhhmm...kenapa kamu panggil dokter Ifan dengan Mas Ifan,?"
Lia :"Dia yang suruh, katanya biar nggak terlalu tua kalo aku panggil pak dokter ato pak dok,!"
Tony :"Kamu nggak kasi tau tentang kita ke dokter Ifan,?"
Lia :"Nggak pernah. Soalnya nggak ditanya ya buat apa aku cerita.."
Tony :"Teruuuusss....kamu tau nggak kalo dokter Ifan tu suka ma kamu,??"
__ADS_1
Lia :"Ya nggak mungkinlah, ngapain juga dia mau suka ma orang kayak aku. Kamu ni ada-ada aja dech...!"
"Oh ya Rabb....bini gua polos bangeeettt....kebangetan malah...masak ada laki suka nggak dia tau....tingkat kepekaannya terbuat dari apa sih....!!!!" gumam Tony dalam hati yang hanya bisa menggelengkan kepala.