Dear AURORA

Dear AURORA
Untuk Mamah


__ADS_3

Aurora kini sedang berdiam diri di dalam kelas, Karena merasa jenuh. Aurora langsung pergi ke ruangan piano, Ia juga masih mengingat tawaran dari Pak Seno soal perlombaan Gran Final besok.


Aurora langsung masuk ke ruangan piano, Dan duduk di kursi penonton paling depan. Ia hanya memandangi kursi yang berisi piano besar itu, Jika sebelumnya ia akan memainkannya. Tapi sekarang rasanya Aurora sedang berusaha melawan dirinya untuk tidak menyentuh benda besar itu.


"Mah, Ara rindu mamah" Lirih Aurora setelah beberapa saat diam.


"Waktu itu Ara sudah janji sama mamah, Kalau Ara akan berada di panggung besar dengan memainkan instrumen yang sangat indah. Dan mamah akan duduk di kursi depan untuk menyaksikan pertunjukan Ara"


"Padahal, Kalau mamah mau bertahan sebentar saja demi Ara. Besok adalah hari yang sudah Ara janjikan mah, Tapi mamah lebih memilih bersama Mira. Dan meninggalkan Ara sendirian"


"Ara akan menepati janji Ara mah, Walaupun mamah udah gak sama Ara lagi. Ara akan tetap menjadi kebanggaan mamah"


"Disini Ara rindu pelukan mamah"


Aurora berbicara sendiri dengan berderai air mata, Mengingat akan janjinya yang akan membanggakan Lina. Tapi ketika hari itu tiba, Lina malah pergi meninggalkan Aurora.


***


Keesokan paginya, Nampak seluruh murid SMA AKSARA begitu antusiasnya. Menunggu hari yang di tunggu-tunggu, Dimana Aurora masuk Gran Final dan akan tampil.


Sedangkan pak Seno ia malah terlihat begitu gelisah, Mengingat ucapan Aurora yang berkemungkinan tidak akan mengikuti acara lombanya.


"Pak Seno..?" Sapa Bu Mita.


"Ah, Iya"


"Pak seno kenapa?, Kok kayak lagi khawatir gitu?" Tanya Bu Mita yang melihat raut wajah Pak Seno penuh ke khawatiran.


"Gak papa, Saya ikut deg-degan aja. Padahal yang lomba anak murid kita yah" Jawab Pak seno dengan mencoba tersenyum.


"Iya, Eh tapi. Kenapa Aurora belum datang?" Tanya Bu Mita yang baru menyadari tidak adanya Aurora.


"Saya tanya Ares dulu, Siapa tahu Aurora bersamanya" Ucap Pak Seno dengan berlalu pergi dari hadapan Bu Mita.


"Ares.." Sapa Pak Seno dengan menepuk pelan bahu Ares.


"Oh Pak Seno, Ada apa pak?" Tanya Ares dengan berbalik badan menghadap Pak Seno.


"Kamu tahu Aurora dimana?" Tanya Pak Seno yang langsung membuat raut wajah Ares berubah.


"Saya gak tahu pak, Dari tadi juga saya belum lihat" Jawab Ares yang langsung membuat pak Seno semakin gelisah.


***


Kini Livy sedang bersama Daren dan Hana, Mereka pun akan ikut menyaksikan perlombaan Aurora. Untuk memberikan dukungan pada Aurora.


"Pah, Papah tahu Aurora dimana sekarang?" Tanya Livy, Yang tiba-tiba membuat Daren melihat ke arah Livy.


"Emang kenapa?" Ucap Daren yang malah berbalik tanya pada Livy.


"Barusan Ares chat Livy, Katanya Aurora belum datang ke acara perlombaan ini" Jawab Livy yang langsung membuat Daren dan Hana terkejut.


"Kok bisa?, Mas gimana ini?. Aku takut Aurora Kenapa-napa" Ucap Hana yang khawatir pada Aurora dengan memegang lengan Daren.


"Kamu tenang saja, Mas akan menelpon Mbok Mina dulu"


Setelah menunggu beberapa saat, Daren tidak mendapat jawaban dari Mbok Mina.


***

__ADS_1


Mendengar kabar Aurora belum datang, Seluruh murid dan para guru yang datang pun langsung gelisah.


"Baik, Untuk peserta dengan nomor 19. Perwakilan dari SMA AKSARA, Mari kita sambut. Aurora Atlanta" Ucap pembawa acara di atas panggung.


Mereka semua pun langsung bertepuk tangan, Tapi setelah beberapa saat. Seluruh penonton dari semua sekolah yang ikut perlombaan tidak melihat Aurora, Suasana menjadi ricuh karena tidak adanya Aurora.


Bahkan ada yang menganggap jika perwakilan dari SMA AKSARA sudah mengundurkan diri, Livy yang melihat kericuhan pun langsung berdiri menghampiri pak Seno.


"Pak, Gimana ini?. Aurora belum juga datang" Ucap Livy pada pak Seno.


Sedangkan pak Seno hanya menggelengkan kepalanya lemah, Seolah sudah pasrah dan membiarkan para juri menganggap perwakilan dari SMA AKSARA gugur.


"Bisa saya gantikan saja?" Tanya Livy pada pembawa acara.


Pembawa acara tersebut malah diam tidak memberi jawaban.


Klotak,, Klotak,, Klotak


Suasana yang awalnya ricuh, Kini menjadi hening karena mendengar suara sepatu yang begitu nyaring.


Mereka semua sempat terkejut melihat keberadaan Aurora, Yang kini sudah berada di atas panggung. Dengan penampilan yang begitu elegan, Aurora yang kini memakai Dress berwarna hitam, Rambutnya yang di sanggul dan menyisakan anak rambut di pinggiran kedua pipinya.


Semua penonton tampak kagum melihat penampilan Aurora tang nampak begitu cantik, Sampai Ares dan teman-temannya pun terperangah baru kali ini ia melihat penampilan Aurora yang begitu anggun. Tapi, Semua penonton juga di buat heran, Dengan Aurora. Karena ia membawa sebuket bunga mawar putih.


"Maafkan saya, Karena saya sudah telat untuk datang ke perlombaan ini" Ucap Aurora dengan membungkukkan badanya pada juri dan penonton.


Setelah mengucapkan itu, Aurora langsung turun ke bawah panggung dan menghampiri kursi penonton yang paling depan, Yang kosong tanpa ada orang. Aurora meletakkan bunga mawar putih yang ia bawa di kursi penonton itu.


Lalu Aurora kembali naik ke atas panggung dan duduk di kursi piano.


"Baik, Untuk Aurora. Kamu mau membawakan lagu apa?" Tanya sang pembawa acara.


"Baiklah, Mari kita saksikan. Penampilan dari Aurora Atlanta, Perwakilan dari SMA AKSARA" Seru pembawa acara yang langsung di sambut tepuk tangan oleh seluruh penonton.


*Kaulah yang pertama*


*Menjadi cinta tinggallah kenangan*


*Berakhir lewat bunga seluruh cintaku untuknya*



*Bunga terakhir*


*Ku persembahkan kepada yang terindah*


*Sebagai satu tanda cinta untuknya*


*Bunga terakhir*


*Menjadi satu kenangan yang tersimpan*


*Takkan pernah hilang 'tuk selamanya*


*Ohh*



*Betapa cinta ini*

__ADS_1


*Sungguh berarti tetaplah terjaga*


*Selamat tinggal kasih 'ku telah pergi selamanya*



*Bunga terakhir*


*Ku persembahkan kepada yang terindah*


*Sebagai suatu tanda cinta untuknya*



*Bunga terakhir*


*Menjadi satu kenangan yang tersimpan*


*Takkan pernah hilang 'tuk selamanya*



*Kaulah yang pertama*


*Menjadi cinta tinggallah kenangan*


*Berakhir lewat bunga seluruh cintaku untuknya*



*Ohh-uwo*



*Bunga terakhir*


*Ku persembahkan kepada yang terindah*


*Sebagai satu tanda cinta untuknya*



*Bunga terakhir*


*Menjadi satu kenangan yang tersimpan*


*Takkan pernah hilang 'tuk selamanya*


Lagi-lagi Alunan musik yang Aurora tampilkan saat ini, Membuat seluruh penonton terpaku dan terenyuh. Mendengar suara Aurora yang begitu halus, Dan menyentuh hati.


Aurora mendapat banyak tepuk tangan, Sampai para juri pun ikut berdiri untuk memberikan tepuk tangan pada Aurora.


"Lagu yang saya bawa itu, Khusus untuk mamah saya yang sudah bahagia di atas sana" Ucap Aurora dengan beranjak dari kursi piano.


Aurora memandangi kursi penonton yang terdepan yang sudah ia letakkan bunga di atas kursi tersebut.


"Mamah, Disini Ara sudah menepati janji Ara. Untuk mamah disini Ara tuturkan doa. Atas segelintir harapan yang tak sirna, Untuk membahagiakan mamah di akhir masa. Namun yang terjadi, Tak sesuai kehendak hati. Mamah mendahului Ara untuk pergi, Meninggalkan Ara disini sendiri, Di dunia yang fana ini" Ucap Aurora dengan berlinang air mata, Menatap kursi yang berisikan bunga mawar putih.


Semua penonton di buat bungkam, Suasana menjadi sunyi. Hanya ada ucapan Aurora yang begitu menyayat hati, Mengungkapkan isi hatinya untuk sang ibu.

__ADS_1


Daren merasa terpukul, Mendengar semua ucapan Aurora untuk mantan istrinya. Ia sampai tak bisa membendung air matanya, Sampai Daren berfikir. Harus dengan apa mendekati Aurora dan menebus semua kesalahannya yang telah membuat putri kecilnya terluka.


__ADS_2