Dear AURORA

Dear AURORA
Hidup Dengan Kebohongan


__ADS_3

Di dalam taxi Aurora terus mengumpat pada Ares dan Livy, Yang begitu menyebalkan dan semakin membuat Aurora benci.


Mendengar semua umpatan Aurora supir taxi hanya bisa menggelengkan kepalanya, Setelah beberapa menit perjalanan Aurora pun sudah sampai di depan rumahnya.


"Sudah sampai Neng" Ucap supir taxi.


Aurora langsung turun dan memberikan uang pada supir taxi 50 ribu.


"Kembaliannya ambil aja pak" Ucap Aurora dengan berlalu pergi.


"Emang gak ada kembaliannya ini mah Neng" Gumam supir taxi tersebut.


***


Aurora langsung membuka gerbang rumahnya dan menghampiri pak Jako yang sedang membersihkan halaman rumah Aurora.


"Pak Jako" Panggil Aurora dengan menghampiri pak Jako.


"Yah, Non ada apa?"


"Ambil mobil saya di sekolah, Ini kunci mobilnya" Jawab Aurora dengan menyerahkan kunci mobilnya.


"Baik non" Ucap Pak Jako dengan berlalu pergi.


Setelahnya Aurora masuk ke dalam rumah, Dan duduk di ruang tv untuk menunggu Pak jako. Aurora mendengar ada suara mobil yang masuk ke halaman rumahnya yang membuat Aurora bingung.


"Kok pak Jako cepet banget ambil mobilnya?" Gumam Aurora.


Saat Aurora akan keluar untuk melihat siapa yang datang, Aurora melihat 2 orang yang saat ini Aurora benci dan hindari.


Ternyata Daren dan Hana sudah datang dengan membawa bingkisan untuk Aurora.


"Berhenti!, Jangan masuk ke dalam rumah ini!" Sentak Aurora yang langsung mengagetkan Daren dan Hana.


"Aurora" Sapa Daren dengan suara yang melemah.


"Jangan pernah masuk ke dalam rumah ini!" Ucap Aurora dengan suara lantang, Sampai membuat Mbok Mina yang sedang masak di dapur pun terkejut.


Daren tidak memperdulikan ucapan Aurora ia malah masuk dengan menggandeng tangan Hana.


"Berhenti!, Selangkah lagi kalian masuk. Saya gak akan segan untuk melaporkan kalian ke polisi!" Ancam Aurora yang langsung membuat Daren marah.

__ADS_1


"Aurora..." Panggil Daren dengan menatap Aurora tajam.


"Jangan sebut nama saya dengan mulut kotor anda!" Jawab Aurora datar.


Daren langsung marah, Tetapi Hana lebih dulu menenangkan Daren.


"Mas tahan, Kamu jangan terpancing emosi!" Bisik Hana dengan menggemgam tangan Daren.


"Aurora tan..." Ucap Hana terpotong karna Aurora lebih dulu menjawabnya.


"Diam!, Anda juga sama tidak ada hak untuk menyebut nama saya" Sentak Aurora pada Hana.


"Jaga sikap kamu Aurora!" Teriak Daren yang sudah kehabisan kesabaran.


Aurora langsung menatap Daren tajam, Yang berjalan dan akan menghampirinya. Lalu Aurora langsung berlari menuju tangga lantai atas.


"Selangkah lagi anda mencoba mendekati saya, Saya akan melompat dari tangga ini" Tantang Aurora yang sudah ada di tangga paling atas.


"Mas Daren!" Teriak Hana, Yang langsung memeluk suaminya.


Hana tahu bahwa kali ini Aurora tidak akan main-main dengan ancamannya.


"Aurora berhenti, Apa yang kamu mau Sebenarnya?" Tanya Daren yang mencoba menahan emosinya.


"Jangan pernah muncul lagi di hadapan ataupun pandangan saya!"


"Saya mohon" Lirih Aurora dengan melemahkan suaranya.


"MELIHAT KALIAN BERDUA, RASANYA SAYA INGIN MATI SEKARANG" Teriak Aurora dengan wajah frustasi.


"AURORA, JAGA UCAPAN KAMU!" Teriak Daren.


"Mas ayo kita pergi" Ucap Hana dengan menggenggam tangan Daren


"Tante bawa sesuatu untuk kamu Ra, Tante letakkan disini yah" Ucap Hana dengan meletakkan bingkisan yang berisi Dress untuk Aurora yang sudah ia beli tadi bersama Daren.


"AMBIL!, SAYA GAK BUTUH HADIAH APAPUN DARI KALIAN. TERMASUK KAMU, WANITA MURAHAN!." Teriak Aurora yang langsung membuat amarah Daren memuncak.


"AURORA!" Teriak Daren dengan suara lantang, Sampai Mbok Mina dan Pak Jako yang mendengar di luar rumah pun ketakutan.


"Asal kamu tahu Aurora, Dia tidak bersalah. Saya menikah dengan Lina itu karna terpaksa dan karena suatu kesalahan!, Tidak ada cinta di dalam rumah tangga kami"

__ADS_1


Ucap Daren yang langsung membuat Aurora diam membeku.


"Mas.." Ucap Hana yang mencoba menahan Daren.


"Diam Hana!, Biar saya kasih tahu semuanya pada anak kurang ajar ini. Biar dia tahu selama ini dia hidup dengan penuh kebohongan" Ucap Daren.


Aurora masih diam membeku mendengar semua ucapan Daren yang membuatnya seperti tersambar petir, Apalagi saat Daren menyebutkan menikah karna kesalahan?, Berarti kehadiran Aurora selama ini juga kesalahan?.


"Saya menikah dengan Lina hanya karena kesalahan, Seharusnya yang saya nikahi adalah Hana. Tapi saya sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal bersama Lina, Yang mengharuskan saya untuk bertanggung jawab dan menikahi Lina"


"Jika saja waktu itu kami tidak dalam pengaruh alkohol, Maka kami tidak akan melakukan kesalahan yang berujung harus menikah" Ucap Daren yang langsung membuat Hana tidak tahan menangis mengingat kejadian masalalu.


"Lina hamil dan meminta pertanggung jawaban pada saya, Ayah Lina terus mendesak saya untuk menikahi putrinya. Yaitu mamah kamu, Mereka terus mengancam saya jika tidak menikahi Lina"


"Kebahagiaan yang kamu lihat pada keluarga kita dulu, Semua itu adalah kebohongan Aurora. Sandiwara yang sudah kita ciptakan" Ucap Daren.


"Apa anda juga tidak pernah mencintainya?, Sehingga anda berselingkuh dengan wanita itu?" Tanya Aurora yang langsung membuat Daren bungkam.


"JAWAB!" Teriak Aurora.


"Ya kamu benar Aurora, Saya tidak bisa memaksakan perasaan saya pada Lina. Karena sebelum saya menikah dengan Lina saya sudah menjalin hubungan dengan Hana"


"Awalnya saya akan menerima dan mulai mencintai Lina, Tapi dia sudah membuat kesalahan yang fatal. Dan dia juga sama-sama berselingkuh dengan sahabatnya" Ucap Daren yang membuat Aurora tertawa kencang, Tawa yang begitu menakutkan bila di dengar.


"Hahaha!, Asal anda tahu. Ibu saya melakukan itu karena ada alasannya. Dia frustasi telah kehilangan Mira, Di tambah dulu dia sudah mengidap penyakit tumor yang berkembang menjadi kangker ganas dan sudah menginjak stadium 2. Dia terpaksa berbohong berselingkuh karna sudah tidak pantas bersanding dengan anda, Dia merasa kasihan terhadap anda yang harus hidup bersama dengan wanita yang berpenyakit. Tapi apa?, Anda tidak menanyakan apa alasan ibu saya melakukan itu. Anda malah meninggalkan kita, Meninggalkan keluarga ini. Dan telah menyakiti saya!" Ucap Aurora dengan lantang.


Daren yang baru mengetahui fakta tersebut langsung terkejut dengan menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Sedangkan Hana, Dia juga sama terkejutnya sampai menutup mulut mendengar suatu fakta baru dari mulut Aurora.


"Bagaimana sekarang?, Anda puas?. Anda bahagia?. Selamat menjalani kehidupan anda yang sempurna dengan keluarga baru anda, Dan dengan wanita murahan itu. Biarkan saya hidup sendirian menjalani kehidupan ini yang penuh dengan kebohongan dan sandiwara" Ucap Aurora tersenyum miris dan menuruni tangga.


Dengan langkah gontai Aurora pergi keluar dari rumahnya, Saat baru sampai di luar teras pak Jako langsung menghampiri Aurora.


"Non, Ini kunci mobilnya" Ucap Pak Jako.


Aurora langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi dari rumahnya untuk menenangkan pikirannya yang saat ini sedang kacau.


Di dalam rumah, Daren langsung terduduk lemas. Mendengar semua ucapan Aurora tentang Lina, Rasa bersalah pada Aurora kini semakin besar, Termasuk pada Lina.


"Maafkan aku Lina, Maafkan aku..." Lirih Daren dengan menangis tersedu.

__ADS_1


Hana langsung menghampiri Daren dan memeluknya, Untuk menenangkan suaminya.


__ADS_2