
Setelah perlombaan Aurora kemarin, Akhirnya Aurora menjadi juara 1 yang pasti membanggakan untuk sekolah, Terutama Daren.
"Aurora" Sapa Daren pada Aurora yang sedang duduk sendirian.
"Kamu hebat Ra, Papah bangga sama kamu" Ucap Daren.
Aurora hanya diam dengan menatap Daren datar, Tak ada senyuman atau ucapan dari Aurora untuk membalas sapaan Daren.
Saat Hana akan menghampiri Aurora, Aurora langsung berdiri dari duduknya dan pergi begitu saja.
"Aurora masih belum menerima aku mas" Lirih Hana pada Daren, Dengan menatap kepergian Aurora sendu.
"Kita harus bersabar untuk meluluhkan hati Aurora, Hana" Ucap Daren dengan mengusap pundak Hana.
***
Keesokan harinya, Daren dan Hana berinisiatif memberikan hadiah untuk Aurora.
"Kamu yakin mas, Aurora suka sama dress ini?" Tanya Hana yang melihat Dress berwarna hitam polos tapi nampak sangat elegan.
"Iya, Setau ku Aurora sangat menyukai warna hitam" Jawab Daren, Dengan memandangi Dress yang sudah ia beli untuk Aurora.
"Baiklah, Nanti kita pergi ke rumah Aurora setelah dia pulang sekolah"
"Tapi hatiku belum yakin Hana, Aku belum yakin untuk bisa meluluhkan hati Aurora. Aku cukup sadar diri, Bahwa aku adalah pemberi luka terbesar dalam kehidupannya" Lirih Daren dengan menundukkan kepalanya.
Melihat Daren yang bersedih, Hana langsung menggenggam tangan Daren dengan mengusap lembut.
"Aku akan berjuang mas, Aku Janji akan membawa Aurora kembali dalam hidupmu, Dan menjadi anggota keluarga kita" Ucap Maya yang mencoba memberi kekuatan untuk Daren.
Mereka berdua pun langsung melanjutkan acara belanja mereka.
***
Di sekolah kini Aurora sedang duduk di taman sekolah termenung seorang diri, Sampai tiba-tiba ada seseorang yang ikut duduk di sampingnya, Yang tak lain adalah Ares.
Aurora langsung menatap malas Ares, Yang tidak ada kapoknya untuk mendekati Aurora.
"Jangan dekati..."
"Aku mohon Ra, Kamu jangan minta aku menjauh lagi. Aku akan terus mengejar kamu dan menangkap kamu kembali"
Ucap Ares, Yang memotong pembicaraan Aurora. Dengan menatap wajah Aurora begitu dekat.
"Terserah kamu saja" Jawab Aurora.
Saat Aurora melihat ke arah kanan, Aurora melihat seseorang yang nampak sedang mengawasi pembicaraannya dengan Ares.
"Makasih Ares" Ucap Aurora yang yang langsung membuat Ares terkejut sekaligus bingung.
"Mak-sud ka-mu Ra" Ucap Ares terbata karna masih bingung.
"Makasih selalu ada untuk saya, Dan makasih karena kehadiran mu membuat saya tidak merasa sepi lagi. Dan saya meminta maaf untuk kejadian waktu itu" Ucap Aurora.
Ares bingung harus menjawab apa, Tapi ia malah tersenyum pada Aurora dengan mengusap lembut kepala Aurora.
"I Love You Aurora, And do not go again"
Aurora tidak menjawab apapun, Ia hanya tersenyum. Tersenyum yang menandakan penuh arti, Dan hanya dirinya lah yang tahu.
__ADS_1
"Kamu akan mengerti, Bagaimana rasanya kehilangan orang yang berarti dalam hidup kamu Livy" Batin Aurora dengan tersenyum smirk.
***
"Woy, Pengumuman. Akhirnya camping akan di adakan seminggu lagi" Teriak Dani, Sang ketua kelas di kelas IPA 2.
"Yes Akhirnya" Seru semua murid yang bersorak senang.
"Beneran nih" Ucap siswi yang sedang mengobrol.
"Iya beneran, Pengumumannya udah ada di mading" Jawab Dani, Yang langsung membuat seluruh siswa di kelas 11ipa 2 ricuh dengan bersorak gembira.
Pintu ruangan terbuka, Suasana yang tadinya ramai dan ricuh pun kini langsung hening, Karena melihat Aurora masuk ke kelas. Mereka yang awalnya melihat ke arah pintu masuk pun, Langsung mengalihkan pandangannya dari Aurora.
Mereka tidak berani berurusan ataupun membuat masalah dengan Aurora, Dari tatapan tajam dan dinginnya sikap Aurora pun sudah membuat mereka segan. Apalagi untuk mendekati Aurora mereka tidak berani, Karena Aurora sudah terkenal dengan sebutan Putri salju yang sadis di sekolahnya.
"Aurora?"
Aurora yang baru saja menenggelamkan wajahnya di atas lipatan tangan, Kini langsung mendongkakkan kepalanya melihat siapa yang memanggilnya. Aurora langsung menaikkan sebelah alisnya menatap si pemanggil.
"Aku di suruh wali kelas, Buat data siapa aja yang mau ikut camping minggu depan. Kamu mau ikut?" Tanya Disa, Sekretaris di kelas 11ipa 2.
"Gak" Jawab Aurora acuh.
"Kamu yakin, Gak mau ikut?"
"Hm"
"Kalau nanti kamu berubah fikiran dan mau ikut, Kamu bilang sama aku yah. Biar nanti aku bilang langsung sama wali kelas"
"Hm" Jawab Aurora dengan kembali menelungkupkan wajahnya di antara lipatan tangan.
"Gak Aurora!, Kamu gak boleh rapuh lagi. Kamu gak boleh punya perasaan lebih sama cowok brengsek itu, Kamu hanya akan membalaskan dendam mu pada Livy melalui Ares"
"Iya, Itu tujuannya. Balas Dendam!" Batin Aurora dengan menarik sudut bibirnya.
***
"Res kamu ikut camping kan, Kamu kan ketua kelas disini. Ketua kelas kan wajib ikut" Ucap Livy, Dengan membereskan buku-bukunya.
"Iya Liv, Gua juga inget" Ucap Ares.
Livy dan Ares berjalan beriringan menuju tempat parkir, Saat sudah sampai di depan mobil Ares. Livy langsung menarik pintu mobil depan dan akan masuk, Saat pintu mobil terbuka tiba-tiba saja Aurora datang dan langsung masuk ke dalam mobil Ares.
"Aurora" Kaget Livy melihat Aurora yang sudah duduk manis tanpa memperdulikan Livy.
"Thanks" Ucap Aurora dengan tersenyum remeh menatap Livy.
Ares yang akan masuk mobil pun, Sama terkejutnya dengan Livy. Melihat Aurora yang tiba-tiba masuk ke dalam mobilnya.
"Apa saya boleh ikut pulang dan duduk di sini?, Di samping kamu?" Tanya Aurora pada Ares.
"Ha?, Tapi kan kamu bawa mobil" Jawab Ares.
"Terus kenapa?, Ada yang salah?. Oh saya tahu, Setelah kamu tadi bilang I Love You pada saya, Kamu mau berduaan sama cewek lain?. Brengsek sekali anda" Ucap Aurora yang sengaja meninggikan suaranya agar di dengar Livy.
Di belakang Aurora Tangan Livy terkepal erat, Mendengar Ares yang bilang I Love You pada Aurora, Livy langsung terbakar api cemburu, Dan berusaha untuk menahan amarahnya.
"Bukan, Bukan itu maksud aku. Mobil kamu nanti gimana Ra?"
__ADS_1
"Gak gimana-gimana, Nanti saya akan meminta supir saya untuk mengambil mobil, Gampang kan. Atau kamu gak mau anterin saya pulang?, Yasudah saya keluar"
"Eh, Tunggu Ra. Kamu disini aja" Ucap Ares dengan menahan tangan Aurora.
Aurora langsung tersenyum penuh arti, Melihat Livy dari ekor matanya yang sedang menahan marah.
Livy langsung masuk ke mobil bagian penumpang di belakang, Dengan menutup pintu mobilnya begitu keras.
"Sial!" Batin Livy, Dengan bersidekap dada menahan kesal.
"Bagus, Kamu harus merasakan yang lebih sakit lagi dari ini. Sialan!" Batin Aurora yang melihat Livy dari kaca mobil.
"Kita antar Aurora pulang dulu yah, Liv" Ucap Ares.
"Tidak bisa!" Tolak Aurora.
"Kenapa Ra?"
"Saya gak bisa lihat cowok yang udah bilang suka sama saya, Berduaan sama cewek lain. Antar si parasit itu pulang lebih dulu" Jawab Aurora yang langsung membuat Livy melototkan matanya kaget.
"Apa kamu bilang?, Kamu ngatain aku parasit?" Ucap Livy dengan menunjuk dirinya sendiri.
Aurora hanya tersenyum miring lalu menganggukkan kepalanya.
"Bagus, Kamu memang harus sadar diri. Hidup seperti parasit itu hanya bisa menyusahkan orang lain. Jangan gatal sama cowok orang, Oh iya. Aku lupa kamu kan menuruni sipat ibumu" Jawab Aurora.
"AURORA!" Teriak Ares, Yang langsung membuat Aurora menatap Ares tajam.
"APA!" Teriak Aurora dengan menatap Ares begitu tajamnya.
Livy yang berada di belakang pun langsung takut melihat Aurora yang sedang marah, Apalagi tatapan tajamnya yang sekarang mengarah pada Ares.
"Apa hah?!, Memang kenyataannya kan dia seorang parasit. Dan kamu juga sudah tahu semuanya, Bagaimana busuknya dia dan ibunya" Teriak Aurora pada Ares.
Ares hanya diam, Lalu mencoba untuk menenangkan Aurora dengan melembutkan suaranya.
"Ra, Ucapan kamu udah keterlaluan" Ucap Ares, Dengan merendahkan suaranya.
"Oh jadi kamu belain wanita sialan itu" Ucap Aurora dengan menunjuk Livy yang duduk di belakang.
"Bukan gitu Ra, Aku minta maaf" Ucap Ares.
"Berhenti!" Sentak Aurora.
"Berhenti Ares!"
"Berhenti!, Atau saya lompat"
Ares langsung memberhentikan mobilnya di tepi jalan, Dan langsung menghadap Aurora dengan menggenggam tangan Aurora lembut.
Aurora langsung menepis tangan Ares dengan kasar, Dan keluar dari mobil Ares.
"Ra jangan pergi, Aku minta maaf udah bentak kamu. Ayo kita pulang, Kita anterin dulu Livy abis itu kamu, Okey" Bujuk Ares.
Aurora tidak menjawab ia malah menonjok pipi Ares dengan kuat sampai Ares meringis sakit.
"Awwsshh" Ringis Ares.
"Taxi!" Teriak Aurora.
__ADS_1
"Antar saja wanita sialan itu, Bangsat!" Teriak Aurora dengan masuk ke dalam taxi.