Dear AURORA

Dear AURORA
Dia...?


__ADS_3

Arka baru saja menutup kafenya, Hari ini ia menutup kafenya lebih cepat dari hari kemarin. Jam masih menunjukan pukul 11 malam, Jika hari biasanya ia akan menutup kafenya pada pukul 1 malam.


Suara mobil berhenti tepat di belakang Arka, Arka langsung melihat siapa yang datang


"Kafe sudah tutup" Jawab Arka pada seseorang yang baru keluar dari mobil.


"Ya ampun, Varo!" Ucap Arka terkejut siapa yang menghampirinya.


"Hello, Bro!" Sapa Varo.


"Kapan balik ke indo, Kok gak ada kabar?" Sapa Arka, Dengan bertos ria dan memeluk teman masa SMA nya dulu.


"Kemarin, Sorry gua gak kabarin lo. Soalnya gua langsung ke rumah sakit jenguk bokap" Jawab Varo.


"Oh bokap lo masuk rumah sakit, Gimana keadaannya sekarang?, Udah baikan?"


"Tadi pas gua kesana lagi, Keadaannya jauh lebih baik dari kemarin" Jawab Varo yang langsung di angguki Arka.


"Berarti bokap lo sakit kangen tuh sama lo" Jawab Arka yang langsung membuat mereka sama-sama tertawa.


"Club yu, Bagian si David sama Regan di sana. kata mereka" Ajak Varo.


Arka masih diam tidak menjawab ajakan Varo, Karena sebenarnya Arka sangat malas untuk ikut ke tempat itu.


"Ayolah Ka, 2 hari lagi gua kan harus balik lagi ke London. Lagian gak setiap hari juga kan kita bisa sama-sama lagi kayak dulu" Ajak Varo, Karena melihat wajah Arka yang seperti akan menolak.


Akhirnya Arka pun menganggukan kepalanya, Dengan terpaksa mengikuti kemauan Varo sahabat lamanya.


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah club malam, Yang sangat ramainya pengunjung.


"Woy bro apa kabar?" Sapa hangat Varo pada pada David dan Regan dengan bertos ria pada mereka berdua, Arka pun sama halnya menyapa ke dua temannya.


"Baik"


"Tumben nih, Si bapak Arka mau ikut ke club. Ada angin apa yang menghadang dia?" Tanya David dengan tertawa.


"Kalian gak tahu aja, Kalo nih anak tuyul yang maksa gua ikut kesini" Jawab Arka dengan menunjuk Varo Menggunakan dagunya.

__ADS_1


"Kalian pesan apa?" Tanya Regan.


" Gua air putih aja, Males alkohol" Jawab Arka.


Mereka Serempak menganggukan kepalanya, Karena sudah tahu sikap Arka seperti apa. Arka tipe orang yang sangat menjaga kesehatannya, Jadi dia tidak akan mau untuk meminum alkohol.


"Gan, Gua whiskey" Seru Varo.


"Awas aja kalo lo mabuk berat, Males banget gua anterin lo pulang" Ucap Arka pada Varo.


"Santai gua udah biasa kok" Jawab Varo.


Mereka pun bercerita sampai sesekali tertawa bersama mendengarkan cerita dari Varo yang sekarang tinggal di London.


Arka mengedarkan pandangannya melihat sekitar, Sampai tatapannya berhenti pada seorang wanita yang duduk membelakanginya di meja bar. Beberapa botol bir yang sudah kosong dekat dengan wanita itu, Dan satu gelas yang berisi bir sudah ada dalam genggamannya.


Wanita yang Arka tatap itu tak lain adalah Aurora, Ia sudah tak sanggup meneguk alkohol itu lagi. Ia sudah menghabiskan 5 botol bir, Dan ini yang ke enam. Bartender pun sudah tak ingin melayaninya lagi, Karena melihat keadaan Aurora yang sudah mabuk berat.


Aurora meneguk alkoholnya dengan menangis, Seolah dengan ia meneguk minuman itu masalahnya akan hilang. Tapi malah semakin jelas dalam ingatan Aurora.


Sedangkan Arka yang dari tadi menatap punggung Aurora yang bergetar pun seolah paham apa yang di alami gadis itu, Arka masih belum tahu gadis yang sedang ia tatap. Karena Arka hanya melihat dari belakang saja.


Dengan langkah lebarnya Arka langsung mendekati Aurora dan mendekap pinggang gadis itu.


"Ternyata kamu disini, Ayo kita pulang. Kamu sudah mabuk berat" Ucap Arka yang sengaja meninggikan suaranya agar di dengar lelaki bertubuh kekar itu.


Ucapan Arka berhasil membuat lelaki bertubuh kekar itu langsung mundur dan pergi, Setelah lelaki itu pergi. Arka langsung melepaskan tangannya dari pinggang Aurora.


Saat Arka melepas tangannya dari Aurora, Tiba-tiba saja tubuh Aurora terhuyung dan akan terjatuh. Untungnya Arka dengan sigap menahan tubuh Aurora.


Handphone yang ada di saku Arka berdering, Ternyata dari Varo.


[ Pepet terus ceweknya bro, Gila. Ternyata lo pro juga ]


Ucap Varo yang ada di sebrang, Arka langsung melihat ke belakang di mana ketiga temannya yang sedang mengejek Arka.


[ Gua duluan ]

__ADS_1


Jawab Arka dengan mematikan sambungan telponnya.


Sebenarnya Arka ingin pergi meninggalkan Aurora, Tapi hatinya merasa tidak tega melihat Aurora yang sudah mabuk berat dan setengah sadar. Jika saja ia pergi maka akan ada laki-laki lain yang akan menghampiri Aurora, Pikir Arka.


Dengan hati yang berat, Arka langsung merangkul Aurora dan meletakkan tangannya di pinggang Aurora.


Arka membawa Aurora masuk ke dalam mobilnya di kursi samping kemudi, Saat Arka melepaskan kacamata hitam yang Aurora pakai. Mata Arka langsung membulat kaget ternyata gadis yang ia bawa adalah gadis yang waktu itu ia temui di rumah sakit saat sedang menangis di taman.


"Dia....?!" Ucap Arka dengan menatap wajah Aurora.


"Aurora, Yah nama dia Aurora" Gumam Arka yang baru mengingat nama Aurora.


"Aurora bangun!" Ucap Arka dengan mengguncang tubuh Aurora agar sadar.


"Aurora..."


Bukannya sadar, Aurora malah menangis dan terisak.


"Mamah... Hiks, Semuanya jahat mah, Semua orang jahat sama Ara. Kenapa mamah malah pergi ninggalin Ara, Kenapa gak Ara aja yang mati mah. Apa salah Ara, Kenapa semua orang jahat sama Ara?, Apa karena Ara ini anak haram?!" Gumam Aurora dengan terisak.


Arka yang mendengar gumaman Aurora pun langsung ikut merasakan sakit hati.


"Kamu wanita yang kuat Ra" Lirih Arka dengan mengusap lembut kepala Aurora.


"Yah, Malah tidur lagi nih bocah" Gumam Arka yang melihat Aurora sudah tertidur pulas.


Akhirnya Arka pun langsung membawa pulang Aurora ke rumahnya yang satu komplek dengan rumah Ares dan Livy.


Setelah sampai di rumahnya yang cukup besar itu, Arka langsung turun dari mobilnya.


Dan membuka pintu sebelah dimana Aurora duduk.


"Hei bangun" Ucap Arka dengan menepuk pipi Aurora.


Bukannya bangun, Aurora malah menggeliatkan tubuhnya karena merasa terganggu, Sedangkan Arka hanya menghela nafas kasar melihat Aurora yang malah tertidur dengan begitu pulasnya.


Akhirnya Arka pun menggendong Aurora untuk masuk kedalam rumahnya, Karena tidak memiliki pilihan lain selain mengendong tubuh Aurora, Saat Arka menggendong Aurora. Ia begitu terkejut saat Aurora dengan tiba-tiba mengalungkan lengannya pada leher Arka.

__ADS_1


Arka menggelengkan kepalanya, Ia tidak mempermasalahkan itu. Ia terus masuk ke dalam rumahnya dan memasuki kamar tamu yang ada di rumahnya.


__ADS_2