
Setelah cukup istirahat di rumah Arka, Aurora langsung pamit pulang. Karena melihat Arka yang sudah siap akan pergi ke kafenya.
"Saya pamit mau pulang" Ucap Aurora yang baru keluar kamar dan menghampiri Arka yang ada diruang tamu.
Arka langsung menelisik penampilan Aurora yang masih mengenakan pakaiannya yang semalam.
"Kamu ganti baju dulu" Ucap Arka dengan menyerahkan Hoodie nya dan celana jins panjang yang nampak pas di pakai Aurora.
"Saya tidak per ..."
"Ganti Aurora" Jawab Arka yang tidak ingin di bantah.
Aurora langsung mengambil Hoodie dan celana jins itu, Lalu berbalik ke kamar tamu.
Setelah beberapa menit, Aurora pun kembali menghampiri Arka.
"Sudah" Ucap Aurora yang langsung membuat Arka menoleh ke arahnya.
Arka tersenyum melihat penampilan Aurora yang kini terlihat lebih lucu, Karna tubuhnya yang mungil tenggelam dalam Hoodie yang ia berikan.
"Kenapa?" Tanya Aurora dengan wajah polosnya.
"Gapapa" Jawab Arka dengan beranjak dari duduknya.
"Ayo, Aku antar kamu pulang" Ajak Arka yang langsung di angguki Aurora.
Saat sudah sampai di teras luar rumah Arka, Aurora mengerutkan keningnya. Seolah tidak asing dengan tempat tinggal Arka.
"Kenapa?" Tanya Arka yang berdiri di belakang Aurora.
Aurora langsung membalikkan tubuhnya untuk menghadap Arka, Dengan menggelengkan kepalanya.
"Yuk" Ajak Arka yang reflek memegang tangan Aurora.
"Maaf, Reflek.." Ucap Arka yang langsung melepas tangan Aurora dengan tersenyum malu.
Aurora hanya tersenyum melihat tingkah Arka yang menurutnya lucu.
Setelah mobil berjalan, Aurora kembali di buat kaget. Ternyata dugaannya benar, Kalau rumah Arka berdekatan dengan rumah Livy.
"Oh iya, Kamu masih sekolah yah?" Tanya Arka yang langsung di angguki Aurora.
"Kamu..." Ucap Aurora dan Arka bersamaan, Yang langsung membuat Arka terkekeh.
"Duluan" Ucap Arka.
"Kamu tahu orang yang tinggal di rumah itu?" Tanya Aurora dengan menunjuk rumah Livy.
Arka langsung melihat ke arah kiri dimana letak rumah Livy berada.
__ADS_1
"Ya tahulah, Orang dia sepupu aku" Jawab Arka yang langsung membuat Aurora terkejut.
"Sepupu?" Tanya Aurora.
"Iya, Papah aku itu kakak dari tante Hana. Oh iya kamu kenal sama Livy gak?" Tanya Arka.
"Saya cuman tahu dia, Tapi tidak kenal" Jawab Aurora datar.
"Tahu darimana?"
"Kita satu sekolah" Jawab Aurora.
Arka hanya menganggukkan kepalanya dengan mulut yang membentuk huruf O.
***
Di sekolah Ares terlihat begitu lesu, Karena masih tidak bertemu dengan Aurora yang hari ini tidak masuk sekolah.
"Kamu kenapa Res?" Tanya Livy yang tiba-tiba datang dan duduk di bangku samping Ares.
"Aurora gak sekolah" Jawab Ares.
Mendengar itu, Livy langsung terbakar api cemburu. Lagi-lagi Ares selalu memikirkan Aurora, Padahal selama ini Aurora selalu kasar dan acuh pada Ares.
"Kamu kenapa sih Res, Terus mikirin Aurora. Padahal dia selalu kasar sama kamu!" Ucap Livy yang langsung membuat Ares menatap Livy bingung.
"Apa istimewanya Aurora sih Res?, Kamu gak nyadar apa. Dia selalu kasar sama kamu, Dan sikap dia juga sombong gitu. Trus kemarin dia berani pukul kamu kan?" Ucap Livy yang langsung membuat Ares menatapnya tidak percaya.
"Lo kenapa ngomong gitu Liv?"
"Emang kenyataannya gitu kan?, Aku gak salah bicara. Itu faktanya!"
"Gua gak nyangka sama lo Liv, Livy yang selama ini gua kenal selalu baik hati, Ternyata udah berubah" Ucap Ares yang membuat Livy merasa aneh.
"Berubah gimana sih Res, Apa salahnya aku. Aku cuman mau menyadarkan kamu buat gak ngejar Aurora lagi. Dia udah nyakitin kamu Res!, Masa kamu mau sama cewek yang kasar seperti Aurora" Jawab Livy.
"Gua ngejar dia, Karena gua sayang sama dia Livy. Dan lo juga tahu kan, Gimana kehidupan Aurora yang tumbuh tanpa kasih sayang dari orangtuanya!, Bukan Karna itu juga. Tapi gua sayang sama Aurora tanpa alasan, Meskipun dia kasar sama gua, Gua udah nerima bagaimana pun sikap dia" Ucap Ares.
"Tapi dia selama ini gak nerima kehadiran kamu Res, Dia malah dengan lancangnya pukul kamu. Dan sikapnya gak pernah berubah selalu acuh dan sombong"
"Gua gak peduli!"
"Tapi Res.."
"Jangan ikut campur urusan gua Livy, Lo cuman sahabat gua gak lebih, Jadi lo gak ada hak untuk ikut campur masalah hidup gua"
"Tapi aku sayang sama kamu Res, Aku cinta sama kamu. Kenapa kamu pilih Aurora, Padahal yang lebih dulu kenal kamu itu aku bukan Aurora! Aku yang selalu ada di saat kamu kesulitan Res, Dan aku yang lebih tahu tentang kamu bukan Aurora" Ucap Livy dengan menangis.
Ares langsung terkejut, Mendengar ucapan Livy yang mengungkapkan isi hatinya. Ares kira perasaan Livy itu cuman sekedar suka tapi ternyata malah di luar dugaannya.
__ADS_1
"Aku gak suka liat kamu perhatian sama Aurora Res, Kenapa kamu gak pernah peka sama sikap aku yang selama ini untuk kamu Res" Lirih Livy.
Ares masih diam tidak tahu harus menjawab apa yang livy ucapkan untuknya.
"Apa kamu lupa?, Kamu udah janji kan waktu itu. Buat jauhi Aurora, Dan kamu udah milih aku. Tapi kenapa sekarang kamu ingkar Res" Ucap Livy yang masih tidak di jawab Ares.
"Jawab Res!" Tekan Livy.
Banyak pasang mata dari teman sekelasnya yang melihat perdebatan antara Livy dan Ares, Bahkan ada yang sengaja duduk mendekat di antara mereka berdua agar mendengar apa yang Livy dan Ares ucapkan.
"Gua tahu, Tapi perasaan gak bisa di paksakan Livy" Jawab Ares yang sedari tadi diam.
"Tega kamu Res!" Ucap Livy yang beranjak dari duduknya pergi keluar kelas dengan menangis.
"Kenapa hidup gua harus serumit ini sih" Desah Ares dengan mengusap wajahnya kasar.
***
"Lumayan deket juga ternyata rumah kamu" Ucap Arka yang sudah sampai di depan rumah Aurora.
"Mau mampir?" Tanya Aurora pada Arka.
"Bukan gak mau sih, Tapi aku mau ke cafe dulu. Tapi kalau kamu maksa yaudah deh ayo" Ucap Arka dengan cengengesan.
Aurora malah menatap Arka bingung dengan menaikkan satu alisnya.
"Ada juga ternyata manusia modelan kayak dia" Batin Aurora dengan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa diam, Ayok masuk" Ajak Arka tanpa malunya.
"Tuan rumahnya siapa?" Tanya Aurora dengan menatap datar Arka.
Arka malah tertawa dengan mengacak rambut Aurora.
"Bercanda Hehehe" Jawab Arka yang tanpa sadar mengusap kepala Aurora.
Aurora hanya tersenyum tipis, Lalu masuk ke dalam rumah mendahului Arka yang sedang cengengesan.
"Dasar manusia aneh, Tapi lucu juga" Gumam Aurora.
"Non, Sudah pulang" Sapa Mbok Mina yang sedang menyapu.
"Hm" Jawab Aurora datar.
"Assalamualaikum" Ucap Arka yang langsung membuat Aurora dan Mbok Mina menoleh.
"Waalaikumsalam Den, Temannya non Ara yah?" Sapa Mbok Mina.
"Bukan saya calon suaminya Aurora" Ucap Arka dengan entengnya, Membuat Aurora dan Mbok Mina terkejut dengan membulatkan matanya menatap Arka.
__ADS_1