
Setelah beberapa hari ada di ruang ICU, Bagas akhirnya bisa sadar juga. Tetapi, dia belum bisa melakukan apa apa. Bahkan bicara saja, Bagas tidak bisa.
Dokter Jemmy melihat kondisi Bagas begini merasa prihatin tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Karena sadar dia hanya seorang dokter yang tugasnya merawat pasien.
Dikarenakan Emi belum mau berbicara dengan dirinya secara pribadi, Jemmy memilih menyampaikan kabar ini langsung di depan keluarga Emi.
Kebetulan saat itu, ibu dan bapak Emi masih menunggu di rumah sakit. Mereka tidak ada meninggalkan Emi selama Bagas belum sadar. Hanya adik Emi saja yang harus pulang ke rumahnya untuk berkerja kembali.
Karena dia tidak bisa cuti terlalu lama. Jadi Sekar memilih pulang untuk masa depannya nanti. Lagi pula di rumah sakit sudah ada orang tuanya yang akan menemani sang kakak.
" Keluarga Bagas. "
Emi langsung mendekat. Dia tau, sejak dirinya membentak dan berbicara kasar kelada Jemmy, Jemmy seolah menjaga jarak dengan dirinya. Dia awalnya merasa ini lebih baik untuk mereka berdua. Tetapi, setelah semakin lama, dia merasa tidak ada orang yang bisa dia ajak untuk konsultasi mengenai kondisi suaminya.
Tapi sayang, bila dia dekat dengan Jemmy lagi, dia akan di ceramahi lagi olehnya nanti. Jadi Emi berusaha menahan segalanya sendiri saja.
Emi juga sejak Bagas masuk rumah sakit dia tidak pernah masuk kerja lagi. Jadi banyak sekali Emi absen saat itu. Tetapi teman teman dan direktur di rumah sakit itu memaklumi karena saat ini Emi sedang mengurusi suaminya yang berada di ICU. Jadi masih tidak apa apa. Hanya saja, bila terus berlanjut, dia bisa saja di pecat.
" Bagaimana keadaan Bagas dok? "
" Bapak Bagas saat ini sudah mulai sadar. Dan dia sudah bisa di jenguk sebentar sebentar. Tetapi, kondisinya belum sepenuhnya membaik. Dia belum bisa melakukan apapun. Bahkan dia berbicara juga masih sulit. Nanti bisa di lakukan terapi untuk membantu kesembuhannya lagi. "
Emi tidak bisa bertanya atau membicarakan hal lainnya lagi dengan Jemmy. Padahal dia sangat ingin tau lebih detail lagi soal keadaan Bagas. Dan meminta saran untuk keadaan Bagas. Tetapi Emi masih belum mau di berikan saran yang menyakitkan lagi
" Baik dok.. terimakasi. "
Orang tua Emi mengucap syukur untuk hal ini. Mereka berpikir semua susah mulai membaik dan anak mereka akan bisa bersama Bagas seperti sebelumnya lagi.
__ADS_1
Tapi, Emi masih di hantui oleh perasan tidak nyaman dari perkataan para dokter spesialis yang waktu ini di temuinya.
Dengan menahan egonya, Emi mendatangi ruangan Jemmy untuk menanyaka keadaan Bagas yang selengkapnya.
" Selamat siang dok... "
Jemmy melihat Emi datang dan tetap menyambut dia dengan ramah. Karena dia tidak pernah mempermasalahkan sikap Emi sebelumnya itu. Dia juga sadar dia yang terlalu keras memaksa Emi untuk mengikhalaskan suaminya.
" Siang Mi... ada apa? "
" Jem, maaf... aku mau menanyakan soal keadaan Bagas saat ini. "
Jemmy membiarkan Emi menyelesaikan perkataannya dulu. Walaupun dia tau apa yang ingin Emi katakan saat ini.
Jemmy sudah mengambil keputusan dia akan mendukung apapun yang Emi mau lakukan. Karena memang sangat tidak akan mudah melepaskan laki laki yang kita cintai.
" Mi... aku tadi sudah katakan. Kalau Bagas itu nanti bisa di terapi untuk penyembuhannya. Tapi harus rutin. Setip oprasi pasti ada saja resikonya. Kamu bukankah sudah paham hal itu. Kenapa bertanya lagi. Apalagi waktu ini, Bagas melakukan oprasi besar. Jadi wajar saja ada efek sedikit dari semua itu. Aku hanya bisa mengatakan kalau Bagas bisa di terapi nantinya. "
Jemmy tidak mau menjawab hal selain yang di tanyakan padanya. Dia tidak mau measuk lebih dalam lagi di kehidupan Emi. Dia tidak mau melewati batasnya lagi.
Emi juga sadar saat ini Jemmy sedang menjaga jarak dengan dirinya. Tapi dia tidak mempermasalahkan hal itu. Karena Jemmy pasti mengambil sikap ini, karena perkataannya yang waktu ini terlalu berlebihan.
" Jem... maaf untuk apa yang aku lakukan sebelumnya ya. "
" Tidak maslah Mi... kita akan tetap mendukung kamu. Apapun yang kamu putuskan, kami akan mendukung penuh. "
" Termasuk untuk tetap mempertahankan dan melakukan semua pengobatan untuk Bagas? "
__ADS_1
Emi ingin meyakinkan dirinya lagi. Kalau apa yang akan dia ambil nanti, Semua berada pada jalur yang benar. Dan dia ingin mendapatkan dukungan oleh teman temannya.
" Termasuk hal itu juga. Karena kata kamu sebelumnya, keajaiban bisa datang kapan saja. Siapa tau kalau dengan pengobatan itu, Bagas akan berjuang untuk hidupnya. Dan berjuang untuk kamu istrinya juga. "
Kali ini Emi merasa jauh lebih baik. Dia hanya perlu dukungan seperti ini saat ini. Dia tidak butuh ceramah dan saran dari orang lain. Karena semua itu akan mental saat di hadapan dirinya.
" Baiklah Jem, aku akan kembali dulu. Aku mau melihat Bagas dulu. "
Setelah kepergian Emi, Jemmy barulah termenung. Dia mengingat bagaimana kondisi Bagas saat ini. Kondisi yang memperihatinkan. Dan terlihat tersiksa.
" Aku harap kamu masih kuat saat ini Gas. Jangan menyerah dengan mudah. Istri kamu sangat keras kepala sehingga tidak mau mendengar pensapat siapapun. Jadi satu satunya cara, Kamu harus sangat sembuh. Dan jangan buat semua pengorbanan istri kamu sia sia. "
Jemmy hanya biaa menggumamkab hal itu. Dia kemudian larut dengan pekerjaannya lagi. Dan mulai memikirkan hal yang lainnya.
Emi yang sudah masuk kedalam ICU, dia melihat bagaimana keadaan Bagas dari jarak yang cukup jauh. Tapi apa yang di lihat Emi, sangat memperihatinkan. Bagas sangat menderita kelihatannya. Dia memakai selang pernapasan dan selang makan. Belum lagi dengan alat pendeteksi jantung, tekanan darah, dan lain sebagainya.
Melihat bagaimana keadaan suaminya, membuat Emi merasa sedih dan berdosa.
" Apa aku seharusnya tidak usah saja melakukan pengobatan ini dengan Bagas. Melihat kondisi Bagas, aku merasa sangat sakit hati saat ini. Apa aku masih harus melanjutkan semuanya. "
Kedua sisi hati sari Emi saat ini sedang berperang. Memilih untuk melanjutkan atau menyudahi saja. Emi bingung dengan hal itu. Bila dia tidak melanjutkannya, Emi belum siap untuk kehilangan.
" Apa yang harus aku lakukan Tuhan. Aku belum siap untuk kehilangan cinta aku. Aku mau dia selama mungkin bisa berasama dengan aku. Aku belum mampu untuk sendiri saat ini. "
Orang tua Emi melihat anaknya yang keluar dari dalam ICU itu merasa ada yang aneh. Karena Emi terlihat murung dan sangat sedih.
" Mi... ada apa? "
__ADS_1
" Apa aku harus melanjutkan pengobatan Bagas pak bu? Aku tidak bisa melihat dia memakai berbagai macam alat di tubuhnya. "