
Adi sudah menyusun rencana. Dia berencana akan membuat seolah olah rumah dari Emi di ramok oleh maling dan seluruh benda berharganya akan di ambil. Tetapi selain itu, Adi juga sudah membayar beberap orang untuk menggunjingkan Emi saat ini.
Jadi nanti bila Emi sudah tidak tahan dengan apa yang orang bicarakan tentang dirinya, dia akan pergi meninggalkan rumah itu untuk sementara waktu. Sehingga rencana Adi bisa berjalan mulus.
" Aku tidak mendapatkan apa yang aku mau dengan baik baik, berarti aku akan mengambil ini dengan cara merampasnya. Tetapi sebelum itu, aku mau kau sakit hati dulu kakak ipar... aku mau kau mendapat hinaan dari orang sekita dulu. "
Rencana Adi sudah di jalankan. Dan sudah banyak tetangga yang menggosipkan Emi saat ini. Emi di katakan tidak mengurus suami dengan baik dan sibuk dengan laki laki lain.
Ibu ibu tukang gosip di daerah itu, jelas langsung menerima mentah mentah gosip yang di dengar mereka tanpa di cari kebenarannya.
Hingga gosip iti semakin luas dan semakin di besar besarkan. Emi di katakan sudah membawa laki laki lain masuk kedalam rumahnya dan tidur dengan laki laki lain saat suaminya tidak berdaya.
" Brengsek... wanita ****** itu sangat kurang ajar. Beraninya dia melakukan semua itu kepada Bagas. Dia enak enakan selingkug sedangkan suaminya sedang sakit. Wanita kampungan. "
Umpatan demi umpatan di lontarkan oleh ibu Ayu kepada Emi saat ini. Ibu Ayu belum sempat ke rumah Bagas karena kesibukan dia mengurus suaminya.
Jadi saat ini dia harus bisa menegur langsung menantunya itu, Dia tidak terima Bagas di perlakukan tidak adil oleh Emi. Apalagi karena Emi, Bagas sudah mengurangi jatah uangnya yang di berikan pada dirinya.
" wanita itu akan mendapatkan balasannya sekarang. Aku tidak peduli bila semua nanti di dengar oleh Bagas. Bagas harus tau juga kalau istrinya itu adalah wanita yang tidak baik. "
Dengan tergesa gesa, Ibu Ayu pergi ke rumah Emi. Selama perjalanan, Ibu Ayu terus mendengar gosip tentang Emi. Hal itu membuat ibu Ayu semakin marah dan ingin cepat sampi untuk menegur menantunya itu.
" Emi... Emi... keluar kamu. "
Teriakan Ibu Bagas membuat beberapa tetangga di sebelah rumah Emi ikut keluar. Mereka dapat melihat kalau Ibu Emi saat ini sedang menahan amarahnya.
__ADS_1
" Waaahhh seru ini... akan ada pertunjukan mertua melabrak menantu. "
Ucap salah satu tetangga Emi yang suka bergosip. Dia mulai memberi tahu warga lain kalau di rumah Emi sedang terjadi keributan.
Emi yang ada di dalam rumah mendengar ada gedoran pintu dan teriakan itu segera keluar rumah. Dan mensapati ibu mertuanya yang terlihat sedang marah.
Saat ibu mertuanya akan memarahi dia, Emi segera mengambil tangan ibu mertuanya dan menyalaminya. Emi melakukan itu bertujuan untuk mengelabui ibu ibu yang sedang mengintip mereka.
" Bu kita bicara di dalam saja.Bila ibu ingin marah silakan di dalam. Karena bila di luar, nama baik ibu akan hancur nanti. "
Ibu Ayu sebenarnya tidak mau masuk kedalam rumah. Tapi dia terpaksa ikut dengan Emi krena di tarik olehnya.
Sampai di dalam rumah, Ibu Ayu tidak melihat adanya Bagas atau laki laki lain. Tapi Ibu Ayu tetap emosi dengan Emi.
" Ehhh kau menantu kurang ajar tidak tau di untung. Berani beraninya kau selingkuh dari Bagas ya.... Suami kau itu baru saja sakit dan kau malah mencari kesenangan di luar sana."
Suara dari Ibu Ayu sangat keras sehingga Bagas yang berada di dalam kamar kaget mendengar suara ibunya. Dia ingin bangun melihat apa yang terjadi tetapi tidak bisa.
" Ada apa itu? kenapa ibu datang dengan teriak teriak begitu? ada apa sebenarnya? . Aku harap Emi bisa kuat menghadapi Ibu "
Bagas sangat kawatir tapi tidak bisa berbuat apapun. Ingin bicara tapi suara tidak juga muncul. Sedangkan Emi, dia yang mendengar Ibu Ayu berteriak dengan kencang begitu membuat dia merasa takut kalau Bagas bangun.
Jadi tanpa menjawab ibu mertuanya, Emi lalu pergi ke dalam kamar untuk melihat Bagas dulu. Emi melihat Bagas yang sudah bangun dan seperti ingin menanyakan sesuatu.
" Bentar ya yank... maaf buat kamu tidak nyaman. Aku harus bicara sebentar dengan ibu saat ini. Tunggu ya... nanti aku jelaskan segalanya. "
__ADS_1
Emi masih bisa bicara sangat lembut kepada Bagas walaupun hatinya saat ini sedang sangat marah kepada mertuanya itu.
Setelah berpamitan, Emi lalu pergi keluar lagi untuk melihat Ibu Ayu yang di tinggalkan tadi. Lalu Emi mengambil tangan mertuanya dan menariknya menuju halaman belakang.
" Lepas. Kenapa kamu menarik saya kemari? apa kamu takut Bagas tau kelakuan busuk kamu itu? Wanita murahan. Sangat tidak tau malu kamu berani memperalat anak saya. "
Emi yang sudah dari tadi menahan dirinya, menjadi lepas kendali saat ini. Emi menatap mertuanya tajam. Dia tidak terima mertuanya itu ikut campur lagi di rumah tangga dia dan Bagas.
Bukankah sebelumnya ibu mertuanya ini yang sudah menyerahkan tanggung jawab anaknya oada Emi. Tapi sekarang malah datang dengan membawa tuduhan yang tidak jelas.
Emi sebenarnya sudah mendengar semua gosip tentang dirinya dari beberapa hari yang lalu. Tapi Emi selalu mengabaikannya. Karena merasa itu tidak benar. Dan berharap Bagas tidak mendengarnya. Karena itu bisa membuat kondisi Bagas tidak setabil lagi nanti.
" Aku mungkin bisa menerima semua orang menghina aku dan menjelekan aku. Tapi aku tidak akan terima bila sampai gosip ini mengganggu suami aku. Apalagi kesehatannya. "
Emi berkata demikian di dalam hatinya.
" Bu... saya masih menghargai ibu saat ini sebagai ibu kandung dari suami saya. Tapi saya tidak terima bila ibu membuat kegaduhan di rumah saya ini. Apa yang mendasari ibu mengatakan saya seperti itu? apa ibu ada bukti? Saya ingin ibu tau, kalau selama ini hanya saya yang mengurs suami saya itu. Bahkan di saat ibunya sendiri juga sudah membuang dirinya. "
Ibu Ayu tidak menyangka kalau menantu yang selama ini diam saja bila dia hina. Sekarang melawan begini. Dia seperti melihat sisi yang berbeda dari Emi saat ini.
" Sangat luar biasa dia bahkan sudah berani menunjukan sisi aslinya saat suaminya sedang sakit. Aku yakin yang membuat Bagas sakit adalah dia. Dia ingin menguasai harta Bagas. "
Ibu Ayu memang tidak akan pernah bisa berpikir positip pada Emi. Mungkin benar kata orang, bila orang sudah membenci kita, gimana pub cara kita meyakinkan mereka kita orang baik, mereka tidak akan percaya.
" ooooooohhhh kau sudah mulai menunjukan wajah aslimu ya saat ini. "
__ADS_1