
Bagas sudah di bolehkan untuk pulng dan dia kembali dengan menggunakan kursi roda lagi dan di dampingi oleh Emi, Sekar dan mertuanya.
Bagas merasa sangat malu saat ini pada ayah mertuanya. Dia merasa sangat gagal menjadi laki laki yang di titipkan anaknya oleh bapak Bajra. Saat ini Bagas yang malah membebani Emi dengan sakit yang di deritanya.
" Pak... "
Bapak Bajra tau apa maksud dari panggilan Bagas barusan itu. Jadi bapak Bajra hanya mengelus bahu Bagas untuk menenangkan Bagas. Bapak Bajra tau kalau sebagai laki laki ego yang mereka miliki itu besar. Jadi akan sulit menerima bila harus bergantung kepada istri untuk mengenai biaya hidup. Biaya yang seharusnya merekalah yang menanggung. Tapi saat ini Bagas malah merepotkan Emi dengan hal begini.
Mendapatkan elusan di bahunya, Bagas merasa semakin tidak enak pada mertuanya. Dia merasa sangat tidak berguna. Emi tidak ada melihat reaksi seperti itu di antara Bagas dan bapaknya. Dia hanya sibuk mengurus segala keperluan kepulangan Bagas.
" Pak... ayo kita berangkat sekarang. "
Emi dan yang lainnya langsung pulang kerumah. Dan sepanjang jalan Emi hanya memegang tangan Bagas saja. Sedangkan Bagas, dia merasa Emi sedang sangat cemas saat ini. Jadi dia hanya diam menunggu istrinya bercerita.
Begitu sampai di rumah, semua menuju kamar masing masing dan Emi juga membawa Bagas untuk kedalam kamarnya agar bisa istirahat.
" Sayang... kamu kenapa? apa yang kamu cemaskan? dari tadi aku perhatikan kamu terus menerus mengerutkan kening kamu. Aku tau kalau itu kebiasaan kamu saat kamu sedang mengalami kebingungan dengan pikiran kamu. Apa yang kamu pikirkan hemm? "
Bagas berusaha untuk membuat Emi bercerita pada dirinya lagi. Dia mau tau apa yang di cemaskan Emi saat ini. Apa itu ada hubungannya denga kesehatan dirinya atau tidak.
"Aku tidak memikirkan apapun kok yank.. ayo kit tidur sekarang. "
Bagas tidak langsung percaya dengan Emi. Dia tau kalau Emi tidak ingin berbagi kepada dia karna ini pasti sangat penting.
__ADS_1
" Apa kamu pikir aku tidak bisa lagi kamu andalkan ya? maka dari itu kamu tidak mau berbagi pada aku lagi? "
" Bukan yank... bukan.. "
" Apa ini karena kamu bepikir aku tidak berhak tau mengenai apapun setelah aku sakit. "
"Bukan Bagas. tapi ini karena berhubungan dengan sakit kamu. Apa yang bisa aku katakan lagi pada kamu? "
Emi tidak tahan dengan tuduhan Bagas akhirnya dia mengatakan hal itu. Saat sadar, Emi berpikkr bagaimana cara dia meyakinkan Bagas kalau yang di pikirkan Emi bukan hal yang buruk.
" Apa aku tidak berhak mengetahui kondisi aku Mi? "
" Bukan... bukan yank.. aku hanya berpikir tentang perkataan dokter. Dia menyarankan aku untuk melakukan pengobatan paru paru pada kamu tiap minggu. Jadi cairan di dalam paru paru kamu itu harus di tarik tiap minggu di rumah sakit. Aku takut akan hal ini. Takut kamu kenapa kenapa. Dan taku kalau kamu meninggalkan aku. "
" Sayang... aku tau kalau kamu begitu mencintai aku. Tapi, seharusnya kamu tidak usah kawatir lagi mengenai apa yang akan terjadi pada aku nanti. Kamu seharusnya sudah menyiapkan diri dari awal untuk perpisahan kita. Tanpa kamu katakan mengenai kondisi aku, aku sadar akan kesehatan aku yang terus menurun. Apa kamu tidak lelah mengobati aku begini yank? Aku yang menjalani saja sangat lelah. Aku sudah merasakan sakit. Dan saat menjalani pengobatan itu, aku tambah sakit. Aku sangat ingin untuk beristirahat saat ini. Apa kamu mengijinkan aku untuk istirahat sekarang? "
Bagas sangat paham kalau dirinya sudah tidak akan bisa sembuh lagi. Dimulai dari kondisi tubuhnya yang semakin melemah dan sekarang paru paru dia juga bermasalah. Dia ingin menghabiskan sisa waktunya dengan Emi di rumah dan membuat kenangan bahagia sebelum dia tinggalkan.
" Aku tidak bisa kamu tinggalkan yank... aku ingin kamu sembuh. Jangan mengatakan perpisahan lagi pada aku. Aku tidak sanggup. "
" Emi... kamu ingat dulu saat aku dan kamu pertama kali kenal dan mulai dekat bersama? aku pernah mengatakan aku akan mencintai kamu sampai aku menghembuskan napas terakhir aku. Aku menepati hal itu sayang.. tapi bolehkah aku meminta di saat terakhir ini, kamu bersama aku tidak ada memikirkan tetang sakit lagi? Kita nikmati waktu kita bersama. Aku ingin kembali menghabiskan waktu berdua dengan kamu. Menikmati sore dan melihat matahari terbenam bersama. "
Emi menangis mendengar hal itu. Dia mengingat kebiasaan mereka sebelumnya. Keromantisan yang mereka ciptakan di dunia kecil yang mereka buat saat bersama.
__ADS_1
Hal itu memang sangat indah untuk mereka kenang saat ini. Tapi akan sangat menyakitkan bila mereka melakukan semua itu untuk perpisahan mereka nanti.
" Bagas... bisakah kamu jangan bicarakan perpisahan lagi dengan aku saat ini? aku takut mendengarnya. Aku tidak berani berpikir akan hal itu. apa kamu paham? Kamu mungkin bisa terbebas dari sakit yang kamu rasakan. Tapi bagi yang di tinggalkan. Itu sangat menyakitkan. "
Bagas sudah tidak bisa menangis lagi. Dia merasa sudah lelah untuk mengeluarkan air mata karena perpisahan yang cepat atau lambat akan dia hadapi.
Yang bisa membuat Bagas menangis saat inu hanya bila dia harus bertemu dengan ibunya lagi. Dia tidak akan bisa menahan air matanya lagi.
" Sayang... sudah cukup. Jangan menangis lagi. Bila kita terus memikirkan hal itu, tidak akan ada habisnya untuk kita tangisi hal ini. Aku ingin kita bahagia berdua di saat ini."
Emi menganggukan kepalanya. Dia tidak akan memaksa Bagas dalam pengobatan lagi. Dia akan mendukung semua keinginan Bagas semasih dia hidup. Dan menciptakan kenangan indah bersama berdua saat ini.
" Sayang... aku ingin meminta sesuatu hal lagi. Apa boleh? "
" Apa itu yank? "
" Maukah kamu nanti menjadi ibu dari anak aku? walupun aku tidak ada di samping kamu, aku ingin meninggalkan kamu dengan bagian dari diri aku disini. "
" Hemmm"
Emi menganggukan kepalanya. Dia akan melakukan semua yang Bagas minta. Bahkan untuk keturunan dia akan coba melakukannya. Mereka hanya harus pergi kedokter untuk mengambil sampel dari Bagas. Agar bisa nanti membuahi sel telur dari Emi.
Mereka tidur berdua di malam itu dengan kegundahan di hati Emi mengenai Bagas. Dan Bagas, dia berkali kali meyakinkan dirinya agar siap melepaskan Emi saat ini.
__ADS_1
" Aku akan meninggalkan bagian dari diri aku untuk kamu sayang. Aku tidak akan membiarkan kamu sendirian. "