Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Kemarahan Adi


__ADS_3

Merasa waktunya muali membaik, Emi lalu masuk kedalam kamar dan mengajak ibu mertua nya untuk makan dulu. Tapi sebelum itu Emi memberikan susu dan obat dulu pada Bagas.


Perlakuan dan sikap manis dari Emi pada Bagas, membuat ibu Ayu semakin yakin kalau Emi memang sangat mencintai Bagas.


"Yank... aku ngajak ibu makan dulu ya.. kamu sudah minum obat juga. Jadi harus istirahat lagi. Nanti saat bangun aku bersihin badan kamu. "


Bagas hanya tersenyum pada Emi. Dia melihat mata Emi yang sembab sperti habis menangis. Tapi di mata Emi tidak ada kesedihan yang terlihat. Hanya kebahagiaan yang dapat di lihat oleh Bagas. Jadi Bagas menyimpulkan Emi tadi mendengar apa yang ibunya katakan.


Bagas merasa lega. Karena akhirnya ibunya bisa menerima Emi dengan baik. Dan hubungan dia dengan ibunya juga semakin membaik.


Di meja makan, Emi melayani mertuanya dengan sangat perhatian. Masakan Emi juga sangat enak untuk ibu Ayu. Dia sungguh beruntung sudah mendapatkan menantu serba bisa.


" Mi... nanti pengobatan Bagas apa saja? "


" Masih ada kemo dan sinar bu... Bagas akan kemo 6x dan setelah itu baru di sinar."


" Apa mungkin Bagas sembuh Mi? "


ibu Ayu mulai berpikir mengenai Bagas dan tidak mau kehilangan secepat itu. Jadi dia berharap dengan segala pengobatan yang nanti akan di lakukan oleh Emi, Bagas bisa sembuh lagi.

__ADS_1


" Kita doakan saja bu.. Semoga semua berjalan labcar dan Bagas bisa sehat lagi. Aku menantikan saat itu bernar benar terjadi. "


ibu Ayu juga berharap yang sama. Apalagi dia yang baru saja mulai dekat dengan anaknya. Jadi dia sangat ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Bagas.


Memang benar kata pepatah, kalau penyesalan itu selalu datang belakangan. Kalau datang di awal itu namanya pendaftaran. Dan hal itu di rasakan oleh ibu Ayu saat ini.


Dia menyesal sudah menyianyiakan waktu Bagas dulu. Dan saat sudah begini, dia ingin waktu Bagas lebih banyak lagi dengan dirinya.


Lamunan Ibu Ayu di buyarkan oleh pertanyaan dari Emi.


" Bu... bagaimana dengan Adi? apa dia akan mebiarkan ibu memberikan kasih sayang pada Bagas? aku biasanya selalu melihat kalau Adi selalu ingin saingan dengan Bagas. Dia tidak pernah suka dengan keberhasilan dari Bagas bu. "


Karen karakter dari Adi sudah terbentuk begitu. Dan menganggap Bagas adalah saingannya.


Semua itu juga karena didikan yang tidak benar dari ibu Ayu. Dia malah selalu membuat perbedaan antara Bagas dengan Adi. Hingga Adi akan merasa tidak terima bila Ibu Ayu lebih perhatian pada Bagas.


" Ibu akan coba pelan pelan bicara dengan dia nanti Mi... kamu tenang saja. Ibu juga ingin yang terbaik untuk Bagas. Dan untuk semua kesalahan ibu sebelumnya, ibu minta maaf ya Mi... ibu buta dulu. Ibu selalu berpikir kamu sudah memonopoli Bagas dengan segala tipu muslihat kamu itu. Maaf pikiran buruk ibu dulu sangat kurang ajar."


Emi dan ibu Ayu berbincang cukup lama dan mereka juga membicarakan mengenai kedepannya pengobatan Bagas akan seperti apa. Ibu Ayu juga meminta maaf karena tidak bisa membantu mengenai biaya soal pengobatan Bagas karena dia tidak di berikan ijin oleh suaminya untuk ikut membiayai Bagas .

__ADS_1


Tapi bila nanti bisa, Ibu Ayu akan tetap memberikan sedikit uang untuk pengobatan itu. Hanya saja Emi tidak mau menerimanya. Dia bermaksud tidak merepotkan ibu Ayu dengan urusan ini. Dia tidak mau membuat masalah untuk keluarga ibu mertuanya itu. Jadi cukup hanya Emi saja yang membiayai Bagas sebisanya.


Setelah ibu Ayy pulang, Emi kembali kekamar untuk melihat kondisi Bagas dan memastikan keadaannya. Tapi saat dia memeriksa bagaimana keadaan Bagas, Emi langsung kaget karena mendapati badan Bagas yang sangat panas. Dan dia juga menggigil.


" Ya Tuhan... ada apa ini? Yank... yank... Aduuuhhh yank... bangun yank... "


Emi yang panik lalu menghubungi ambulan untuk membawa Bagas kerumah sakit. Sedangkan di rumah ibu Ayu, Adi sedang mengamuk karena di tegur oleh ibunya. Dia merasa tidak terima bila ibu Ayu membela Bagas dan mulai menganggap Emi sebagai menantu yang baik.


Adi menghancurkan barang yang ada di sekitarnya karena merasa perlakuan ibu Ayu tidak adil pada dirinya. Semua rencana yang dia susun sebelumnya itu, akan segera Adi lakukan karena dia merasa Emi tidak akan mempan kalau hanya dengan nyinyiran warga saja.


" Kau akan tau kalau aku tidak pernah suka bila di bandingkan denngan suami mu yang penyakitan itu. Bukan hanya mengambil harta. Tapi aku akan membuat kau tidak melupakan apa yang sudah terjadi nanti. Aku akan menyuruh mereka melecehkan dirimu sehingga kau merasa jijik dan tidak pantas berada di dekat Bagas lagi. "


Rencana Adi sekarang lebih kejam lagi. Dia tidak memikirkan resiko apapun dan hanya ingin membalaskan rasa sakit hatinya. Karena dia sudah di ceramahi oleh ibu Ayu.


Ibu Ayu yang selama ini selalu membela dia dan memanjakan dia, sekarang malah menceramahi dia. Itu membuat Adi tidak suka. Tidak suka berbagi apapun pada siapapun. Sifat yang adi punya sedari kecil itu semakin bertambah besar karena dukungan dan belaan yang sering dia dapatkan dari ibu Ayu selama ini.


" Aku sudah sangat salah dalam bertindak. Seharusnya aku bisa menjadi penengah untuk anak anakku.. Tapi ternyata aku yang membuat jarak untuk mereka saling menyayangi. Aku yang sudah mendukung semua tindakan Adi selama ini. Dan sekarang aku merasa gagal sudah menjadi panutan untuk kedua anakku. Anak kandungku menderita karena diriku. Dia hanya meminta kasih sayang tapi aku tidak bisa berikan karena tekanan di keluarga ini. Ibu macam apa aku ini. Yang rela mengorbankan anak kandungnya demi anak sambung yang tidak bisa menghormati orang tua."


Tangisan kesedihan ibu Ayu semakin keras saat mendengar beberapa barang di hancurkan oleh Adi di dalam kamarnya. Penyesalan yang di rasakan juga semakin besar saat dia harus menerima kenyataan dia tidak boleh lagi bertemu dengan Bagas. Suami ibu Ayu melarang keras dia bertemu dengan Bagas demi Adi. Tapi bila misal Ibu Ayu tetap ingin bersama Bagas, itu artinya mereka akan berpisah.

__ADS_1


Karena suami ibu Ayu, tidak mau anaknya sedih dan mengamuk begitu. Dia mau anaknya bahagia tanpa memikirkan bagaimana anak yang lain juga ingin bahagia. Keegoisan keluarga itu, semakin membuat ibu Ayu menderita. Dia ingin waktu bisa di putar kembali dan dia akan memperbaiki segalanya lagi.


__ADS_2