Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Fokuslah pada Bagas


__ADS_3

Bapak Bajra tau anaknya itu saat ini sedang sedih. Jadi dia menarik tangan anaknya dan membawa Emi kepelukannya. Bapak Bajra menguatkan Emi dengan caranya sendiri. Dia tidak bisa melakukan apapun lagi selain mengelus punggung anaknya agar anaknya menjadi lebih kuat dan sabar lagi.


" Pak... apa aku sangat banyak doa ya? kenapa aku tidak di berikan kebahagiaan oleh Tuhan saat ini? Kenapa selalu cobaan datang pada aku dan Bagas selama ini? Aku hanya ingin memiliki bagian dari Bagas saja tidak bisa. Aku harus bagaimana pak? "


Bapak Bajra mengerti anaknya saat ini kecewa. Tapi perkataan anaknya yang seolah olah dia tidak penah mendapatkan pertolongan Tuhan itu membuat Bapak Bajra menjadi kesal dan harus menegur anaknya lagi.


" Mi... kamu sadar dengan apa yang kamu katakan saat ini? kamu sudah meragukan Tuhan nak.. Kamu sudah mengeluh dan tidak bersyukur atas apa yang sudah dia berikan pada kamu selama ini.Emi... bapak tidak pernah mengajari kamu berperilaku begini. Kenapa kamu menjadi seperti ini sekarang? "


Emi mendapatkan teguran dari bapaknya menjadi menangis dengan kencang. Dia mengakui kalau dirinya itu salah. Dan sangat salah karena sudah meragukan kuasa dari sang pencipta.


Tapi saat ini dia sedang sedih dan terpuruk. Dia ingin mempunyai anak dari Bagas tapi tidak mendapatkan jalannya.


" Pak... kenapa aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan pak? "


Bapak Bajar akhirnya membawa Emi ke halaman belakang untuk berbicara lebih serius lagi berdua. Dia perlu menyadarkan anaknya yang saat ini sedang kebingungan dalam mencari jalannya.


" Emi... dengar bapak nak. Apa yang menurut kamu benar itu, belum tentu baik untuk kamu Mi...Seperti apa yang bapak katakan sebelumnya. Bila kamu melakukan progam bayi tabung, kamu akan mengalami banyak masalah nanti. Bukan hanya kamu yang akan kena dampaknya tapi anak kamu juga. Bapak tidak meragukan cinta kamu pada Bagas nak... Bapak hanya tidak mau bila nanti banyak orang yang mengacungkan jarinya pada anak kamu. Kamu harus pahan akibat dari keinginan kamu ini. "


" Bagas juga ingin hal yang sama pak. "


" Bagas hanya tidak mau kamu sendirian dan merasa sedih bila dia tinggalkan nanti. Dia tidak memikirkan apa resiko dari perbuatan itu. Kamu yang masih sehat harus bisa menjelaskan semua pada Bagas saat ini. Dan kamu jangan memikirkan hal seperti itu dulu. Fokus kamu harusnya pada Bagas saja dulu. Nikmati waktu kebersamaan kalian berdua. Apa kamu masih mau melanjutkan pengobatan Bagas saat ini Mi? "

__ADS_1


Emi menatap kosong kearah depan saat di tanya seperti itu oleh bapaknya. Dia bingung harus menjelaskan seperti apa saat ini. Hati dan pikiran Emi sudh hancur karena masalah yang dia hadapi bersama Bagas.


" Mi... ada yang mau kamu ceritakan pada Bapak lagi? "


" Pak... sebenarnya Bagas... "


Bapak Bajra sudah dapat menduga apa yang akan di katakan oleh Emi. Dia mulai mengerti kenapa anaknya sangat ingin mempunyai anak dari Bagas.


" Sudah... sudah... jangan menangis lagi. Kamu harus terlihat kuat saat bersama Bagas. "


" Itu yang aku lakukan saat ini pak... cuma perkataan dokter. Dan hasil dari cek kesehatan Bagas membut aku terpukul dan tertekan pak.. kenpa harus aku yang mendapatkan cobaan ini? kenapa aku pak? apa kurang besar cinta aku pada Bagas selama ini? kenapa aku di uji dengan cobaan ini pak? "


Dan mereka berusaha untuk membuktikan kalau cinta mereka tulus. Seperti janji yang mereka ucapakan saat pernikahan mereka terdahulu.


Bapak Bajra merasa sedih saat mengingat bagaimana perjuangan Bagas dan Emi selama ini. Cinta mereka terus di uji dari berbagai sisi. Tapi mereka tetap bisa melewati segalanya bersama. Dan saat ini di uji lagi dengan penyakit Bagas dan perpisahan abadi yang harus mereka lewati.


" Sabar sayang.. kamu kuat nak... Bapak bangga pada kamu. Kamu tetap bertahan bersama Bagas sampai detik ini. Memperjuangkan cinta kalian bersama. Bapak bangga pada kamu. Bila bapak ada di posisi kamu, bapak tidak yakin akan diri bapak sendiri. Bapak mungkin tidak akan bisa sekuat kamu dan Bagas dalam melewati cobaan ini. "


Emi semakin menangis mendengar perkataan bapaknya dia belum bisa menerima semua kenyataan ini.Beban yang dia tanggung sangat berat di bahunya.Dia ingin melepaskan semua beban itu tapi dia sadar tidak akan mampu melakukannya. Bila dia melakukan hal itu, sama saja dia menyerah akan cinta yang dia punya.


Jadi Emi berusaha bertahan dalam keadaan apapun sampai saat ini.

__ADS_1


" Pak... aku merasa sangat lelah pak... apa yang harus aku lakukan lagi? "


" Kamu kuat nak... lihat Bagas, dia juga sedang berjuang bersama kamu sampai nanti dia tidak bisa lagi untuk berjuang.Disaat itu barulah kamu harus mengikhlaskan Bagas. Paham itu Emi? "


Emi menganggukan kepalanya karena tidak bisa menjawab pertanyaan bapak ya. Dia membiarkan dirinya menangis sampai puas di pelukan bapaknya karena Bagas sedang tertidur saat ini.


Karena sudah terlalu lama Emi menangis, Bapak Bajra berusaha menghentikannya. Karena itu tidak baik untuk Emi nanti. Bagas akan tau kalau Emi menangis karena melihat matanya yang sembab. Dan kesehatan Emi bisa terganggu karena terus menangis.


" Sudah Mi... kamu harus mencuci wajah dulu sekarang. Bapak tidak mau nanti Bagas tau kamu menangis lagi. Karena itu akan membuat Bagas kepikiran akan diri kamu lagi nanti. "


Emi menghapus air matanya dan ingin pergi mencuci wajah juga. Dia akan menyembunyikan segala kecemasan dan kesedihan dia dari Bagas. Dia sudah bertekad untuk memberikab kenangan indah saja bersama Bagas saat ini.


Emi sudah merencanakan akan pergi kepantai untuk melihat matahari terbenam bersama nanti. Atau akan duduk bersama di balkon kamar untuk memandangi bulan dari tempat itu.


Banyak hal romantis yang ingin Emi lakukan bersama Bagas selagi masih bisa mereka lakukan bersama. Karena saat seperti itu tidak akan kembali lagi nanti.


" Pak... aku akan mengajak Bagas kepantai akhir minggu ini. Kami akan melihat matahari terbenam bersama disana nanti. "


" Mi... pikirkan kalau kesehatan Bagas tidak baik di bawa kepantai malam malam Mi.., angin di pantai sangat kencang. Bagas bisa sakit nanti. Bila kamu mau menikmati sore, di halaman belakang sini saja. Dari tempat ini kalian bisa menikmati matahari terbenam juga. Jangan mengambil resiko berlebihan dengan pergi jauh di saat begini."


Emi menganggukan kepalanya dan berpikir itu benar. Dia saat ini akan menyiapkan camping mereka di halaman belakang ini.

__ADS_1


__ADS_2