Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Kita kuat Bersama


__ADS_3

Bapak Suci sudah mengabari orang rumahnya dan semua keluarga Emi langsung datang ke rumah sakit untuk memberikan semangat untuk Bagas.


Ibu Emi, dia melihat anaknya yang terlihat sangat sedih itu hanya bisa mengelus punggung anaknya. Dia hanya bisa menguatkan Emi dengan cara begitu.


Hari ini Bagas akan di oprasi. Dia akan di oprasi pada pukul 2 siang. Dan Bagas juga sudah berpuasa dari subuh. Adik Emi, Sekar dia juga datang untuk mendukung kakak iparnya. Dia tidak ingin iparnya merasa sendirian saat ini.


Bagas yang melihat seluruh keluarga istrinya datang untuk mendukung dia, dia merasa sedih dan senang di saat bersamaan. Dia sedih, karena keluarganya sama sekali tidak datang untuk melihat keadaannya dan senang karen keluarga istrinya sudah datang mendukung dia.


Jadi Bagas tidak merasa sendiria dan di tinggalkan lagi. Dia hany harus berjuang untuk kedepannya nanti. Dia tidak mau istrinya menderita sendirian


" Aku akan kembali dengan keadaan yang lebih baik nanti "


Itu yang di pikirkan oleh Bagas saat dia akan di oprasi. Bayangan dia akan meninggal dan hal buruk itu sudah tidak dia pikirkan. Dukungan keluarga Emi sangat membantu Bagas untuk tetap semangat.


" Yank... hari ini kamu akan berjuang di ruang oprasi. Aku ingin kamu tetap semangat dan datang lah nanti dengan keberhasilan melewati oprasi itu. "


Kata kata Emi di jawab senyuman dan genggaman tangan oleh Bagas. Dia merasa sangat beruntung memiliki istri yang begitu mencintai dirinya begini.


" Semangat kak... kakak pasti bisa melewati semua ini. "


Sekar juga tetap memberikan semangat untuk Bagas. Dia dan yang lainnya tidak ingin menunjukan wajah sedih di depan Bagas. Karena mereka mau melewati hari bersama Bagas dengan semyuman.


Saat Bagas sudah masuk kedalam ruang oprasi, Emi langsung jatuh terduduk di lantai. Dia merasa sudah tidak bisa menopang tubuhnya lagi. Bayangan Emi tentang kondisi Bagas sangat menyakitkan. Semua kemungkinan yang dia ketahui membuat dia ketakutan.

__ADS_1


" Kak, sudah.. kita berdoa saja untuk kak Bagas. "


" Aku merasa sudah kalah dalam berperang sekarang ini.. aku tidak bisa terus berpura pura tegar di hadapan dia. Aku ingin dia sembuh dengan berbagai cara. Tapi semua hanya harapan aku. "


" Nak... kamu harus tegar. Jangan lemah begini. Bila kamu mau manangis, kamu bisa menangis sekarang dan jangan sampai Bagas melihatnya. Karena hal itu bisa menurunkan semangat hidup Bagas nanti. Bapak dan ibu tetap akan mendukung kalian selama perjuangan ini berlangsung. "


Mereka berempat saling berpelukan untuk saling menguatkan. Bapak Suci saat merasa sangat sedih melihat anak tertuanya rapuh begini.


Anak yang selama ini selalu kuat dan terlihat paling tegar, ternyata banyak luka yang di rasakannya. Setiap masalah yang di hadapi Emi, dia tidak pernah mengeluh kepada orang tuanya. Dia selalu berusaha mengatasinya sendiri.


Dan hal itu membuat keluarga Emu sama sekali tidak tau mengenai kehidupan Emi setelah menikah. Hanya saja, mengenai perlakuan buruk keluarga Bagas, Bapak Suci sudah dari dulu tau.


" Em... bisa kamu jelaskan pada ibu bagaimana keadaan Bagas sekarang ini? "


" Kalau sudah di oprasi begini apa Bagas bisa sembuh? "


" Ini sudah yang sedang aku takutkan bu, Bagas akan di oprasi di bagian leher. Dan itu termasuk bagian tulang belakangnya. Di kedokteran bisa di bilang bagian servikal (C3) itu kode untuk tulang yang akan di oprasi. Efek dari oprasi itu bisa mempengaruhi alat gerak dari Bagas. Maksudnya tangan dan kaki akan lemah karena hal itu. Selain itu alat pencernaan juga bisa teganggu. Maka dari itu aku sangat kawatir saat ini. "


Mereka bertiga mendengar hal itu langsung diam dan merasa sedih. Mereka tidak menyangka kalau efek dari oprasi itu akan sebesar itu untuk Bagas.


" Kak, kalau kakak merasa tidak bisa lagi bersama kak Bagas, kakak bisa pulang kerumah kembali. Kami tidak maslah. Jangan terlalu membuat diri capek kak. "


Emi langsung bangun dari duduknya. Dia tidak terima adiknya mengatakan hal itu. Dia tidak terima bila ada yang menyuruh dia menyerah di saat suaminya membutuhkan dia.

__ADS_1


" Kamu bicara apa Dik? Kamu nyuruh kakak nyerah dengan Bagas saat Bagas seperti sekarang? Dulu saat Bagas sehat dan bisa menjaga kakak dengan baik, kakak harus dengan dia. Dan sekarang harus meninggalkan dia begitu? Dimana janji pernikahan yang dulu kakak ucapkan kalau begitu? Kakak akan malu kepada semua orang bila sampai melakukan hal begitu. Janji kakak pada diri kakak tidak bis kakak abaikan. "


Emi sangat marah kepada adiknya yang dengan lancang menyuruh dia menyerah kepada hubungannya dengan Bagas saat ini. Sekar kira cinta Emi segitu lemahnya hingga sampai dia harus menyerah karena hal begini saja. Itu tidak akan pernah Emi lakukan.


" Kak.. maaf. Maksud aku itu, aku tidak ingin kakak tertekan dan banyak hutang nanti. Kakak mempunyai hidup yang masih cerah. Jadi jangan sia siakan hal itu. "


Bapak Suci tau, anak dia yang nomor dua ini memang selalu menggunakan logikanya berpikir. Tanpa menggunakan hatinya. Sedangakan anak yang pertama selalu menggunakan hatinya. Jadi mereka sering kali bertentangan.


" Sudah Sekara, Emi. Kalian Jangan ribut lagi. Nanti bapak bantu biaya pengobatan untuk Bagas. Bapak akan jual dulu tanah yang bapak punya untuk pengobata itu. Ini lebih baik di lakukan agar kita tidak menyesal di kemudian hari. Cuma karena terbentur biaya, Bagas tidak selamat. Sekarang kita lakukan berbagai cara. "


Bapak Suci tidak ingin anaknya bertengkar di saat keadaan begini. Karena Emi akan semakin mengamuk bila di ajari oleh adiknya tentang cara berpikir tidak menggunakan hati.


Mereka semua diam dan menatap pintu ruang oprasi itu dengan hati yang gelisah.


" Tuhan, aku mohon, lancarkan jalan oprasi Bagas Tuhan. Aku masih membutuhkab Bagas saat ini. Aku belum siap kehilangan belahan jiwa aku. Maaf bila aku terus meminta saja. Tapi aku mohon agar keinginan aku ini terkabul Tuhan "


Emi berdoa sambil menangis di tempat duduknya itu. Dia terus memohon agar ada keajaiban saat ini.


" Dengan keluarga Bagas.? "


" Iya sus, saya istrinya. "


" Bapak Bagas kekurangan darah, Jadi tolobg isi berkas berkasnya dulu. Kami akan mengambilkan tambahan darah untuk bapak Bagas. "

__ADS_1


Emi langsung berlari kedepan untuk mengisi data yang di perlukan. Sedangkan yang lain melihat tingkah Emi menjadi semakin sedih dan sangat kasihan. Mereka seolah melihat Emi yang sibuk sendiri mengurusi suaminya yang sedang berjuang di ruang oprasi.


__ADS_2