Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Mulai Perjuaan


__ADS_3

Emi pergi ke ruangan dokter Jemmy. Dan disana dia melihat Jemmy sedang menatap komputernya.


" Siang Jem.. "


" Ooohhh kamu sudah datang... sini Mi. Ada yang mau aku bicarakan. "


Emi langsung duduk di depan Jemmy. Dia juga ingin menanyakan bagaimana nanti jalannya oprasi Bagas.


" Jem... "


" Begini, kamu sekarang posisikan diri kamu sebagai tenaga medi Mi. Jangan sebagai istri dari Bagas. Menurut kamu, bagaimana keadaan Bagas. Apa dia bisa di katakan baik baik saja? "


Emi diam. Dia sama sekali tidak ingin membicarakan hal ini. Dia ingin di kuatkan dan juga di beri harapan oleh Jemmy. Tapi yang dia dapatkan saat ini adalah kondisi dia sebagai tenaga medis. Dia harus mengetahui kondisi pasien.


" Mi, aku sama sekali gak enak mengatakan hal ini sebenarnya. Tapi kondisi Bagas sedang tidak baik saat ini. Aku sungguh berharap Bagas bisa memotivasi dirinya untuk sembuh nanti. Tapi, efek oprasi yang akan di hadapi Bagas sangat besar Mi. Seperti yang kamu tau, Kita akan mengoprasi dia di bagian servikal. Dan kamu taukan apa saja resiko yang bisa terjadi. "


Emi mengerutkan dahinya dan mulai berpikir soal kemungkinan terburuk dalam oprasi ini. Dia tidak dapat memungkiri kalau oprasi Bagas ini sangat berbahaya. Dan bila dia tidak melakukan oprasi, jelas waktu dia bersama Bagas akan semakin berkurang.


" Jem... apa tidak bisa kamu mengurangi resiko dari oprasi ini? Aku mohon, ajak juga dokter saraf dalam oprasi kali ini. "


" Aku sudah menghubungi mereka. Dan mereka siap membantu sesuai prosedur. Tapi Mi, bila memang nanti terjadi kelumpuhan di anggota gerak Bagas, aku mohon kamu semangati Bagas lagi. Jangan biarkan dia sendiri. Aku sebenarnya sangat takut mengoprasi Bagas. Karena bila nanti dia sampai kehilangan anggota geraknya, baik tangan ataupun kaki, aku akan merasa sangat bersalah pada dia. Maka dari itu aku tidak mau memberikan harapan pada Bagas. "


" Aku paham. "


Emi paham akan hal ini. Dia harus mempersipkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi bila oprasi itu sukses. Karena dampak dari oprasi yang akan di hadapi Bagas sangat besar.


" Apa aku nantinya bisa langsung mengajak Bagas terapi setelah oprasi? "


" Aku akan konsulkan kebagian fishio terapi nani. Selain itu kebagian saraf juga akan aku konsulkan. Tenang saja, aku akan berusaha membantu kamu sebisa aku. "


Pembicaraan Emi dan Jemmy terjadi cukup lama. Dan di ruangan Bagas saat ini sudah ada mertua dari Bagas.

__ADS_1


" Gas... kamu kenapa? Sakit apa Gas? Kenapa sampai harus di rawat begini. " Pak Suci menanyai Bagas.


Bagas tidak bisa menahan tangisannya dan menangis tersedu sedu karena merasa dia gagal menjaga Emi.


" Pak, aku minta maaf pak.. bila nanti aku hanya akan merepotkan bapak dan yang lainnya. Aku titipkan Emi pada bapak. Aku tidak bisa lagi menjaga putri bapak dengan keadaan aku begini."


" Maksud kamu apa? "


Wajah bapak Suci langsung merah karena marah. Dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Bagas saat ini. Kenapa putrinya di kembalikan oleh Bagas.


" Pak... aku kena kanker tulang dan sekarang sudah stadium 3. Aku tau, kalau segala pengobatan hanya akan membuat aku bertahan sebentar saja. Dan ini tidak akan menyembuhkan aku. Tapi aku mau Emi bersama aku sebentar saja dan menikmati waktu sampai ajal memisahkan kami. Pak... aku minta maaf kalau aku selama ini salah besar pada bapak. Aku belum bisa menjaga Emi dengan baik. Jadi maaf kan aku pak. "


Bapak Suci yang awalnya marah dengan Bagas, langsung menatap sedih dirinya. Sebenarnya cobaan macam apa lagi yang akan di hadapi Bagas ini. Kenapa selalu saja dia mendapatkan cobaan yang begitu besar.


" Apa keluarga kamu sudah tau Gas? "


" Kat Emi mereka sudah datang saat aku masih belum sadar pak. "


" Kasihan sekali nasib kamu Gas. Kamu tidak di anggap oleh keluarga kamu. Dan sekarang harus menghadapi sakit separah ini. Melihat kondisi kamu saat ini, bapak yakin ini bukan hal yang baik. Emi juga pasti merasa sedih sekali sekarang. "


Bapak Suci larut dalam pikirannya. Begitu juga Bagas. Dia berpikir bagaimana nanti nasib Emi setelah dia tinggalkan.


" Kenapa orang tua aku tidak datang kemari? apa mereka tidak mau membantu biaya pengobatan aku? kalau memang begitu nanti siapa yang akan membantu Emi dalam hal biaya? "


Pikiran Bagas dan Bapak Suci langsung teralihakan saat Emi masuk kedalam ruangan itu.


" Bapak... sudah lama samapi? "


" Baru. Kamu dari mana? apa kata dokter soal Bagas? "


" Aku habis menemui dokter dan meminta jadwal oprasi Bagas. Bagas akan di oprasi lusa. Dan kondisinya harus baik dulu. Tidak ada hal yang serius. Bapak sudah makan? "

__ADS_1


" Nanti bapak cari makan di luar. Gas... kamu harus jaga kondisi. Biar nanti bisa oprasi dan cepat pulih. "


Perjataan Bapak Suci hanya di jawab dengan senyuman saja oleh Bagas. Dia melihat ke arah Emi dan dia ingin memastikan sesuatu lagi.


" Mi... "


" Iya ada ap? "


" Apa orang tua aku tidak mau ikut membiayai pengobatan aku? "


Bapak Suci sekarang tau apa yang di pikirkam oleh Bagas dari tadi dan dia tau kesulitan putrinya nanti. Dia tidak akan membiarkan putrinya berjuang sendiria.


" Bagas... sudah... jangan memikirkan hal itu dulu. Untuk uang bapak akan bantu. Kamu harus semangat sembuh saja dulu. Emi, bapak dan yang lainnya akan membantu sebisa mungkin. "


Emi tidak menanggapi perkataan Bagas. Dia lebih memilih diam mendengarkan apa yang bapaknya bilang. Karena walaupun tanpa bantuan orang lain, dia akan berusaha untuk membiayai pengobatan suaminya itu.


Bagas langsung diam mendengar apa yang mertuanya katakan. Dia mulai tenang dan mau mengrol biasa dengan mereka.


" Gas... mulai sekarang adalah awal perjuangan kamu. Bila kamu mencintai aku, kamu harus semangat untuk sembuh. Dan semangatlah untuk menjalani pengobatan ini. Kita pasti bisa melewati segalanya nanti. "


Emi terus mengatakan hal itu agar Bagas tidak patah semangat dan Bapak Suci melihat anaknya ini banyak menyembunyikan sesuatu dari Bagas. Jadi dia akan membicarakannya nanti dengan Emi.


Di saat Bagas sudah tidur, Emi dan bapak Suci oergi keluar untuk berbicara di luar bedua.


" Mi.. bagaimana sebenarnya kondisi Bagas. "


" Pak..."


Mata Emis sudah berkaca kaca. dia sudah akan menangias saat ini. Dan bapak Suci lalu manariknya agar masuk kedalam pelukannya.


Disana Emi menangis dan meluapkan apa yang dia rasakan pada bapak nya. Semua keluahan dan beban di hatinya dia keluarkan saat itu.

__ADS_1


Bapak Suci tidak menyangka akan hal ini. Dia tidak tau kalau kanker yang di derita oleh Bagas seganas itu. Dan hal ini membuat perasaan bapak Suci semakin sedih. Nasib anaknya ternyata tidak seberuntung itu.


__ADS_2