
Emi yang berada di rumah sakit sedang menangis memikirkan keadaan Bagas yang tiba tiba panas tinggi setelah bertemu dengan ibunya. Emi takut bila kondisi Bagas semakin memburuk. Jadi Emi hanya bisa berdoa saja untuk segala kelancaran pengobatan Bagas.
" Cobaan macam apa lagi ini? Kenapa harus menjadi begini. Sebelumnya Bagas baik baik saja. Tapi kenapa jadi begini? "
Jemmy yang saat itu mengobati Bagas sudah keluar dari IGD dia lalu mendekati Emi. Dan memberitahukan kondisi Bagas. Dia juga ingin tau kenapa bisa Bagas seperti sekarang ini.
" Mi... "
" Jem... gimana Bagas Jem? "
" Bagas sepertinya tertekan dan itu membuat dia menjadi demam tinggi. Apa ada yang terjadi sebelumnya? Sebelum Bagas panas itu apa ada pemicunyaM? "
Emi ingat hanya pertemuan dan permintaan maaf dari ibu Ayu saja yang terjadi. Dia tidak melihat Bagas tertekan sedikit pun.
" Hanya pertemuan dia dengan ibu kandungnya saja. Dia terlihat sangat bahagia saat itu Jem.. "
" Mi... aku rasa karena hal itu yang membuat suami kamu sekarang deman tinggi. Dia pasti merasakan tertekan saat itu. Ada perasaan yang tidak bisa dia katakan dan menjadi kepikiran. Itu membuat suami kamu menjadi seperti sekarang. Aku harap kamu bisa mengontrol semua emosi yang di rasakan oleh Bagas nantinya. Jangan sampai kejadian begini terulang lagi. Kita saja harus memikirkan apa yang boleh kita ucapkan dan tidak pada dia. Kondisi Bagas tidak seperti dulu lagi. Ingat hal itu Mi."
Emi paham hal itu. Dia langsung diam dan tidak ada berkomentar lagi. Jemmy hanya menepuk bahunya dan pergi meninggalkan Emi yang termenung sendirian.
" Seharusnya aku sadar akan hal ini. aku tau kalau banyak hal yang akan mempengaruhi emosi Bagas. Harusnya aku lebih memperhatikan hal ini. Aku hanya berpikir kalau Bagas akan senang bila bersama ibu nya tanpa aku pikirkan bagaimana emosi yang ada di dalamnya. Bagas pasti menahan rasa sakit yang belasan tahun itu. Maka dia menjadi kepikiran dan begini. Ini salah aku yang terlalu sembrono. "
__ADS_1
Emi berkata demikian sambil melihat kedalam ruangan dimana Bagas ada di dalam dan masih tertidur. Malam itu, Emi sama sekali tidak bisa menutup matanya. Dia bingung bagaimana cara dia menyampaikan semua ini pada mertuanya.
Bahkan karena dia yang tidak bisa tidur, Emi akhirnya berdiam diri di luar kamar Bagas. Dia tidak mau mengganggu istirahat suaminya karena dia berisik.
Saat sedang bingung begitu, dan jam sudah menunjukan 04.00 pagi, Emi mendapatkan telpon dari mertuanya. Suara dari mertuanya terdengar sangat panik saat itu.
" Emi... Mi... bagaimana keadaan Bagas Mi? ibu memimpikan Bagas tadi. Bagaimana keadaan dia Mi? "
Emi mendengar hal itu langsung meneteskan air matanya. Dia tidak bisa menahan semua lagi. Lalu menceritaan keadaan Bagas pada ibu Ayu.
Semua Emi katakan dan bagaimana keadaan Bagas saat ini juga sudah di jelaskan Emi. Ibu Ayu merasakan sangat sedih karena dia tidak bisa menemui anaknya sekarang. Dia bingung dan dilema menghadapi situasi saat ini.
" Mi... tolong jaga Bagas ya.. "
Emi merasa ada yang salah saat ini. Dia merasa ada kejanggalan di perkataan ibu Ayu itu. Tapi Emi mengabaikan segalanya. Dia yang merasa lebih tenang langsung masuk kedalam ruangan Bagas dan menunggu Bagas bangun.
Di tempat ibu Ayu, setelah mendapatkan kabar mengenai Bagas, ibu Ayu semakin kepikiran tentang anaknya itu. Dia ingin sekali menemui anaknya dan merawat Bagas juga. Tapi ancaman dari suaminya membuat ibu Ayu ragu dan takut.
Dia takut tidak akan ada menyayangi dia nanti saat dia sudah tua. Dan bila dia memilih bersama Bagas, dan Bagas meninggal, siapa yang akan nanti menanggung kehidupannya. Dia sudah tidak berkerja dan tidak pernah memiliki uang tabungan. Jadi untuk kelangsungan hidupnya, Ibu Ayu merasa ragu.
" Apa yang harus aku lakukan saat ini? Kenapa aku harus di harapkan dengan pilihan yang sulit. Aku sangat sayang pada Bagas. Tapi, bila aku pergi, bagaimana nasib aku kelak. "
__ADS_1
Setelah lama ibu Ayu berpikir, Dia akhirnya memutuskan akan diam dan menuruti suaminya. Dia tidak akan bisa menanggung hidupnya sendiri. Dia ingin hari tuanya aman bersama suami dan anak sambungnya.
" Maafkan ibu Bagas. Ibu tau ibu salah. Tapi ini adalah yang terbaik untuk kita sekarang. Kamu sudah mempunyai Emi yang selalu bersama kamu dan menjaga kamu. Ibu yakin kalian akan bisa bahagia bersama. Sedangkan ibu, ibu hanya menggantungkan hidup ibu kepada mereka saat ini. Ibu tidak bisa bila harus meninggalkan mereka dan memilih kamu. "
Pikiran ibu Ayu, penyakit yang di derita Bagas itu sangat sulit di sembuhkan dan akan memakan banyak waktu. Jadi bila dia memilih bersama Bagas, dia juga tidak akan bisa membantu Bagas dalam hal apapun. Dan kehidupan mereka akan tambah sengsara.
Jadi Ibu Ayu lebih memilih kembali kekeadaan yang sebelumnya lagi. Dia akan menutup mata dan telinganya. Mengenai kabar soal Bagas.
Adi di tempat perjudian, dia mendengar bila Bagas masuk rumah sakit lagi. Jadi Adi dapat menyimpulkan kalau rumah Bagas saat ini sedang kosong. Jadi, dia mau melancarkan rencananya hari itu juga.
" Kalau aku belum bisa membuat kau ketakutan, aku akan menunggu hari itu tiba nanti. Sekarang ini yang aku inginkan hanya mengambil semua harta yang ada di rumah kamu. Aku ingin kau berhenti untuk berjuang mengobati laki laki penyakitan itu. Dan laki laki itu harus segera mati agar tidak ada lagi mengambil perhatian dari orang terdekat aku. "
Kebencian yang tidak mendasar dari Adi membuat dia gelap mata dan ingin mengandalkan segala macam cara untuk menjatuhkan Bagas. Dia bahkan semakin membenci Bagas saat tau banyak yang mendukung Bagas walau dalam keadaan sakit parah.
Adi hanya mau semua tertuju pada dirinya dan semua menyayanginya. Tapi cara yang Adi lakukan sangat salah.
" Kita akan mulai rencana kita hari ini. Jadi cepat persiapkan diri kalian untuk pergi kerumah itu. Ambil semua barang berharga di rumah itu. Dan buat kekacauan disana nanti. "
Adi memerintahkan beberapa orang untuk menjalankan rencananya dengan bayaran yang luar biasa. Mereka yang di bayar oleh Adi melakukan segala perintah Adi dengn senang hati. Karena Adi membayar mereka banyak dan tidak menuntut hasil dari perampokan itu.
Jadi walaupun mereka tidak mendapatkan barang berharga, Adi tetap harus membayar mereka dengan harga yang sudah di sepakati.
__ADS_1
" Kita mendapatkan ikan besar saat ini. Jadi jangan sia siakan. Selain kita bisa menipu peria bodoh itu, kita juga akan mendapatkan banyak uang dari rumah dan dia. "
Semua pereman yang di bayar Adi menyeringai mendengar apa yang di katakan oleh salah seorang dari mereka.