Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Harus Lebih Bersabar


__ADS_3

Bagas yang mendengar penjelasan dokter itu merasa memang benar apa yang di katakan oleh dokter itu. Dia seharusnya tidak meminta hal yang mustahil di lakukan saat dia sedang sakit begini.


Emi dan Bagas menerima apa yang di katakan oleh dokter Mira. Dan mereka memilih pulang ke rumah saja dan tidak melakukan pemeriksaan lagi.


" Sayang... maaf aku meminta kamu melakukan sesuatu yang sangat tidak masuk akal saat ini. Maafkan aku ya sayang. Aku harusnya sadar kalau aku tidak akan mampu melakukan apa yang kita rencanakan. "


Bagas merasa sangat sedih saat ini. Karena dia tidak bisa melakukan apa yang mereka rencanakan dan semua itu karena keadaan dirinya saat ini.


Emi tau kalau Bagas saat ini sedih sekali. Tapi dia tidak bisa apa apa selain menyemangati Bagas saja. Dia bingung harus berkata seperti apa. Karena apa yang dia dengar hari ini membuat dia berpikir kalau apa yang dia lakukan sekarang, bila tidak mendapatkan restu dari bapaknya semua tidak akan berjalan lancar.


" Apa aku keterlaluan ya kepada bapak? kenapa saat bapak tidak memberika restu kepada aku untuk melakukan hal ini. Aku mendapatkan hambatan besar begini. Aku sangat tau kalau aku tidak bisa menganggap sepele masalah yang bapak katakan pada aku tadi pagi. Tapi, aku hanya ingin ada bagian dari Bagas yang bersama aku saat Bagas sudah tidak ada di samping aku nanti."


Emi sibuk dengan pikirannya sampai lupa menjawab perkataan Bagas. Dia hanya mengelus tangan Bagas saja. Dan itu membuat Bagas merasa semakin sedih dan merasa dia tidak berguna lagi.


" Aku tau Emi saat ini pasti merasa aku sangat tidak layak di sebut suami lagi. Emi pasti merasa sedih karena aku hanya bisa membuat dia bermimpi saja selama ini. Dan kondisi aku saat ini sedang tidak memungkinkan untuk melakukan apapun. Aku lemah dan tidak berdaya. "


Bagas dan Emi sama sama diam selama perjalanan pulang. Mereka sibuk dengan pikiran masing masing.


Sesampainya di rumah, Emi melihat bapaknya sedang sibuk di dapur sepertinya sedang memasak untuk makan siang. Tapi tidak ada melihat mereka. Emi tidak menyapa bapaknya dulu sebelum masuk bersama Bagas kedalam kamar. Karena saat ini dia sedang kacau pikirannya.


" Yank... kamu minum susu dulu ya... setelah itu aku akan ambilkan makanan untuk kamu nanti. Baru tidur. "

__ADS_1


Emi berharap suaminya tidak menabyakan apapun mengenai sikap dia pada bapaknya. Tapi itu hanya harapan Emi saja. Karena Bagas sangat peka untuk hal ini. Bagas tidak biasanya melihat Emi yang bertingkah cuek pada orang tuanya begitu.


Jadi Bagas berpikir istrinya sedang dalam masalah dengan bapaknya.


" Yank... kamu kenapa? ada masalah dengan bapak? kenapa kamu tidak menegur bapak saat kita mau berangkat dan datang tadi? Kamu ceritalah pada aku. Siapa tau aku bisa membantu kamu. Hanya mendengarkan keluhan kamu saja sih memang. Tapi setidaknya itu bisa mengurangi beban kamu sekarang ini. "


Emi ingin bercerita pada Bagas mengenai masalah dia dengan bapaknya. Tapi itu tidak mungkin karena nanti Bagas pasti akan lebih sedih nanti.


" Tidak apa yank... aku hanya beda pendapat saja dengan bapak tadi pagi."


" Mengenai apa? Apa mengenai program bayi tabung kita? "


Emi diam saja. Dia tidak bisa berbohong pada Bagas saat ini. Dia merasa bingung karena dia tidak ada tempat untuk bersandar lagi. Bapak yang bisa dia ajak bercerita, saat ini sedang dia hindari karena masalah bayi tabung. Suami yang biasanya menjadi tempat ternyaman dirinya untuk bersandar saat ini sedang sakit. Jadi dia harus bagaimana menghadapi semuanya.


" Sama seperti yang dokter bilang.. Bapak menyuh aku untuk menyelesaikan pengobatan kamu dulu baru nanti program bayi. "


Emi tetap tidak bisa mengatakan yang sejujurnya pada Bagas agar tidak mempengaruhi kesehatannya. Dan Bagas menganggukan kepalanya.


" Bapak benar yank.. dokter juga sudah mengatakan hal itu juga. Kita yang terlalu terburu buru untuk hal ini. Aku minta maaf sudah meminta hal yang mustahil ini pada kamu. "


" Aku tidak masalah. Aku juga berharap ada Bagas junior dalam perut aku. Tapi kita tidak bisa melakukan semua itu saat ini yank... "

__ADS_1


Bagas hanya tersenyum pada Emi. Dan Emi membalasnya juga. Setelah semua urusan Bagas selesai Emi urusi. Dia keluar dan ingin makan karena sudah lapar.


Di meja makan, Emi melihat masih ada lauk yang di masak oleh bapaknya tadi. Jadi dia makan itu saja karena sudah terlalu lapar. Saat makanannya habis,bapak Bajra baru menghampiri anaknya.


" Emi... "


Emi kaget saat mendengar suara bapaknya yang sudah di sebelahnya itu.


" I iiya pak.. "


" Mi... bapak mau minta maaf karena tadi terlalu keras pada kamu saat bicara. Bapak bukan bermaksud yang aneh aneh pada kamu. Bapak hanya tidak mau nantinya kamu menjadi bahan gosip banyak orang. Selain itu, bapak juga tidak mau ada Bagas kedua nantinya hadir di dunia ini. "


Bapak Bajra berusaha berbicara lebih lembut pada anaknya itu. Dan Emi hanya mendengarkan saja saat ini.


" Yang bapak maksudkan Bagas kedua itu adalah kalau kamu tidak bisa nanti mengurus bayi kamu dengan benar. Tidak bisa memberikan kasih sayang yang full untuk dia karena sibuk berkerja. Bapak tidak mau kamu menjadi seperti Ibu mertua kamu itu. Hanya karena menuruti egonya sendiri, dia sampai melupakan anaknya. Begitu juga dengan kamu nanti. Entah itu kamu larut dalam kesedihan kamu nantinya atau sibuk mencari uang. Anakmu membutuhkan kasih sayang yang cukup. Kamu tidak bisa membuat dia saja dan berharap dia akan mengerti diri mu nanti. Tapi kamu membuat dia hadir dan sudah menjadi tanggung jawab kamu menjadi orang tua yang baik untuk dirinya. Menjadi panutannya dan menjadi guru untuk dia nanti. Seperti yang ibu mu lakukan. "


Bapak Bajra menghela napas dulu sebelum melanjutkan semuanya lagi.


" Kalau mau menjadi orang tua, kamu harus menjadi peribadi yang lebih dewasa dulu. Siap fisik dan mental. Apalagi kamu ingin menjadi ibu tunggal untuk anakmu. Kamu akan semakin kerepotan nanti. Banyak resiko yang akan kamu hadapi. Dan anak kamu juga akan banyak mendengarkan perkataan buruk dari orang. Coba pikirkan lagi hal ini. "


Saat bapak Bajra sudah selesai dengan semua perkataannya, Emi mulai menyiapkan diri untuk memberitahukan hasil yang dia dapatkan dari dokter tadi.Dan Emi tau bapaknya akan sangat bahagia dengan hasil tersebut.

__ADS_1


" Pak... aku dan Bagas tidak bisa melakukan program bayi tabung. Kata dokter kondisi Bagas saat ini tidak memungkinkan melakukan progaram itu. "


__ADS_2