Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Dekatkan Diri pada Tuhan


__ADS_3

Keesokan harinya. Emi dan Sekar menghubungi bapak mereka untuk mengatakan apa saja yang sudah terjadi kepada mereka malam tadi.


Bapak Bajra yang mendengar bagaimana keadaan di rumah Emi merasakan bagaimana ketakutan anaknya saat ini. Dia lalu meminta Sekar segera pulang ke rumah dan dia yang akan menggantikan Sekar untuk menjaga Bagas bersama Emi.


" Sudah tenang... nanti bapak akan menjaga Bagas sebisa bapak. Bapak akan menjaga dia sebaik mungkin saat kamu memang ada keperluan di luar nanti. Jangan cemas lagi. Minum air dan berdoalah. Kalian harus lebih sering mendekatkan diri pada Tuhan. Agar di berikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi masalah yang datang. "


mendengar saran itu, Emi dan Sekar seketika sadar kalau sudah cukup lama mereka tidak melakukan sembahyang karena sibuk dengan acara mengurus Bagas saja.


Saat telpon terputus, Sekar dan Emi sama sama saling pandang dan langsung tau maksud dari pa dangan itu. Mereka tanpa berkata apapun langsung pergi menuju tempat biasa mereka melakukan persembahyangan menurut agama yang mereka yakini.


Karena Bagas adalah Hindu, Emi yang menikah dengan Bagas juga memeluk agama Hindu. Sedangkan adiknya sendiri Kristen. Mereka bersembahyang di tempat yang berbeda dan memohon untuk di berikan kesabaranan dan ketenangan di dalam menjalani cobaan ini.


Tidak ada yang namanya saling benci mereka percaya Tuhan itu satu hanya cara tiap umatnya menyembah Beliau dengan cara yang berbeda.


" Tuhan... maaf.. aku mungkin bukan orang yang selalu taat akan beribadah dan lalai dalam menjalankanya saya minta maaf akan hal itu. Saya mohon ampuni dosa kami, ampuni dosa saya dan suami saya selama ini Tuhan. Saya banyak salah dan dosa. Saya sangat berterimakasi karena sudah di berikan banyak kemudahan dalam menjalani cobaan yang engkau berikan. Tapi bolehkah saya meminta hal lain lagi? saya mohon berikan saya kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi semua cobaan ini Tuhan. Saya merasa bingung harus mengambil keputusan apa untuk masalah saya ini. Saya berserah padamu. Saya mohon berikan saya petunjuk untuk melakukan yang terbaik dalam menghadapi semua ini."


Emi terus memohon pengampunan dalam doanya dia menangis dan terus memohon ampun untuk dosa yang selama ini dia lakukan. Baik dosa dia atau suaminya. Dia tidak meminta suaminya agar di sembuhkan. Tapi dia meminta di tunjuka jalan yang terbaik untuk kedepannya. Dia tidak mau salah melangkah lagi.


Dia harus lebih bisa berserah diri dalam menghadapi masalah yang ada. Sekar juga sama dia melakukan hal yang sama berdoa dengan tujuan yang sama.

__ADS_1


Dia tidak berani meminta hal yang aneh aneh. Dia hanya meminta agar di berikan ketenangan dan kesabaran sama seperti Emi. Dia sadar diri kalau semenjak dia tinggal dengan Emi, dia sangat jarang untuk berdoa pada Tuhannya. Dia sibuk dengan alasan yang lain lain. Hingga dia lupa dengan apa yang harusnya dia lakukan. Dan kemana dia harus mengadu bila ada kesulitan.


Doa yang Emi dan Sekar lakukan cukup lama. Mereka seolah mencurahkan segala masalahnya pada orang yang tepat. Hingga Emi sadar kalau sudah jam untuk melihat keadaan Bagas lagi dan memastikan dia memberikan obat tepat waktu.


Emi kembali kekamarnya dan Bagas. Dan melihat Bagas sudah sadar tapi tidak ada pergerakan apapun. Emi merasa curiga sengan semua itu. Maka dari itu Emi mendekati Bagas dan mengecek lagi kondisi Bagas.


Bagas hanya mengeluarkan air mata dengan dirinya masih menggunakan oksigen di hidungnya.


" Sakit yank..? di bagian mana yang sakit? "


Bagas ingin mengeluarkan suara seprti biasa tapi ternyata yang keluar hanya suara kecil saja seperti berbisik.


" Semua sendi aku sakit yank... sakit sekali.. tolong urut. "


Ternyata semua sudah baik baik saja. Hanya Bagas tidak bisa melepaskan oksigen itu dari hidungnya untuk saat ini.


"Makan dulu ya yank... aku suapi.. kamu harus makan setelah itu minum obat. Biar sakitnya bisa hilang. "


Emi ngatakan hal itu tapi Bagas tetap tidak mau makan. Itu karena semua makanan yang di makan rasanya sangat pahit dan dia sudah untuk menelan makanan.

__ADS_1


"Sedikit saja. aku buatkan sup tadi. Pelan pelan saja ya.. "


Untuk maslah makan, Emi memang akan memaksa Bagas agar ada saja makanan yang masuk kedalam tubuhnya. Karena akan semakin sulit nanti bila Bagas tidak mau makan terus.


Pelan pelan dia suapi Bagas oleh Emi. Walau hanya mau sedikit, tetap saja itu hal yang bagus untuk Bagas. Dia juga memberika Bagas susu untuk menggantikan makanan yang tidak bisa masuk kedalam tubuhnya.


Selesai itu baru memberikan obat dan terakhir memijat Bagas sepreti keinginan Bagas. Tidak benar benar di pijat oleh Emi. Tapi hanya di elus elus saja. Karena Bagas akan merasa kesakitan bila terlalu keras dia memberikan tekanan pada tubuh Bagas.


Semakin lama, akhirnya Bagas kembali tenang dan tertidur lagi. Emi yang melihat hal itu ingin berhenti sejenak meminjit Bagas karena dia belum makan dan mandi saat itu. Tapi baru tangan Emi berhenti memijatnya, Bagas langsung bangun lagi dan mengeluh kesakitan lagi.


Jadi seharian itu Emi hanya duduk dan mengelus kaki Bagas agar dia merasa lebih baik. Sekar yang melihat kakanya tidak juga keluar dari dalam kamar untuk makan, dia berinisiatif untuk memanggil kakaknya kedalam untuk mengajaknya makan.


Tapi yang di lihat sekar adalah pemandangan miris saat di membuka pintu kamar itu. Dia melihat Emi sedang duduk di lantai dengan tangan yang terus mengelus kaki Bagas dan kepalanya berada di kaki Bagas juga.


" Astaga kakak... apa yang kau lakukan ini? lantai sangat dingin bila kau terus duduk disana. Kau tidak makan juga dari pagi. Ada apa dengan mu kak.. "


Sekar mengomel dengan suara kecil saat memasuki kamar itu dan menyuruh Emi untuk bangun. Tapi Emi memberikan isyarat kalau Bagas tidak bisa dia tinggalkan dan harus tetap kakinya di urut begitu.


" Sini biar aku gantikan dulu.Kakak sana makan dan mandi dulu. Kakak belum makan dari pagi. Ini juga kakak duduk di lantai tanpa alas. Apa itu pantat tidak dingin?"

__ADS_1


Sekar walaupun mengatakan kalau dia tidak berani lagi mengurus Bagas. Tapi dia tetap melakukannya selama Emi ada di rumah juga. Jadi bila terjadi sesuatu yang buruk, Sekar bisa langsung teriak dan Emi bisa cepat membantunya.


Emi menuruti apa yang Sekar katakan. Karena dia juga sudah merasakan lapar dan haus sedari tadi. Tapi tidak bisa melakukan apapun saat Bagas tidak mengijinkan dia untuk berhenti.


__ADS_2