
Emi dan Sekar sudah bersiap siap berangkat kekota. Mereka sudah sepakat akan menjalani kehidupan yang baru nanti disana. Dan kepergian Emi di iringi harapan dari orang tuanya agar Emi bisa mndapatkan hidup baru yang lebih baik lagi nantinya.
" Pak... kita akan tinggal dimana nanti? Kita bahkan belum mencari kos untuk kita tinggali. "
" Kenapa nyari kos dek? kan bapak punya rumah yang dulu bapak sewakan di kota. Kebetulan kontrakan itu sudah jatuh tempo seminggu yang lalu. Jadi bapak tidak berikan mereka perpanjang lagi. "
" Jadi bapak sengaja menyiapkan tempat itu untuk aku tinggali pak? Bapak memang mempunyai rencana ini sebelumnya?"
Emi ikut bergabung dalam pembicaraan bapak dan adiknya. Dia baru tau kalau bapaknya sudah mempersiapkan semuanya untuk dia.
" Bapak sama ibu sudah berpikir hal ini sejak Bagas sakit Mi... maaf bapak bilang hal ini sekarang pada kamu. Karena bapak tau, kalau misal Bagas kenapa kenapa, kamu tidak akan berani masuk kedalam tempat yang banyak kenangan kalian. Ibu kamu juga sudah meminta saudara bapak untuk menyiapkan tempat untuk kamu berkerja lagi. Tapi semua itu tidak bisa terwujud karena kamu tidak mau berkerja disana. "
Emi sangat terharu akan hal ini. Orang tuanya selalu ada untuk dirinya. Walaupun dengan cara yang berbeda.
" Pak... maksi ya.. aku sangat bahagia bisa lahir di keluarga ini. Aku selalu mendapat dukungan dari semuanya atas apa yang akan aku lakukan. "
" Tentu nak... kita keluarga. Apalagi kamu anak bapak dan ibu. Jelas kami akan mendukung kamu"
Emi merasa bahagia sekali karena hal ini. Dia tidak akan menyianyiakan kepercayaan dan dukungan dari semua orang. Dia akan berusaha bangkit lagi nanti.
Ibu Ayu sudah mulai menunjukan sikapnya di rumah tempat dia tinggal. Sebelumnya dia selalu terima bila di injak oleh suami dan anaknya. Tapi kali ini berbeda. Semenjak bapak Wisana berubah dan terang terangan bermain api di luar sana, ibu Ayu semakin menunjukan sikap tempramen nya. Sedikit ada masalah yang di lakukan oleh Adi, ibu Ayu akan menghukum Adi dengan berat. Bahakan pergaulan Adi di batasi oleh ibu Ayu saat ini.
__ADS_1
Dan hal itu membuat bapak Wisana berusaha kembali membuat istriny luluh lagi. Tapi ibu Ayu yang sudah terlanjur kecewa semakin menjadi menghukum dan menyalurkan kekesalan dirinya pada Adi. Sampai sampai Adi tidak jadi melakukan rencananya karena dia di repotkan oleh ibu sambungnya itu.
Uang jajan yang ibu Ayu batasi untuk Adi mengakibatkan Adi tidak bisa membeli barang terlarang itu lagi. Dan itu berdampak pada badan Adi saat ini.
" Aku harus mendapatkan uang untuk beli barang. Gimana pun caranya hari ini aku harus keluar. "
Pikiran Adi yang kacau memaksa dia untuk berbuat nekad. Dia berani mengambil perhiasan ibi Ayu yang berada di kamarnya. Dan itu akan di gunakan untuk membeli barang terlarang oleh dia.
Sedangakn bapak Wisana, dia saat ini mendapatkan masalah di kantornya karena dia ketahuan menggelapkan dana perusahaan tempat dia berkerja. Bapak Wisana di pecat dan itu membuat dia stres dan memilih mencari hiburan di luar sana.
Kehidupan keluarga itu bertambah kacau karena Adi ternyata di tangkap oleh polisi saat mengadakan pesta obat terlarang di tempat temannya.
" Ya Tuhan.. apa ini karma yang engkau berikan atas dosa aku yang mengabaikan Bagas selama ini? hidup yang aku pikir akan sempurna untuk hari tuaku, ternyata menjadi malapetaka untuk aku sekarang. Apa semua ini karena doa dari sakit hati Bagas? Aku mengaku salah selama ini. Tapi untuk sekarang bolehkah aku memohon agar mengurangi penderitaan aku? Aku merasa tidak sanggup lagi Tuhan. "
Doa dari ibu Ayu, ternyata tidak di jamah oleh Tuhan. Karena baru saja dia mendapat kabar anak masuk penjara karena memakai obat terlarang. Sekarang mendapat kabar kalau suaminya di tangkap juga oleh polisi karena di laporkan berselingkuh oleh suami dari wanita simpanan bapak Wisana.
Dunia ibu Ayu terasa hancur setelah mendapati kenyataa ini. Dia tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya berada saat ini. Semua rasanya sudah tidak ada gunanya lagi sekarang. Sedangkan Emi, yang memang sudah memulai hidup barunya dengan Sekar di rumah yang mereka tinggali, mendengar kabar dari mertuanya. Tapi Emi tidak mengambil pusing akan hal itu. Dia memilih untuk mengabaikannya.
Dia menepati janjinya pada orang tuanya yang mengatakan kalau dia akan melanjutkan hidupnya lagi saat ini. Ternyata saat semua beban dia lepaskan dan rasa benci dia tinggalkan. Semua karma itu datang sendiri pada pelakunya. Dan sekarang Emi mendengar semua kabar buruk itu menimpa keluarga ibu Ayu.
" Dek... kakak mau keluar sebentar. Kamu mau ikut atau ada yang di titip? "
__ADS_1
" Aku tidak mau ikut dan tidak nitip kak.. cepat balik saja. "
Sekar memang sudah mulai tenang saat ini. Karena dia sudah melihat kakaknya yang terlihat bisa melanjutkan hidupnya. Tapi dia tidak tau di dalam hati Emi, dia masih sangat hancur setelah kehilangannya itu.
Emi mengatakan keluar sebentar pada adiknya karena dia mau kembali kerumah miliknya. Rumah yang sudah lama dia tinggalkan. Dia ingin kembali kesana untuk bercerita pada Bagas tentang apa yang dia ketahui saat ini mengenai keluarga ibu Ayu.
" Kreeet"
Suara pintu itu di buka oleh Emi. Saat dia melihat kedalam, dia merasa seolah di sambut oleh Bagas. Perasaan itu kembali dia rasakan. Bagas masih berada di dekat dia rasanya saat ini. Emi pelan pelan mulai masuk kedalam rumah dan berjalan kedalam kamar yang dulu dia tempati dengan Bagas. Saat kamar itu di buka, tangisan Emi seketika pecah. Dia dapat melihat kalau bayangan Bagas ada di sana dan sedang duduk menunggu dia di atas tempat tidur.
" Sayang.. "
Emi menanggis dan berjalan perlahan untuk duduk di temapat tidur itu.
" Sayang... maaf aku baru datang kemari. Kenangan kamu membuat aku tidak berani untuk datang ketempat ini. Temapat dimana kita merajut kasih dan cinta yang besar. Semua orang boleh mengatakan kalau aku sudah bisa melanjutkan hidup aku tanpa kamu. Tapi apa kamu tau kalau aku sama sekali tidak pernah bisa melakukan hal itu. Setiap malam, aku selalu berdoa agar hari aku cepat berakhir dan aku bisa bersama dengan kamu di keabadian nanti. Tapi kenapa sangat lama? Kamu pernah mengatakan kalau aku harus bisa bahagia tanpa kamu. Aku memang bisa tertawa yank... tapi semua itu hanya di bibir saja. Hati aku masih kosong setelah kepergian kamu. Kamu membawa semua perasaan aku pergi. Dan kamu pasti juga tau kalau aku akan selamanya mencintai kamu."
Emi terus menangis tersedu sedu sambil terus berbicara di kamar itu sendirian. Dia datang untuk meluapkan rasa yang selama ini dia simpan dari semua orang. Emi terus berusaha terlihat baik baik saja. Tapi di dalam dia sedang hancur saat ini.
" Aku mencintai kamu selamanya Bagas. Debaran ini selamanya untuk kamu. Aku akan menjaga cinta kita sampai akhir aku menutup mata aku. Tunggu aku ditempat kamu berada saat ini aku akan datang segera. "
Perkataan Emi mengisyaratkan kalau dia akan segera pergi menemui kekasihnya. Tapi semua itu tidak ada yang tau kapan dan bagaima. Manusia hanya berperan sebagai boneka saja di kehidupan ini. Yang menentukan jalan cerita dan alur yang di lalui adalah sang pencipta jadi kita hanya harus bisa pasrah dan menerima saja.
__ADS_1