Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Jangan Meminta di Hargai


__ADS_3

Emi di buat semakin kesal oleh Adi dengan tingkah lakunya yang mulai menaruh kakinya di atas meja ruang tamu itu. Dia merasa Adi sudah sangat keterlaluan saat ini.


" Adi. Berperilaku sopanlah kamu di tempat orang. Jangan seenak hati begini. "


" Kau hanya istri kakak aku. Kau tidak berhak untuk melarang aku begini. Lagipula ini rumah kakak aku. Aku berhak melakukan apapun di rumah ini. "


Emi hanya bisa mengelus dada saat mendengar hal ini. Dia tidak ingin memperdulikan Adi lagi. Tapi Emi takut keributan Adi di dengar oleh Bagas nantinya.


" Adi... selagi saya bersikap sopan dengan kamu sebaiknya kamu pulang baik baik sekarang. "


" HEI... "


Dengan suara keras Adi membentak kakak iparnya. Dia merasa tidak di hargai sebagai saudara Bagas. Dia tidak terima bila di usir begitu oleh Emi.


" Pelankan suara kamu Di... karena kau bisa membuat Bagas bangun dari tidurnya. "


" Kenapa memangnya? Takut suami kamu tau siapa dirimu sebenarnya? takut kamu tidak di anggap lagi? "


" Bukan seperti itu. Tapi saya tidak mau suami saya terganggu oleh suara kamu yang sangat berisik dan tidak tau malu. "


Emi menatap tajam ke arah Adi. Dan dia susah tidak akan menahan dirinya lagi saat ini. Perlakuan buruk mertuanya kepada suaminya selama ini sudah dia tahan sejak lama. Dan sekarang saat suaminya sakit, mereka malah mengabaikan juga suaminya.


Dan sekarang datang dengan tidak tau malu meminta surat surat penting Bagas untuk di jadikan jaminan bank. Apa yang mereka pikirkan saat berencana meminta hal itu dari Bagas.

__ADS_1


Apa mereka tidak ada malu sama sekali di dalam pikirannya. Dan kini Adi dengan seenak hati menghina Emi di rumahnya sendiri. Bukan rumah Bagas. Tapi rumahnya yang di hadiahkan orang tuanya kepada Emi dan Bagas untuk pernikahan mereka.


" Adi... cepat keluar sekarang dari rumah ini sekarang juga. "


" Apa hak kamu mengusir aku? Dimana rasa hormat kamu kepada keluarga suami kamu ha? "


" Rasa hormat? rasa hormat yang seperti apa yang kamu petanyakan saat ini? Sebelum kau meminta rasa hormat dari orang lain, kau harus belajar dulu cara menghormati orang lain. Dan bila kau mempertanyakan apa hak saya mengusir kamu, itu karena saya pemilik rumah ini. Bukan Bagas atau keluarga kamu. Coba kamu ingat ingat lagi. Kapan Bagas di berikan uang untuk membeli rumah oleh orang tua kamu? jangan bertingkah seenak hati di tempat orang Di... Kau sudah dewasa. Sikap dan tingkah kamu akan membuat kamu dalam maslah besar nantinya. "


Merasa sangat tersinggung dengan apa yang Emi ucapkan, Adi lalu meninggalkan rumah itu dengan keadaan marah. Dia sama sekali tidak menyangka akan mengalami penghinaan begini. Dia pikir semua akan berjalan mulus seperti biasanya saja.


Karena sebenarnya Adi datang ke rumah Emi bukan karena perintah ibunya. Tapi karena dia memang menginginkan uang yang banyak dari Bagas untuk berjudi. Semua yang Adi katakan pada Emi adalah tipuannya saja. Semua itu tidak benar.


Adi tidak akan berani meminta uang banyak kepada orang tuanya lagi. Karena dia baru saja dikasi uang oleh mereka dengan alasan ingin membuka bisnis rental kendaraan. Tapi uang itu habis di pakai berjudi.


Adi mengendarai motornya dengan kecepatan penuh dmagar dia cepat sampai di rumahnya. Dia ingin mengadukan apa yang Emi perbuat tadi pada dirinya. Dia yakin nanti Emi akan mendapat masalah besar dari Ibunya saat tau hal ini.


" Kau harus aku hancurkan Emi. "


Sesampainya Adi di rumahnya dia lalu berteriak memanggil ibunya. Kemarahan Adi sangat besar saat ini. Jadi semua penghuni rumah yang mendengar teriakan Adi, mereka langsung berlari mendekati Adi.


Mereka ingin tau apa yang terjadi sampai Adi berteriak marah begitu.


" Di... apa yang terjadi? kenapa kamu sangat marah begini? "

__ADS_1


tanya ibu Ayu. Ibu dari Bagas dia adalah ibu sambung Adi. Tapi sangat menyayangi Adi. Yah ibu Ayu saat menikah dengan ayahnya Adi dia adalah seorang janda. Janda yang menikah dengan duda yang memiliki anak laki laki satu yaitu Adi.


" Ibu... menanty ibu sangat kurang ajar sekali. Dia berani menghina aku tadi di rumahnya. Rumah tempat tinggal kakak Bagas itu. Rumah itu katanya milik dia. Dan aku tadi di usir dari sana. Dia bilang tidak mau kalau sampai Bagas terganggu karena mendengar suara ribut di luar. Padahal aku hanya ingin melihat keadaan Bagas yang tidak bisa aku lihat di rumah sakit. Tapi aku malah mendapat penghinaan besar dari menantu ibu Itu."


Mendengar aduan anaknya, membuat ibu Ayu merasa sangat marah. Dia yang memang tidak menyukai Emi, langsung menganggap apa yang anaknya ucapkan semua adalah kebenaran.


Dia bahkan tidak mencari tau dulu kenapa hal itu bisa terjadi dan kenapa Emi yang biasanya sabar tiba tiba bisa segalak itu.


Rasa tidak sukanya pada Emi membuat Ibu Ayu secara mentah mentah langsung mempercayai anaknya. Dia lalu ingin kembali kerumah Bagas untuk memberikan pelajaran pada Emi.


" Tunggu sebentar oke... ibu akan memberikan wanita itu pelajaran enak saja dia menghina kamu begitu. Dia pikir dia siapa? berani beraninya bertingkah kurang ajar. Didikan orang tuanya tidak ada yang benar. Dasar benalu. "


Ibu Ayu tidak sadar bila dia itu sedang mengatai dirinya sendiri. Dia masih menganggap menantunya itu orang yang paling salah selama ini.


Karena menatunya, Bagas menjadi susah di atur oleh dia. Bagas menjadi tidak memberikan biaya apapun pada dirinya lagi sejak Bagas mulai pacaran dengan Emi. itu yang membuat ibu Ayu marah pada Emi.


" Sudah bu.. kasiha Bagas bila sampai bangun nanti karena mendengar suara ribut ribut. Lagi pula kita harusnya membuat rencana dulu untuk memberikan pelajaran pada wanita kurang ajar itu. "


Adi menahan ibunya karena dia belum mau ketahuan meminta uang ke tempat Bagas. Dia hanya mau ibunya ikut dalam remcana dia nanti yang akan menjebak Emi.


" Baiklah... kita pikirkan rencana apa yang akan kita lakukan pada wanita itu. Dia harus bisa paham dimana posisi dia seharusnya. Dia harus lebih bisa menghormati keluarga ini. "


Adi merasa sangat senang senang karena hak ini. Dia sudah mendapatkan dukungan dari ibunya. Yang itu berarti tidak akan ada yang salah dalam rencana dia nantinya. Karena sudah ada yang melindungi dirinya nanti.

__ADS_1


" Kali ini kau tidak akan aku lepaskan kakak ipar. Kau boleh senang dulu karena bisa menghina aku. Tapi tidak lama lagi kau akan menangis darah karena rencana ku. "


__ADS_2