
Suasana di tempat Emi dan Ibu Ayu semakin panas. Perkataan Emi sudah memancing Emosi Ibu Ayu semakin besar. Ibu Ayu orang yang tidak suka di lawan itu pun menjadi semakin marah saat perkataanya di jawab oleh Emi.
Dan perkataan Ibu Ayu yang menuduh Emi menununjukan sudah memanfaatkan dan memperalat Bagas membuat Emi semakin ingin meluapkan kekesalannya kepada ibu Ayu.
Emi ingin Ibu Ayu setidaknya paham apa tugasnya sebagi ibu seharusnya. Emi ingin Ibu Agus setidaknya memberikan kasih sayang yang selama ini suaminya inginkan. Jadi Emi harus mencoba apapun itu untuk membuat Ibu Ayu sadar.
" Ibu mengatakan saya sudah mulai menunjukan wajah asli saya. Wajah yang seperti apa ibu maksud? Kesalahan saya yang seperti apa yang membuat ibu marah begini? "
" Waaahhh pintar sekali kamu membalikan perkataan ya.. kamu sudah selingkuh malah sekarang berani mendebat saya.. "
Emi tidak tau dari mana gosip ini berasal tapi selama ini dia hanya mendiamkannya dan berharap akan hilang saja. Tapi tidak tau kalau Ibu Ayu akan mendengarnya juga. Hingga membuat keributan begini.
" Bu.. aku mengerti ibu tidak menyukai aku tp setidaknya, sebelum menuduh orang, ibu cari bukti duli. Apa aku bisa selingkuh dengan orang lain sedangkan aku sibuk mengurus Bagas? "
" Jangan menjadikan Bagas sebagai alasan kamu tidak melakukan hal itu. Bagas bisa apa kalau selingkuh dari dirinya? Dia bahkan tidak bisa berjalan untuk memergoki kamu "
Emi tidak menyangka kalau pikiran ibu mertuanya akan seburuk itu pada dirinya. Apakah selama ini cinta yang dia tunjukan dengan Bagas di lihat sebagai candaan.
__ADS_1
" Bu... apa cinta yang aku punya untuk Bagas ibu pikir selemah itu? Aku mencintai Bagas dengan sangat tulus Bu. Walaupun Bagas dalam keadaan begitu, aku tetap mencintai dia dan tetap akan berjuang untuk dirinya. Aku bukan hanya mengatakan cinta dibibir tapi tidak dengan perbuatan. Aku menunjukan segala cinta aku dengan dukungan saat dia membutuhkanya sekarang. Walupun dia sudah di tinggalkan dan tidak di perdulikan oleh Ibunya sendiri."
Perkataan Emi yang seperti ibu, membuat emosi ibu Ayu semakin besar. Dia tidak terima kalau di katakan meninggalkan Bagas dan tidak memperdulikanya lagi. Ibu Bagas dia merasa sudah sangat peduli kepada anaknya.
" Kau mengatakan saya meninggalkan Bagas begitu? apa hak kamu mengatakan saya begitu? Saya sangat menyayangi Bagas asal kau tau. "
Ini yang Emi tunggu. Emi ingin menyampaikan segala keluhannya pada ibu Ayu saat ini.
" Coba ibu pikir, dimana ibu saat Bagas sangat membutuhkan dukungan orang tuanya? Dimana ibu saat Bagas sekarat? Dimana ibu saat dia sedang kesakitan? Bahkan saya menelpon ibu untuk mengabarkan Bagas akan di oprasi saja ibu tidak mau mengangkat telpon saya. Itu yang ibu sebut kasih sayang ibu tulus? "
Ibu Ayu merasa tercekat saat di ingatkan begitu oleh Emi. Dia memang melakukan hal itu semua. Tapi semua itu karena dia memang sedang sibuk bersam keluarga barunya. Suami yang harus dia urus dan Adi yang selalu meminta perhatian dari dia.
" Masih pantaskah ibu mengatakan ibu orang tua Bagas? coba ibu ingat ingat lagi, kapan terakhir kali ibu mengelus sayang kepala Bagas? kapan terakhir kali ibu memasak untuk Bagas? Kapan terakhir kali ibu merawat Bagas saat dia sakit? Kapan bu kapan? "
Emi semakin emosi dan mulai berteriak kepada Ibu Ayu. Dia sudah lama menahan hal itu. Dia selalu ingin mengingatkan ibu Ayu mengenai peran yang sudah dilupakannya itu. Sering kali Emi merasa sesak di dadanya saat mengingat apa yang sudah di lalui oleh suaminya selama ini.
Dan sering kali Emi melihat tatapan Bagas yang sedih saat melihat Adi lebih di sayang oleh ibunya. Bagas di paksa menjadi dewasa sebelum waktunya oleh ibu Ayu. Tapi tidak pernah di berikan kasih sayang yang layak juga olenya.
__ADS_1
Ibu Ayu mendengar segala ucapan Emi dan mulai mengingat kembali kenangan soal Bagas dan dirinya. Memang semenjak dirinya berpisah dari mantan suaminya dulu, Ibu Ayu sudah tidak begitu peduli dengan Bagas.
Hal itu di sebabkan wajah mantan suami bu Ayu itu sangat mirip dengan Bagas putranya. Jadi setiap melihat Bagas, dia merasa melihat mantan suaminya lagi.
Awal mula dia hanya mencoba mengabaikan Bagas sebentar. Tapi dia tidak menyangka kalau tindakan dia keterusan sampai ibu Ayu menemukan seorang pasangan yang memiliki seorang anak.
Karen merasa dia harus menjadi ibu sambung yang baik dan perhatian, Ibu Ayu memberikan perhatian itu kepada Adi. Ibu Ayu melihat Bagas tidak pernah protes dan menginginkan kasih sayang darinya juga. Jadi dia mulai tidak perhatian lagi kepada Bagas.
" Bagas tidak pernah mempertanyakan itu semua. Kenapa kau yang menanyakan hal itu sekarang? Wajar bila Bagas harus mengalah dengan adiknya itu. Bagas jauh lebih tua dari Adi. "
" Saat itu Bagas masih kecil dan sebagai anak kecil yang sudah menanggung begitu banyak beban dalam hidupnya apakah menurut ibu dia tidak butuh pelukan hangat seorang ibu? apa dia tidak berhak atas kasih sayang yang di inginkan itu? Ibu selalu menggunakan kesakitan ibu untuk membenarkan perbuatan ibu selama ini. Tapi coba ibu pikir dimana letak kesalahan Bagas? Dia tidak pernah bisa memilih di lahirkan dari siapa dan menjadi anak siapa. Ibu dan mantan suami ibu yang memiliki keputusan penuh untuk itu semua. Terus apa wajar ibu melampiaskan kekesalan ibu pada Bagas? "
Emi tidak habis pikir dengan apa yang di pikirkan oleh Ibu Ayu selama ini. Apa seperti itu cara dan pola pikir mertuanya yang di katakan sudah makan asam garam kehidupan. Emi tidak mengerti dengan pola pikir orang jaman dulu. Bila memang tidak siap memiliki anak, jangan membuat anak. Itu yang seharusnya dilakukan ibu Ayu sebelumnya.
Bukan malah menyalahkan anak yang wajahnya mirip dengan mantan suami dan membuat alasan tidak bisa menyayanginya karena kemiripan itu. Hati nurani seorang ibu kemana saat hal itu terjadi.
Ibu Ayu hanya diam saat ini. Dia bingung harus mengatakan apa. Dia tidak pernah berpikir seperti itu sebelumnya. Dia memang sudah terlalu menikmati hidupnya yang saat itu di biayai oleh Bagas dan mulai merasa di cintai sejak dia menikah dan membentuk keluarga baru.
__ADS_1
" Bu... apa pernah ibu menyambut Bagas di dalam keluarga baru ibu itu? Selama ini Bagas seperti orang asing di rumah baru ibunya. Tapi dia masih berharap ibunya melihat dia dan memberikan dia kasihsayang yang dia rindukan selama ini. "
ucapan Emi sangat menyakiti hati ibu Ayu. Dia yang awalnya ingin datang dengan memarahi menatinya, menjadi menangis karena mendengar perkataan menantunya.