
Ibu Ayu dan Bagas menangis meluapkan emosi mereka. Mereka sama sama merasakan sesak di dadanya karena berbagai rasa yang mereka rasakan.
Elusan lembut dari tangan ibu Ayu pada Bagas, membuat Bagas semakin menangis. Dia baru merasakan elusan itu setelah belasan tahun lamanya. Dia sangat merindukan Ibunya. Tapi dia tidak biaa melakukan apapun.
" Ibu minta maaf Gas... awalnya ibu masih tidak percaya perkataan Emi tadi. Tapi saat melihat keadaan kamu, Ibu merasa menjadu ibu yang paling buruk di dunia. Maafkan ibu Gas. Kamu malah harus memiliki ibu yang seperti aku. Aku gagal menjadi orang tua yang baik untuk kamu. Maaf Bagas maaf. "
Bagas terus menangis. Dan dia merasa perasaan lega luar biasa di hatinya. Tidak pernah dia rasakan hal ini sebelumnya. Dia sekarang merasakan hal itu. Perasaan lega dan ringan di dadanya.
" Aku mohon, ijinkan aku memiliki waktu lebih lama lagi bersama orang terkasih aku. Aku baru mendapatkan kasih sayang yang selama ini aku inginkan. Jangan ambil ini secepat itu. "
Bagas berdoa di dalam hatinya karena baru sekarang dia berharap untuk bisa hidup demi kebahagiaan dirinya sendiri. Bukan demi istri atau yang lainnya. Hanya dirinya saja.
" Makasi sayang. Kamu memang malaikat yang di kirim tuhan untuk menemani aku dan mengurangi setiap penderitaan aku. Aku tidak menyangka dengan sikap kamu begitu, kamu bisa membuat ibu kembali pada aku saat ini. Maksi sayang aku sangat mencintai kamu. "
Saat mata Bagas memandang Emi, di saat itu dia merasa sangat bersyukur memiliki kekasih hati yang begitu sempurna di matanya. Mungkin orang lain akan melihat banyak kekurangan dari Emi ataupun Bagas. Tapi mereka cocok satu sama lain dan saling melengkapi.
__ADS_1
Mereka saling mencintai tanpa memandang kesempurnaan. Tapi mereka membuat sempurna hubungan mereka dengan cara mereka.
Emi yang tau arti dari tatapan mata Bagas. Dia hanya menganggukan kepalanya dengan air mata yang masih meleleh di pipinya. Emi tersenyum tulus. Sangat tulus di hadapan Bagas. Seolah mengatakan. "Nikmati hari kamu bersama orang yang sangat kamu sayangi. "
Emi lalu meninggalkan mereka berdua. Dan meberikan waktu untuk mereka sama sama saling menumpahkan rasa rindu yang mendalam.
Sedangkan dirinya mulai pergi kedapur dan memasak untuk nanti makan bersama mertuanya. Emi hanya masak seadanya karena yang bisa makan hanya dirinya dan ibu Ayu saja. Tapi Emi membuatnya dengan tulus dan penuh perhatian.
" Aku harap nanti ibu mau mencicipi masakan aku. Aku ingin lebih dekat dengan dirinya. Semoga saja dengan ibu kembali bisa menyayangi Bagas dengan tulus, dia juga bisa menerima aku sebagai menantunya. "
Emi terus menyemangati dirinya sendiri seperti itu karena dia merasa dia harus melakukan yang terbaik untuk mengambil hati mertuanya. Emi ingin mengikis jarak di antara mereka saat ini. Sudah cukup rasanya Emi memarahi mertuanya karena tidak peduli dengan suaminya.
Di dalam kamar, Setelah lelah menangis dan bisa mengontrol emosinya, ibu Ayu mulai menatap anaknya dengan tatapan lembut dan sangat hangat. Dia mengelus elus kepala anaknya. Dia merasa sudah meleaatkan banyak hal untuk hal yang seperti ini.
" Bagas... maaf untuk tingkah ibu selama ini ya... Ibu sangat bersalah. Seharusnya ibu lebih bisa memahami kamu saat itu. Tapi dengan semua kebodohan ibu, ibu malah berpikir kalau ibu sangat menderita dan kamu tidak paham akan hal itu. Ibu berpikir kamu sudah dewasa dan bisa melakukan semua sendiri. Sedangkan ibu larut dengan masalah dan kesediha ibu. Ibu tidak menyangka kalau ibu akan membuat kamu menderita sayang.. Ibu sangat salah. Ibu harusnya sadar kalau kamu dua kali lebih menderita dari ibu. Kamu kehilangan keluarga utuh karena perceraian ibu dan ayah kamu. Dan kamu kehilangan sosok ibu yang seharusnya menjaga dan melindungi kamu saat ayah kamu tidak ada. maaf ya nak.. "
__ADS_1
Ibu Ayu ters mengucapkan kata maaf kepada Bagas yang di balas dengan tatapan sendu Bagas. Bagas ingin sekali mengatakan kalau dia tidak apa apa karena sudah ada yang selama ini mendukungnya. Tapi dia tidak bisa mengatakan hal itu.
" Kamu sangat beruntung memiliki Emi yang begitu sayang kepada kamu nak. Ibu dapat melihat semua itu dari cara dia memperlakuka kamu saat kamu sakit begini. Kalau di perempuan lain. Dia pasti sudah meninggalkan kamu sendirian Bagas. Asal kamu tau, selama ini saat ibu menghina dia mencaci maki dia, dia sama sekali tidak pernah melawan ibu. Tapi saat menyangkut kamu, dia bahkan berani meneriaki ibu. "
Ibu Ayu menceritakan hal itu sambil tersenyum dia hanya merasa lucu saat mengingat bagaimana Emi yang dia kenal selama ini menurut dan tidak pernah membantah dirinya menjadi galak bahkan bisa mengatakan perkataan yang pedas kepada dirinya.
" Kamu tau, seharusnya ibu dari dulu bersyukur memiliki dia sebagai menantu. Karena dia sudah menjadi pengganti ibu saat ibu tidak ada di samping kamu. Dia selalu bersama kamu dan Entah apa yang membuat ibu dulu begitu buka akan kasih sayang dia pada kamu. Tadi sebenarnya ibu datang untuk memarahi dia karena ibu mendengar gosip tidak mengenakan di luar sana. Tapi saat melihat bagaimana dia memperlakukan kamu dan dia menyadarkan ibu, Ibu rasa yang membuat gosip itu hanya orang iseng dan tidak bertanggung jawab. "
Bagas hanya tersenyum menanggapi semua cerita ibu nya. Dia tidak henti menatap ibunya yang saat ini bercerita sambil memegang dan mengelus tangannya. Dia sangat suka akan hal ini. Dan dia tidak mau waktu berjalan cepat untuk sekarang ini.
" Bagas, ibu mau minta satu hal sama kamu. Melihat Emi yang begitu peduli dan sayang pada kamu, Ibu harap kamu tidak berhenti berjuang nak... ibu yakin akan keajaiban tuhan. Tuhan pasti akan menolong umatnya. Dia tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita sebagai ciptaannya. "
Dalam hati Bagas mengiyakan segala yang Ibunya katakan. Dia tidak akan menyerah untuk orang yang dia cintai dan sayangi.
" Tanpa ibu minta aku akan melakukan hal itu. Bukan hanya untuk Emi, tapi untuk ibu juga. Aku mau merasakan lebih lama lagi kasih sayang ibu. Aku baru mendapatkannya. Dan aku belum mau kehilangannya untuk saat ini. "
__ADS_1
Emi yang mau memanggil ibu mertuanya untuk makan, dia berhenti saat mendengar perkataan ibu Ayu. Dia menangis tanpa suara. Perkataan ibu Ayu seolah menyiratkan kalau dia sudah di terima sebagai menantu olehnya.
" Aku akan berusaha melakukan segala cara agar dapat menyembuhkan Bagas. Aku tidak akan membiarkan Bagas pergi secepat itu. "