Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Oprasi Bagas


__ADS_3

Saat sadar, Bagas melihat istrinya tertidur di sebelah ranjangnya. Dia merasa kasihan melihat istrinya yang tertidur seperti itu. Tetapi saat dia ingin bangun, badannya terasa remuk semua.


Bagas tidak bisa membangunkan tubuhnya karena semua tulangnya sakit saat ini. Jadi dia hanya bisa memandangi istrinya sambil berbaring.


" Apa keputusan aku tepat untuk membiarkan kamu berada disisi ku saat aku tidak berdaya begini? Apa aku akan menjadi beban untuk kamu nantinya? Dulu saat aku meminta kamu dari orang tua kamu, aku berjanji akan membahagiakan kamu dan akan mencintai kamu selamanya. Tapi saat ini, aku malah membuat kamu sedih dan merepotkan kamu. Maafkan aku sayang"


Dalam diamnya, Bagas menagis memikirkan istrinya. Dia tidak menyangka perjalanan cinta dia akan begini. Kebahagiaan yang mereka rasakan hanya sebentar. Dan saat ini hanya kesedihan yang di rasakan.


Emi, dia tertidur lelap sampai tidak menyadari suaminya sudah bangun dan terus memandang dirinya sampai pagi.


Di pagi hari, Emi bangun dan melihat suaminya sudah memandang dirinya.


" Selamat pagi sayang.. "


Sapaan rutin yang selalu mereka lakukan di pagi hari. Hal itu membuat hubungan mereka selalu hangat.


" Selamat pagi sayang... kamu sudah dari tadi bangun? kenapa tidak bangunin aku juga? "


" Kamu pasti capek. Aku tidak mau mengganggu kamu. Lagi pula memandang kamu begini menjadi kebahagiaan sendiri untuk aku. "


Semua perkataan Bagas untuk Emi memang sangat manis. Sebagian orang bahkan sering mengira mereka hanya bersandiwara dalam hubungan yang di perlihatkan itu. Tetapi mereka tidak ambil pusing karena mereka memang seperti itu setiap hari.


" Kamu minum dulu yank. Nanti akan ada pemeriksaan dokter. Dan kita akan mulai pengobatan mulai dari sekarang. Aku ingin berjuang untuk kesembuhan kamu saat ini."


" Mi... bila memang aku tidak bisa sembuh, bolehkah aku meminta sesuatu pada kamu? "


" Apa itu? "


" Tetaplah tersenyum dan cari kebahagiaan kamu sendiri. Aku akan menunggu kamu di tempat yang berbeda nanti. "


Emi tidak suka pembahasan ini. Dia tidak bisa menjawab hal itu. Dia bisa menjanjikan sesuatu yang dia rasa itu mustahil. Jadi Emi memilih menghindar dan pergi ke toilet untuk mengambil baskom untuk membersihkan badan Bagas.


Bagas tersenyum melihat apa yang istrinya lakukan. Dia tau kalau istrinya tidak akan bisa menjanjikan hal begitu. Tapi dia tetap ingin meminta janji itu.


" Mi... "

__ADS_1


" Dengar Gas... Kamu bisa meminta hal yang lain dari aku. Aku akan berusaha melakukannya. Tapi jangan meminta hal yang kamu sudah tau itu mustahil. Kamu tau aku tidak bisa tanpa kamu. Cinta ini tidak bisa di jadikan mainan dan aku tidak mau berpura pura. Biar aku mencintai kamu dengan cara aku. Jangan pernah berpikir aku itu merasa berat mengurus kamu. Karena akan lebih berat bila aku pisah dari kamu. "


Bagas akhirnya menyerah. Apa yang di katakan Emi memang benar. Walaupun sebenar, tapi dia ingin mengukir kenangan indah bersama istrinya.


" Aku mencintai kamu. "


" Aku juga mencintai kamu. "


Ungkapan cinta itu, bukan hanya dari bibir saja. Tapi dari hati mereka masing masing. Cinta yang sangat besar yang di miliki mereka berdua.


" Selamat pagi... "


Jemmy datang dengan perawat untuk memeriksa keadaan Bagas. Dan dia melihat Bagas saat ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


" Pagi Jem"


" Saya periksa dulu ya Bagas.. kondisi kamu jauh lebih baik sekarang. Tetapi kenapa tekanan darah kamu rendah sekali. Apa kamu kurang istirahat? Jangan banyak pikiran Gas. Kita jalani aja semua dulu. Semoga ini bisa membantu. "


" Berapa persen kira kira kemungkinannya? "


" Kamu jangan mikir yang aneh aneh Gas. Kamu hanya perlu semangat dan berjuanglah untuk istri kamu ini. Kamu masih ingin membahagiakan dia kan? Maka berjuang lah. "


Bagas membenarkan hal itu. Cuma yang membuat dia tambah ragu itu adalah kondisi dia yang tambah memburuk setelah tau adanya kanker di tulangnya.


" Mi, untuk jadwal oprasi Bagas kita akan diskusikan nanti. Tetapi kondisi Bagas tolong di perhatikan lebih lagi ya. Siapkan juga mental kalian untuk menjalani oprasi itu. "


" Baiklah. untuk jadwalnya nanti aku akan ke ruangan kamu untuk membahas hal ini. "


Jemmy langsung pergi dari ruangan itu dan menyisakan Bagas dan Emi saja.


" Yank.. apa kamu sudah memberitahu orang tua aku? "


" Mereka sudah tau, dan kemarin sudah datang kesini. cuma langsung pergi lagi. "


" Ya sudah bila mereka sudah tau. Setidaknya nanti biaya, kamu tidak memikirkan sendiran. "

__ADS_1


Emi hanya tersenyum menanggapi hal itu.


Dia tidak mungkin mengatakan kalau orang tua kandung Bagas tidak bisa membiayai dirinya.


Hal itu bisa membuat Bagas semakin terpuruk lagi nanti. Jadi Emi memutuskan akan meminjam uang untuk pengobatan Bagas sendri tanpa sepengetahuan suaminya.


" Yank... aku terlpon orang tua aku dulu untuk mengabari kamu akan di oprasi. "


Bagas hanya menganggukan kepalanya. Emi memang tidak bisa menelpon di dalam ruangan itu. Karena sinyalnya lumayan buruk. Jadi dia menuju jendela agar bisa mendapatkan sinyal kebih baik.


" Halo... pak... "


" Ya.. kanapa Mi? "


" Pak... Bagas sakit. Dia ada di rumah sakit saat ini. Dan kondisinya sedang tidak baik. Apa bapak atau ibu bisa datang? "


Ayah kandung Emi langsung mengiyakan apa yang putrinya minta. Karena dia tau, bila putrinya sampai mengatakan hal itu, sudah pasti kondisi Bagas memang sangat buruk saat ini.


Jadi dengan segera Bapak suci datang ke tempat Emi. Rumah bapak Suci itu perlu waktu 5 jam perjalannan untuk menuju tempat Emi. Jadi lumayan lama dia di perjalanan.


" Pak... mau kemana? "


" Kakak kamu baru saja menelpon dan mengabarkan kondiri Bagas sangat buruk saat ini. Jadi bapak kesana dulu untuk melihat. "


" Kalau gitu, nanti kabari aku ya pak. biar aku bisa ambil cuti dan melihat kakak Bagas disana juga. "


Adik Emi perempuan dan sudah berkerja namanya Sekar. Dia berkerja sebagai manager di sebuah toko. Oleh karena itu dia tidak bisa libur seenak hatinya.


Karena ada tanggung jawab yang dia tanggung saat ini. Tetapi demi kakak iparnya, Sekar akan cuti bila di perlukan


" Aku harap kak Bagas tidak parah sakitnya pak. Soalnya kakak Emi kan memang sangat berlebihan mengenai kak Bagas."


" Walaupun begitu, dia tidak perbah sampai menghubungi kita bila tidak serius. "


Hal itu memang benar. Emi lebih sering menyimpan masalahnya sendiri dari keluarganya. Dan bila tidak parah, dia tidak akan bilang apapun.

__ADS_1


" Bapak pergi dulu. Bilang sama ibu kalau bapak nengok Emi nanti. "


__ADS_2